You Heart Me Season 2

You Heart Me Season 2
You Heart Me~Part 22



Maggie menguap, ia merentangkan kedua tangannya .Maggie menoleh dengan cepat, saat mendapati wajah Maxim. pemandangan pertama pagi hari yang dilihat oleh matanya.


"Astaga jadi semalam".Maggie menutup mulutnya. Matanya memindai dirinya sendiri, Maggie dan Maxim hanya terbalut satu selimut yang sama.


Semburat Merah menyembul di kedua pipi Maggie, ia lalu menoleh pada Maxim.


Apa? "Maxim menaikturunkan alisnya".


Maggie mengintip tubuhnya sendiri dari balik selimut, Maggie lalu menggigit bibirnya dengan rona malu yang semakin tercetak jelas di pipi.


Apa Kau menyesal melakukannya dengan ku ? "Maxim kembali bersuara".


Maggie memandang Maxim, lalu ia menggelengkan kepalanya." Ini sudah tugasku ,Aku tidak menyesalinya".


Kemarilah! " Maxim memberi isyarat dengan gerakan kepala".


Maggie merangsek, ia lalu memeluk Maxim.


"Kak Maxim apa yang kau lakukan?"Maggie menjerit kecil saat tiba tiba Maxim membanting tubuh Maggie kembali ke ranjang.


Aku masih ingin menghabiskan waktu dengan Istriku.apalagi,olahraga di pagi hari seperti ini.bukankah itu menyehatkan?"ucap Maxim.


Kak Maxim Kau harus ke kantor.Maggie mencoba mengelak, ia masih merasa lelah.


"Aku tidak kekurangan uang Istri Cengeng ku".


Maxim menatap mata Maggie dengan lembut dan mencium pelipis Istrinya dengan penuh kasih.


Maggie memejamkan matanya, dia menikmati semua kasih sayang Maxim yang tumpah ruah untuknya.


"Istirahatlah! Aku akan mandi dan menyiapkan Makanan untuk kita."


"Tidak Kak Maxim, biar aku saja yang menyiapkannya.!"


Maxim melepaskan cekalan tangan Maggie pada lengannya.


Istirahatlah, Maggie aku tidak suka mengulangi kata kataku. jangan membantah, Kau mengerti!


Maggie langsung mengangguk patuh, ia tidak bisa membantah perintah Maxim.


**


 


Maggie dan Maxim berangkat bersama menuju Kantor. Maxim tidak hentinya memandangi Maggie.


Maggie sendiri duduk dengan tidak tenang, pasalnya Maxim kini selalu menatapnya dengan tatapan lapar.


Kak Maxim bisakah Kau fokus saja pada jalanan nya? "Maggie menelan dengan susah payah saliva nya ".


Mengapa Kau malah berhenti Kak!


Maxim mendekatkan wajahnya pada Maggie, lalu.


Cup...


Dasar Cerewet..." Maxim kembali duduk dengan benar dan menjalankan kembali mesin mobilnya".


Maggie mengelap bibirnya dengan mendengus kesal.


Sejak kapan Kau jadi mesum seperti ini Kak? "Maggie mengerucutkan bibirnya dengan kesal".


Sudah sejak dulu! "Maxim terkekeh saat melihat Maggie menatap tajam ke arahnya".


Maggie dan Maxim berjalan ke ruangan masing masing. Maggie yang hendak melangkah menuju ruangannya di tahan oleh Maxim, Maxim memegangi pinggang Istrinya itu.


Para Karyawan yang melihat tingkah Maxim dan Maggie, ikut tersenyum dan ada beberapa yang menggoda mereka dengan siulan dan decak kagum para karyawan perempuan yang iri melihat Maggie .


Maggie duduk di sebelah Maxim, pria itu bertingkah semaunya. Maggie kesal karena harus mengikuti rapat bulanan suaminya ini.


Maxim berbicara di depan para staf karyawan dengan tegas dan memberi penjelasan untuk target pemasaran produk baru mereka.


Maggie mencoba menyingkirkan tangan nakal Maxim yang tengah mengusap paha mulusnya.


Maggie menepis tangan Maxim, namun Maxim malah semakin menjahilinya.


Maggie menggigit bibirnya, ia merasa tidak nyaman dengan tingkah nakal suami mesumnya ini . Maxim membuat ia harus mati matian menahan suara yang akan membuat gempar seisi ruangan jika ia bersuara di tengah rapat sendirian.


Maxim tidak menghentikan gerakan nakal di paha Maggie, hingga Maggie duduk dengan gelisah di tempatnya.


Astaga Kak Maxim.aku hampir frustasi setengah hidup." Maggie mengumpat dalam hati, sedangkan Maxim seolah bersikap biasa saja".


Gaya bicaranya begitu kalem dan berwibawa, sangat kontras sekali dengan tangan nakalnya bergerilya kemana mana.


Setelah hampir 1 jam, akhirnya rapat pun selesai.Maggie bernapas lega, ia bisa terlepas dari rasa yang sulit untuk dijelaskan begitu menyiksanya sedari tadi.


