
Hal penting apa yang membuatmu harus jauh jauh kemari untuk membicarakannya denganku? "Maxim membuka pembicaraannya dengan Victor Wong ".
Kau masih ingat kejadian istrimu di pesta topeng ku?" Victor memutar pena di tangannya".
Maxim hanya mengangguk.
Kau pasti akan terkejut saat tahu pelakunya."Victor Wong menatap perubahan raut Wajah Maxim yang kini sudah merah padam menahan amarah".
Pelakunya adalah....
🔥🔥🔥
*Satu hari kemudian *
Maggie memandang nanar Kertas dan pena yang dia genggam, Maggie kini duduk di kursi kebesaran Maxim. Desas desus Maggie yang terdengar panas di telinga pun sirna. Para Karyawan kini menghormati Maggie, karena mereka berpikiran jika Bos besar mereka teramat mencintai Istrinya Maggie.
Maggie menggantikan posisi pria itu selama Maxim kembali ke Jepang.
setelah kedatangan Angela dan Victor. Maxim ikut menyusul keduanya kembali ke Jepang.
Maggie sibuk menggerakkan jemarinya di atas kertas polos itu. Maggie merasa bingung ,Maxim tidak mengijinkannya untuk ikut bersamanya .
Maxim duduk di pesawat dengan aura membunuh yang sangat kentara,Maxim mengepalkan tangannya hingga buku jarinya memutih .
Maxim semakin meradang saat mengingat kembali ucapan Mr. Wong, akan pelaku yang hampir melecehkan Istrinya Maggie.
Maggie merapikan kertas yang sudah selesai ia kerjakan, Maggie menatap jam di ponselnya. Maggie bergegas keluar kantor, Maggie masuk dan kembali ke Apartemen. Maggie sengaja pulang saat malam hari, ia tidak mau mati kebosanan sendirian di Apartemen, Maggie memilih lembur di Boutique tadi.
Maggie menatap datar layar ponselnya, ia berharap Maxim menghubunginya.
Maggie selesai membersihkan dirinya ,ia memakai kemeja Maxim yang berwarna putih.
Maggie mencoba untuk memejamkan matanya,namun dia tidak bisa Maggie ketakutan, ia tidak bisa memejamkan matanya dengan tenang .
Maxim melonggarkan dasi yang ia kenakan, Maxim memutuskan untuk menginap di hotel. Maxim memilih kamar yang sama, saat dirinya dan Maggie berkunjung kemarin.
Maxim merebahkan tubuhnya yang kelelahan, perlahan mata Maxim terpejam erat.
Kak Maxim kemari lah! Maggie meliukkan tubuhnya,ia terlihat begitu anggun.Maggie mendekati Maxim dan Menggigit bibirnya sendiri, Maggie menarik dasi yang Maxim kenakan. ia mengerlingkan sebelah matanya ,Maggie mendorong Maxim hingga tersungkur ke ranjang.Maggie lalu menggoda Maxim dengan senyuman manis.
Hahh.....
Maggie, Astaga Kau sangat !
Maxim membuka matanya, ia mengumpat dengan sarkas.
Sial....
Maxim *******-***** surau hitam pekat miliknya.
Maxim kembali duduk, dia merasa frustasi akan mimpi aneh yang mendadak berisi tentang Maggie. Istrinya yang cengeng, Maxim melihat ponselnya kembali. Pukul 01.00 dinihari, entah mengapa Maxim menebak jika Maggie belum tertidur.
Maxim sempat ingin mencoba menghubungi Maggie, tapi Maxim mengurungkan niatnya .
Maxim meletakkan ponselnya, namun di meraihnya kembali.
🔥🔥🔥
Maggie mengulum senyum saat melihat nama Maxim akhirnya muncul pada benda pipih itu.
Hallo...!
Suara berat Maxim terdengar menyapa dari balik ponsel.
Ha... Hallo Kak Maxim ."Ah sial aku gugup sekali ". gumam Maggie dalam hati.
Astaga! Suara Kak Maxim terdengar gagah sekali, Maggie sadar lah.... sadar Maggie! Maggie merutuki kebodohannya, yang mudah terlena hanya karena Maxim menghubunginya .
Apa Aku mengganggu tidurmu?" Maxim pun tak kalah gugup, ia yang biasanya diam tampak ingin lebih banyak bersuara kali ini".
Maxim merasa ia tidak bisa tidur sebelum mendengar suara berisik Maggie yang terkadang membuatnya kesal, Namun kali ini berjauhan dengan Maggie membuat dirinya merindukan sosok Maggie.
Kak Maxim apa Kau akan lama di sana?
"Maggie menepuk dahinya sendiri, ia kelepasan berbicara. Maxim saja baru pergi pagi tadi, secara tidak langsung Maggie seolah tidak sanggup berjauhan dengan Maxim.
Hanya 3 hari atau mungkin lebih .Maxim mengulum senyum, ia membayangkan Maggie sedang mengerucutkan bibirnya.
Maggie mendengus kesal, ia mencebikan bibirnya.
"Hei ,Jangan mengerucutkan bibir mu seperti itu, Kau akan mirip ikan Arwana jika seperti itu! " Maxim menahan tawanya.
Maggie menelan saliva nya, dia menengok ke kanan dan kiri.
"Dari mana Kak Maxim tahu?" Maggie bergumam dalam hati.
Kau tidak usah takut, aku hanya asal menebak saja! "Maxim terkekeh di seberang sana".
