You Heart Me Season 2

You Heart Me Season 2
You Heart Me ~Part 38



Maggie mengusap air matanya yang tak berhenti mengalir membasahi wajahnya.


Maggie menatap kosong pada jendela kamarnya, dia mendengar sayup sayup Jasmine dan Aldrich beradu mulut di luar kamarnya.


Maggie memilih menyendiri seusai ia menyetujui Keinginan Maxim .Maggie kembali menangis saat mengingat beberapa momen bahagianya bersama Maxim.


Maggie mengabaikan ketukan pintu di kamarnya, dia memilih menulikan telinganya.


Drett... dret... dret..


Maggie menatap layar ponsel miliknya yang menyala, tertera nama Elsa pada benda pipih itu.


Maggie begitu enggan mengangkat panggilan itu, dia ingin menenangkan dirinya sendiri untuk sementara waktu.


Kenapa Maggie tidak menerima panggilanku?


Elsa menggerutu pada ponsel yang di genggamnya.


Ada apa El? "Dr.Sarah menatap Elsa dengan kerutan di dahinya ".


Elsa menggeleng, tidak ada jawaban apapun Maggie tidak mengangkat panggilanku.


Dr. Sarah bangkit dan menghampiri Elsa.


Tenanglah El, Kau bisa menemui Maggie di New York jika kau mau.Kau bisa memberi dukungan pada Maggie, saat ini Maggie sedang melewati masa sulitnya.


Dr. Sarah Kau benar, aku harus menemui Maggie. dia pasti merasa dunia ini tidak adil padanya.


Elsa mengalihkan tatapan pada Leon yang terbaring di ranjang pasien, Dr. Sarah yang melihat itu mengerti apa yang ada dalam pikiran Elsa.


Tenanglah El, Jangan khawatirkan tentang Kakakmu. Aku akan menjaganya, Kau bisa mempercayaiku.


Dr. Sarah Kau sudah banyak membantuku, aku tidak enak jika terus menerus merepotkan mu. Elsa menundukkan pandangannya.


Dr.Sarah mengusap pipi Elsa dengan pelan.


Aku sama sekali tidak merasa di repot kan El, Kau tidak usah merasa sungkan seperti itu.


Apa Kau tidak ingin memberi dukungan pada Maggie? saat ini Maggie pasti sedang membutuhkan seorang sahabat di sampingnya.


Elsa membenarkan ucapan Dr. Sarah dalam hati.


*


Maxim terima kasih, aku sungguh tidak menyangka Kau akan menikahi ku.


Anna menatap Maxim dengan senyum kemenangan di wajahnya, dia mencoba merayu Maxim.


Anna memainkan jemarinya di dada bidang Maxim, Anna menatap Maxim dan mencium bibir Maxim.


Anna sedikit menurunkan tangannya,Maxim mencegah tangan Anna yang akan melepas kancing kemeja yang ia kenakan.


Maxim tersenyum, ia menjauhkan Anna dari tubuhnya. "Aku akan kembali nanti" , Maxim kembali ke kamarnya.


Anna tersenyum, dia membaringkan tubuhnya dengan berpikir kemenangan berpihak padanya.


Maggie begitu enggan menoleh, dia mengira Jasmine dan Aldrich lah yang masuk ke kamarnya.


Apa Kau tidak berniat berbicara denganku!


suara bariton milik Maxim membuat Maggie menoleh sekilas pada pria itu.


Maggie menggeser tubuhnya menjauh,saat Maxim menjatuhkan tubuhnya di sebelah dirinya.


Maggie bangkit dan hendak melangkah keluar kamar,namun pergelangan tangannya di tahan oleh Maxim.


Maxim menarik Maggie hingga Maggie terjatuh tepat di pangkuannya,Maggie berusaha melepas cekalan Maxim yang semakin mengeratkan pelukannya di pinggang Maggie.


Kak Maxim lepaskan!


Maxim menahan tubuh Maggie, dia mencoba mencium Maggie. Lagi lagi Maggie menolak keras keinginan Maxim.


Aku tidak mau melakukannya dengan mu, Menjauh lah dariku!


Maggie memukuli dada bidang Maxim yang hendak memeluk tubuhnya, Maggie menangis terisak dengan memukuli dada bidang Maxim berulang kali.


Menjauh lah dariku!


Pergi dan Menjauh lah Kak Maxim, aku membencimu! " Isak Maggie di tengah tangisannya".


Maxim tertegun menatap Maggie yang begitu rapuh seperti ini, hatinya ikut tercubit melihat air mata bening menetes dari mata sewarna madu itu.


