You Heart Me Season 2

You Heart Me Season 2
You Heart Me~Part 26



Satu bulan sudah Maggie duduk berdiam diri mengerjakan semuanya, Maggie berusaha bersikap seolah Maxim ada bersamanya.


Matanya menatap nanar bingkai foto Maxim, yang ada di ruangan Kerjanya.


Dering ponsel Maggie memecah keheningan ruangan, Maggie pun teralihkan dari foto Maxim.


Hallo....!


Maggie sayang, bisakah Kau kemari secepatnya .


Ibu sungguh sungguh merindukan mu nak!


Maggie memegang dahinya,Maggie terlihat berpikir. mengingat Maxim yang juga ada di negara itu,di lain sisi ada alasan tersendiri untuk Maggie.Semenjak dua tahun yang lalu sampai detik ini,dirinya belum menjenguk kedua orang tuanya di New York.


Setelah memikirkan semuanya, ia lalu mengiyakan permintaan sang ibu.Maggie menghembuskan napas lelahnya, ia mungkin akan merasa lebih baik jika bertemu sang ibu agar tidak lagi mengulur janjinya.


Toh tidak ada yang harus di hindari, pria yang dulu ia hindari kini berstatus sebagai Suaminya.


Kejutan dan takdir Tuhan terkadang tidak bisa kita tolak ,sesuatu yang memang tertulis untuk kita pasti akan datang di saat yang tepat pula.


Maggie benar benar merasa kebosanan sudah cukup sampai puncaknya, Maggie jenuh hanya berdiam diri tanpa Maxim bersamanya.


Maggie juga tidak tahu apa apa tentang Pria yang berstatus Suaminya itu.


Baiklah ibu ,aku akan mengunjungi mu!


Maggie dan Jane saling mengakhiri panggilan.


Emma, Tolong Kau urus semuanya selama aku pergi."Maggie keluar dari ruang Kerjanya dan Kembali ke Apartemen".


 


Emma yang melihat Maggie menatap dengan tatapan sendu, Emma tahu jauh dalam hati Maggie. Istri Bos besarnya itu tidak lah sekuat yang terlihat.


Ya Tuhan, Tolong Satukan Tuan Maxim dan Istrinya. "Emma berdoa dalam hati".


 


🔥🔥🔥


 


 


Seulas senyum Terbit saat Maggie, mengingat dia akan menemui Maxim sesampainya ia di sana.


Rasanya aku sangat ingin segera sampai. "Maggie bergumam dalam hati".


Maggie menatap sekelilingnya, Matanya menangkap Sepasang Kekasih yang tengah berselisih kecil.Maggie juga melihat Sepasang Lansia, yang tengah saling berpegangan tangan dengan berbincang.


Maggie menatap nanar semua itu, andai ada Maxim dirinya pasti tidak akan melihat semua ini. Maggie pasti akan memilih menatap wajah Suaminya sepanjang perjalanan.


Kak Maxim aku benar benar merindukanmu! "Maggie memejamkan matanya, sebulir air mata menetes membasahi pipi Maggie ".


 


🔥🔥🔥


 


Arghhhhh.....


Sial ,kenapa aku terus menerus mengingatnya .Aku bahkan sangat ingin menghirup Aroma wanita itu !


Maxim melemparkan semua barang barang yang ada di kamarnya .


Dasar minuman tidak berguna! "Maxim menendang botol botol minuman itu,hingga Kamarnya porak poranda".


Maxim menatap dirinya sendiri, betapa memilukan nya ia saat ini.


Apa yang sebenarnya terjadi denganku? "Maxim memegangi kepalanya yang berdenyut hebat ".


Bugghhhh.....


Maxim tergeletak tak sadarkan diri, di tengah kekacauan dan bekas botol minuman yang berserakan memenuhi seisi kamar.


Seorang pelayan Maxim yang melihat kejadian itu, segera mengangkatnya dan membenarkan posisi Maxim.


Maggie sampai di New York, ia berdiri di depan Mansion Megah yang pernah Maggie singgahi .Sewaktu Clara meminta dirinya menginap di sana, untungnya Maggie memiliki ingatan yang cukup baik. jika ia seperti Clara, sudah di pastikan ia akan membutuhkan waktu berhari hari untuk bisa menemukan kembali alamat Mansion itu.


Pintu itu terbuka tepat saat Maggie akan mengetuknya.Seorang pria menatap Maggie dengan kerutan di dahinya.


Nona Maggie ...