Maggie memutar malas bola matanya, dia pikir Maxim mengawasinya .
Tut.....
Maggie mendelik pada Ponselnya yang sudah mati. Maxim ini memang manusia paling menyebalkan,yang di utus tuhan untuk menguji kesabaran Maggie, dan sialnya Maggie mencintai pria itu.
"Astaga Kak Maxim ini. seenaknya saja mematikan sambungan, aku bahkan belum mengatakan apapun!" . Maggie melemparkan ponselnya ke samping, dan tertidur dengan selimut yang menggulung tubuhnya.
Maxim tersenyum, lagi lagi raut kesal wajah Maggie terpatri di benaknya. Maxim tertidur dengan menelungkup kan tubuhnya ke ranjang .
🔥🔥🔥
Pagi ini Maggie memutuskan untuk mengunjungi Elsa dan Dr.Sarah. Maggie juga ingin mengetahui kondisi tuan Leon .
Maggie mengaduk aduk kopi pesanannya, ia dan Elsa kini duduk mengobrol di kantin Rumah Sakit.
Bagaimana hubungan mu dengan Kak Maxim? "Elsa bertanya sembari menyeruput kopinya".
Sejauh ini baik, namun Aku dan Kak Maxim terkadang masih bersikap seperti orang asing."Maggie memainkan sendok yang dipegangnya".
Jadi Maggie bagaimana rasanya ?" Elsa mendekatkan bibirnya dan membisikan sesuatu yang membuat Maggie mematung di tempat".
Apa kau dan Kak Maxim sudah melakukan itu?
Maggie menatap garang pada Elsa, El kau ini kenapa harus membahas hal seperti itu. Maggie memukul bahu Elsa.
Elsa tertawa lepas, ia hanya ingin sedikit menggoda Maggie. namun Ekspresi Maggie yang murung, membuatnya berhenti tertawa.
Tidak akan pernah ada hal seperti itu dalam pernikahan ku El. "Maggie menekuk wajahnya".
"Maggie Apa aku salah bicara? Aku tidak berniat untuk membuat mu sedih, Elsa menyesali candaannya yang tidak lucu itu".
Tidak El, tidak apa. "Kak Maxim memang tidak tertarik dengan ku. Kak Maxim bersikap baik padaku mungkin hanya karena dia menganggap aku temannya saja, tidak lebih".
Bagaimana mungkin seperti itu?" Elsa menaikan sebelah alisnya" .
Kak Maxim tidak mencintaiku El, Kau sendiri tahu siapa Wanita yang Kak Maxim cintai. "Maggie tertunduk lesu ".
Mengapa tidak kau saja yang mengungkapkan perasaanmu terlebih dulu? "Elsa menatap ke dalam mata Maggie, tersimpan cinta di kedua manik sewarna madu itu".
Kau mencintai Kak Maxim bukan, lalu apa masalahnya Maggie. Katakan saja padanya!
Maggie memicingkan matanya, dia menatap penuh tanya pada Elsa.
Dari mana kau tahu, aku mencintai Kak Maxim? "Maggie bertanya penuh selidik".
"Terlihat di matamu, Ayo lah Maggie katakan saja! " Elsa kembali menyemangati Maggie.
Maggie menggeleng pelan."Kau tidak akan tahu rasanya, aku tidak sanggup jika harus mendengar penolakan Kak Maxim ".
"Maggie aku tahu itu, tapi coba pikirkanlah!
Sebaiknya Kau beritahu saja perasaanmu padanya, Aku yakin Kak Maxim tidak akan menolak perasaanmu". Kak Maxim dan Devan adalah dua orang yang berbeda, selama aku mengenal Kak Maxim, dia tidak akan berlaku kasar pada wanita.
Kak Maxim bisa menguasai Emosinya jika sedang marah, dia tidak akan meluapkannya, namun berbeda jika itu menyangkut hal terpenting untuknya. Kak Maxim akan langsung melakukan tindakan saat hal berharga miliknya, di rusak atau di rebut orang lain.
Maggie mencerna kembali Semua ucapan Elsa, Maggie mendadak teringat saat Maxim membuang dan menghancurkan semua masakannya saat itu.
Maggie.... apa kau masih mendengar ku?" Elsa memanggilnya".
Iya El. aku mendengarnya. "Maggie tersenyum ".
Coba lah untuk memikirkan kembali perkataan ku barusan, jika kau sudah menemukan jawabannya.
Segera katakanlah pada Kak Maxim, akan perasaanmu yang sebenarnya. "aku yakin Kak Maxim juga akan memikirkan kembali semuanya, bukan tidak mungkin ia akan membalas perasaanmu".
Maggie melamun di balkon, merenungkan ucapan Elsa siang tadi, saat mereka menghabiskan waktu bersama.
🔥🔥🔥
Bughh...
"Lain kali pikirkanlah baik baik, Jauhkan tangan ini dari Istriku!
Atau Kau akan merasakan luka yang lebih buruk dari ini".
Maxim merapikan Jasnya, dia berbalik dan meninggalkan pria yang tersungkur di lantai.
Maxim tak menghiraukan kekacauan yang dia tinggalkan di club malam, tempat dimana Daniel Contez menghabiskan malam malamnya.
Daniel menatap berang pada Maxim yang mempermalukannya di depan umum seperti ini.
Like komen nya ditunggu....
💋💋💋
See You ❤