Maxim menjauh dari Maggie, dia meninggalkan Maggie di kamarnya.Maxim menatap ruang kerjanya, dia memilih untuk menyendiri di sana.


Tatapan terluka di matanya ,mengapa seolah aku yang menyebabkan semua itu. Mengapa aku harus melihat luka di wajahnya?


Maxim memegangi kepalanya, dia mengingat ucapan Anna.


*


Kau itu lihat itu Maxim? Kau dan Maggie menikah karena sebuah perjanjian.


Maggie menikah karena bibi Jasmine yang memintanya untuk menggantikan posisi ku, saat itu Maggie dan bibi Jasmine menculik ku dari pesta pernikahan kita dan Maggie yang menggantikan posisi ku saat itu.


Maxim mengingat ucapan Aldrich tentang ia dan Maggie yang menikah atas dasar cinta.


Kalian berdua saling mencintai, bahkan Kau begitu mencintai Istrimu.


Karena Kau sangat mencintai Istrimu, jika ada yang ingin kau salahkan. Salahkan saja ingatan mu, bukan Istrimu. Karena ia tidak mengerti apapun.


Daddy tahu Kau belum bisa mengingat Istrimu,tapi Percayalah! sebelum Kau kehilangan ingatan, Kau sangat mencintai Istrimu.


Arghhh.....


Maxim memegangi kepalanya dengan merintih kesakitan, dia mendapat sekelebat bayangan yang buram dan tidak jelas.


Seorang pria membanting stir mobil dan menepikan kendaraannya. Pria itu menendang ban mobilnya yang kekurangan angin, Setelah itu Pria itu memasuki toko bunga dan membeli satu buket bunga, -


Maxim mengerang bak hewan liar di hutan, kepalanya semakin berdenyut hebat.


Maxim menatap nanar bayangan dirinya di cermin, dia menampar wajahnya sendiri berkali kali.


Aku membenci diriku, aku benci pikiranku?


Maxim meninju cermin di hadapannya, darah mengalir dari buku jarinya.


Maxim tidak tahu siapa yang membohonginya. Pria yang sangat dia hormati, atau Anna wanita yang memiliki paras yang sama dengan Anne yang begitu ia cintai.


Siapa yang benar, dan Siapa yang salah? Siapa yang harus ku percayai? "Maxim bergumam".


*


Maggie menatap Anna dengan wajah sendu, ia begitu ingin melampiaskan amarahnya pada Anna.Maggie bukan tidak memiliki kekuatan untuk melakukan itu, ia hanya ingin Maxim kembali sembuh dan Maxim sendiri yang meminta Anna pergi dari Mansion ini.


Mengapa Maggie, apa Kau sudah menyerah?


Kau sungguh menyedihkan Maggie, bahkan dengan mudahnya aku bisa memutar balikan fakta yang ada.


Maggie hanya diam mendengar setiap ocehan yang keluar dari mulut Anna.


Aku pikir butuh waktu lama untuk kembali membuat Maxim percaya padaku, tapi ternyata Maxim masih sama seperti dulu.


Maxim pria yang tak mudah bersikap kasar pada Wanita, tangisan Wanita adalah kelemahannya. Aku sedikit mendapat keuntungan dari itu, dan Satu hal yang Maxim benci adalah kebohongan.


Maggie menatap Anna dengan kening mengerut, dia mencerna kata demi kata yang Anna ucapkan.


Anna hentikan !


Jangan menganggu menantuku ,-


Jasmine menegur dan menatap berang pada Anna yang bertingkah menyebalkan semenjak Maxim berniat menikahi Anna kembali.


Bibi Jasmine jangan lupa jika aku calon menantu di rumah ini, jadi aku akan memiliki hak yang sama dengan Maggie.


Jangan gila Anna, Kau menjadi menantuku itu tidak akan terjadi. Aku yang akan menentang pernikahan ini !


Lakukan saja sesukamu Anna, Aku hanya mengakui Maggie sebagai menantuku .Menantuku hanya Maggie, dan Maggie lah nyonya Orlando muda di Mansion ini.


Anna menghentakkan kakinya dengan kesal ke lantai, Anna meninggalkan Maggie dan Jasmine ,ia memilih kembali ke kamarnya.


Sial!


Aku harus meminta Maxim mempercepat pernikahan ini, aku takut ingatan Maxim akan kembali pulih.


Anna memegangi dahinya ,dia memijat kepalanya dengan pelan.


Sedangkan di lain tempat, Elsa tengah mempersiapkan barang bawaan yang akan ia bawa ke New York.


See You... ❤


💋💋💋


sudahkah kalian mencium aroma Last episode?


*Terima Kasih atas dukungan kalian semua, baik like komen maupun Vote nya sejauh ini.