Maggie bangkit dari kursi, dia akan melangkah meninggalkan ruang rapat.


Maggie duduk dengan bosan, ia hanya duduk dengan tidak melakukan apapun desain Maggie telah selesai sejak setengah jam yang lalu.


Maggie ,Tolong bawakan kopi untukku." Maxim berbicara tanpa melihat Maggie,ia masih sibuk dengan berkas di tangannya".


Baiklah! "Maggie keluar dan kembali dengan membawa segelas kopi".


Kak Maxim ini kopi mu, Maggie sedikit membungkuk untuk meletakan kopi itu di meja.


Stop, tetaplah seperti itu! "titah Maxim".


Maxim bangkit dari kursi dan berjalan ke arah Maggie, Maggie hendak berpindah dari posisi nya namun bahunya tertahan oleh tangan kekar Maxim.


Bruk.


Kak Maxim apa yang kau lakukan?" Maggie kaget saat Maxim tiba tiba menarik dan memeluk Maggie dengan erat oh tidak tapi sangat erat".


Kau berniat menggodaku dengan rok seperti itu bukan? uhm."Maxim masih memeluk Maggie".


Astaga Kak Maxim, aku tidak berniat seperti itu.lagi pula apa yang salah dengan rok ku.aku hanya mengenakannya saja!


Maggie melirikan matanya, saat Maxim kembali mendaratkan tangannya di paha Maggie.


Kak Maxim aku, -


Uhm....


Maggie tersentak kaget kembali ,saat Maxim tiba tiba membuat Maggie duduk dalam pangkuan Maxim.Manik keduanya beradu.


"Maxim mengecup Maggie dan memintanya diam dengan panggilan Sayang!"


Diam Sayang izinkan seperti untuk beberapa waktu!"


Seketika Maggie menatap tidak percaya pada Maxim.


Maggie tidak memberontak, seolah panggilan Maxim tadi membuat ia tertunduk patuh pada Maxim


 


🔥🔥🔥


 


Maggie kini duduk di dalam mobil, dia melihat ke arah Maxim yang terlihat lebih agresif pada dirinya beberapa hari ini.


Minggu ketiga pernikahan mereka, ada sedikit kemajuan pesat diantara Maxim dan Maggie.


Meski Maggie tidak tahu apa Maxim mencintainya atau tidak, yang terpenting ia dan Maxim kini lebih dekat dari sebelum sebelumnya .


Mengapa menatap ku seperti itu? "Maxim membuat Maggie tersadar dari lamunannya".


Maggie menggeleng, di lalu bersandar pada kursi dan memejamkan matanya.


Kau lelah? Suara Maxim kembali memecah keheningan di dalam mobil.


Hmm...


Maggie hanya menjawabnya dengan gumaman kecil.


Maxim menatap Maggie dengan sebuah senyuman, dia mengelus pipi Maggie dengan perlahan.


 


🔥🔥🔥


 


Maggie menggeliat di dalam tidurnya, ia merasa sangat haus. Maggie membuka matanya ,Maggie mengernyit saat mendapati dirinya sudah berada di dalam kamar .Maggie mendapati Maxim juga sedang memeluk dirinya, Maggie lalu berdecak kesal saat mengingat betapa kuatnya rengkuhan pria itu.


Maxim mengerjapkan matanya, Maxim bangun dari posisinya.


Ini minumlah! "Maxim mengulurkan segelas air putih untuk Maggie".


Maggie membeku menatap Maxim, dia sedikit terkejut akan kepekaan Maxim.


Maxim meletakan kembali gelas kosong itu, di nakas yang berada di sebelah kirinya.


Jangan menatap ku seperti itu, 3 minggu sudah kita bersama. Aku cukup tahu kebiasaan mu. "Maxim kembali merebahkan dirinya".


Maggie mencebikkan bibirnya kesal, Maggie menyusul Maxim berbaring. Maggie yang kesal tidur dengan memunggungi Maxim.


Maggie tersentak saat tangan kekar Maxim, menyusup ke dalam gaunnya. Maxim mencium puncak kepala Maggie, Maggie menoleh kepalanya ke belakang.


Maxim lalu mengecup bibir Maggie sebentar.


Maxim lalu melepaskan ciuman itu,ia mengecup kedua Manik sewarna madu milik Maggie.


Tidurlah, Kali ini aku tidak akan mengganggu tidur mu."Maxim terkekeh dengan ucapannya sendiri".


Maggie ikut terkekeh, dia lalu mengangguk.


Kak Maxim peluk aku!


"Tidak perlu meminta ,aku yang akan selalu memeluk mu". Maxim lalu merapatkan dirinya pada Maggie, mendekap Maggie dengan sangat erat namun tidak menyakiti atau membuat Maggie merasa sesak.


Maxim terkekeh, saat dia mendengar dengkuran halus Maggie dan napas teratur Istrinya itu.


Kau ini seperti anak kecil saja,Kau mudah sekali tertidur."Maxim tak mau tertinggal, dia lalu ikut menyusul Maggie menuju arus mimpi".


💋💋💋


Di tunggu Like dan Komennya..


See You ❤