Maggie tidak begitu mengenali pria yang memanggil namanya itu. ia membisu sedikit terkejut karena pria itu mengenalnya.


Nona Silahkan masuk, untung saja Kau datang!


Maggie memperhatikan pria itu dengan seksama, dan sepotong ingatannya kembali mencuat.


Astaga Zavier, Maaf aku Sungguh tidak mengenali wajahmu tadi.


Zavier hanya mengangguk, ia kembali meminta Maggie masuk .


Maggie mengikuti langkah Zavier, ia naik ke lantai atas . Maggie menutup hidungnya, kala bau alkohol mengular dari kamar yang Maxim tempati.


Zavier, Kenapa dengan kamar Kak Maxim.


Mengapa Kamarnya berantakan sekali?


Maggie menutup hidungnya, sesekali ia mengibaskan tangannya untuk mengurangi bau alkohol yang sangat menyengat serta mengganggu penciumannya.


Maggie yang tidak sanggup berlama lama di kamar Maxim memilih keluar dari kamar pria itu.


Zavier terpaksa memindahkan Maxim, ke Kamar yang dulu di tempati Clara,sedang dirinya sibuk membersihkan kamar Maxim.


Maxim sendiri masih terpejam erat , Maggie menyeka keringat Maxim dengan handuk kecil yang telah di basahi air .


Mengapa Kau melakukan semua ini Kak? "Maggie menatap Maxim dengan nanar, setitik air mata jatuh di pelupuk wanita itu.


Tanpa Maggie sadari air matanya menetes ke pipi Maxim.


Maggie keluar dari kamar, ia pergi untuk membuat makan malam untuk dirinya sendiri.


"Nona Maggie apa yang kau lakukan? Kau bisa mengatakan padaku. apa yang ingin kau makan, aku akan memasakkan nya untuk mu".


Zavier kau mengejutkanku! "Maggie menggeleng mendengar ucapan Zavier".


Aku bisa memasak sendiri Zavier, aku sedang ingin membuat bubur untuk diriku sendiri.


Jika itu yang ingin nona makan, aku bisa memesankan makanan untuk mu Nona. "Zavier bersikeras mencegah Maggie memasak".


Tidak Zavier, aku ingin melatih skill memasak ku yang jarang sekali aku asah."Maggie terkekeh".


"Baiklah nona, jika itu mau mu.aku akan berada di depan ,jika kau butuh sesuatu Kau bisa memanggilku". Zavier melangkah meninggalkan dapur".


Maggie mengangguk, ia kembali fokus pada niat awalnya memasak.


Maxim memegangi kepalanya, dia masih merasakan kepalanya berdentum. Maxim meraung kesakitan, ia menggeram seperti singa yang tengah terluka.


Maxim menatap langit langit yang tampak berbeda dari sebelumnya, bahkan Maxim menyadari dirinya berada di kamar adiknya Clara.


Maxim berjalan dengan memegangi kepala kepalanya. dia melangkah dengan tertatih, menyeret paksa kakinya dengan sisa tenaga yang Maxim punya.


Zavier ..


Zavier...


Kembali Maxim memanggil nama pelayan Setia Mansion ini .


Dimana Zavier ? mengapa dia tidak mendengarku ? ..


Maxim menuruni tangga dengan menyeret langkah kakinya pelan. Maxim kembali mengerang kesakitan ,saat kepalanya kembali berdentum. bahkan kali ini rasa sakitnya berkali kali lipat, hingga Maxim kehilangan keseimbangannya dan terjungkal jatuh berguling guling di tangga.


"Ahh".....


Maxim meraung kesakitan saat kakinya tidak bisa untuk di gerakan, Kakinya terasa keram. Maxim kembali merasa pusing hebat melanda kepalanya.


Maggie yang tengah berkutat di dapur, mendengar pekikan Maxim yang terdengar begitu jelas di telinganya.


Maggie mematikan kompor dan berlari ke arah suara Maxim.


Astaga Kak Maxim!


Maxim menoleh, ia memicingkan matanya saat mendengar suara Maggie yang begitu nyata di telinganya.


Maxim yang masih merasa sakit di kepalanya,perlahan pandangannya mengabur Maxim kembali kehilangan kesadarannya.


Kak Maxim bangun Kak... !


Maggie menepuk pipi Maxim beberapa kali.


Kak Maxim bangunlah! Maggie kembali dilanda kepanikan.


Zavier..... "Teriak Maggie".


Zavier yang mendengar teriakan Maggie, masuk kembali ke dalam Mansion.


💋💋💋


See You ❤