
Mommy dan Daddy mengizinkan atau tidak, Anna akan tetap tinggal bersama kita!
Maxim mengabaikan tatapan Maggie yang terlihat datar, Maggie tidak bersuara apapun. Maggie hanya melihat semua tingkah Maxim tanpa berniat mencegah atau menghalangi keinginan Maxim yang ingin Anna ikut tinggal bersama Mereka.
Maggie hanya menatap punggung kokoh Maxim yang berlalu meninggalkan dirinya bersama Kedua orang tuanya.
Maggie ,Daddy minta maaf! Daddy tidak bisa melakukan apapun nak. Maxim sudah mengatakan semua keinginannya.sebagai Ayah Maxim, Daddy sungguh menyesal, karena tindakan Anak itu.
Daddy ini bukan salah Kak Maxim, Kak Maxim hanya sedang tersesat dan dia tidak tahu kebenarannya."Maggie mencoba tersenyum pada Aldrich ".
Aldrich dan Jasmine memeluk Maggie, Kedua orang itu mencoba memberi dukungan pada Menantunya.
Maggie membalas pelukan keduanya .
Kau pasti bisa Maggie, Maggie menyakinkan dirinya sendiri. " ia bergumam dalam hati".
🔥🔥🔥
Kak Maxim tunggu!
Anna dan Maxim berhenti, Maxim menatap Maggie dengan alis terangkat.
Bisakah Kau membantuku? Aku membutuhkan bantuan mu!
Anna menggelayuti lengan Maxim, dia mencoba menahan Maxim agar tetap bersamanya.
Maxim menatap Maggie dan Anna, dia lalu memilih Meninggalkan Maggie.
Maaf Maggie ,aku harus membantu Anna merapikan keperluannya. Aku akan menemui mu nanti!
Anna tersenyum miring, dia melambaikan tangannya pada Maggie dengan memasang wajah menyebalkan nya.
Maxim tunggu, aku ingin menanyakan sesuatu padamu?" Anna dengan suara manjanya"
Apa?" Saut Maxim dengan datar".
Apa Kau masih mencintaiku? "Anna sedikit mengeraskan suaranya ".
Maggie yang hendak melangkah menghentikan langkahnya, dia ingin mencuri dengar jawaban Maxim atas pertanyaan Anna.
Bukankah Kau sudah tahu jawabannya? Maxim balik bertanya.
Maxim jawab saja apa susahnya " Anna menggerutu kesal ,Karena Maxim tidak mau menjawab pertanyaannya".
Maxim berlalu melanjutkan langkahnya,tanpa menghiraukan ocehan Anna.
Anna yang merasa gagal membuat Maggie terluka, menghentakkan Kakinya dengan kesal mengekor di belakang Maxim.
Maggie juga kembali melanjutkan langkahnya,Maggie dan Maxim melangkah dengan berlawanan arah .
🔥🔥🔥
Maggie sedang menatap foto dirinya bersama Maxim saat berada di Venesia. Nampak Maxim sedang merokok berada di belakang Maggie, sedangkan Maggie berfoto dengan menggunakan kaca mata hitam.
Maggie menggeser layar ponselnya, dia menatap foto selfie saat dirinya tengah berjemur .
Maggie tersentak saat tiba tiba sebuah suara mengejutkan dirinya.
Kau terlihat sangat bahagia dalam foto itu!
Maggie menoleh ke samping, ia mendapati Anna berdiri di sebelahnya.
Anna, Kau!
Maggie segera mengunci ponselnya, dia menatap Anna dengan kerutan yang semakin dalam karena ucapan wanita itu.
Aku merasa kasihan padamu!
Kau benar benar sangat menyedihkan Maggie. "Anna tersenyum meremehkan ".
Apa Maksud ucapan mu Anna? Dan apa sebenarnya tujuan mu datang kemari?
Waw.... Kau tidak suka berbasa basi rupanya!.
Maggie,,, Maggie ,,,
Aku cukup terkesan dengan pemikiran mu yang cekatan seperti itu, menarik!
Jangan mengalihkan pembicaraan Anna, Katakan saja apa keinginanmu? " Maggie menatap geram dengan sekuat hati dia menahan amarahnya, Maggie mencoba bersikap tenang di hadapan Anna".
Baiklah, Aku hanya ingin mendapatkan kembali Posisi ku!.
Apa kau bisa memberikannya padaku? "Anna melipat kedua tangannya di depan dada dengan dagu terangkat ".
Maggie memicingkan matanya, ia mencerna ucapan Anna. Seketika Maggie, mengepalkan tangannya.
Maggie berdecih, ia tersenyum pada Anna.
Ck. Posisi Apa yang kau bicarakan? Jelas kau tidak mempunyai posisi apapun disini,Kau hanya tamu Anna .Jadi bersikaplah sebagaimana layaknya seorang tamu. "Maggie dan Anna saling berpandangan dengan sorot mata yang memiliki arti masing masing ".
Kau menyedihkan Maggie,Maxim tidak pernah mencintaimu !
Maxim mencintaiku Maggie, apa Kau dengar itu?
Jika aku berada dalam posisi mu saat ini ,aku pasti akan membiarkan Maxim hidup dengan Wanita yang di cintai nya." Anna masih belum melepaskan tatapannya pada Maggie".
Maggie semakin menajamkan tatapannya, seketika matanya memanas.
Tidak, Tidak aku tidak boleh lemah di hadapan Anna. Kak Maxim suamiku, Aku berhak memperjuangkannya. " Maggie mengepalkan tangannya hingga buku jarinya memutih".
Apa Kau tidak malu, Kau mengatakan semua itu tanpa mengingat tindakanmu! hari dimana, Kau meninggalkan Kak Maxim sendirian di pelaminan. Kau membuat Kak Maxim dan Keluarganya mendapat cemoohan dari para tamu.
Kau salah Anna, aku lebih beruntung dari yang Kau bayangkan!
Kak Maxim memang belum mencintaiku, namun aku yakin dia akan mencintaiku!
Maggie menatap Anna dengan senyum bahagia yang coba ia tunjukan agar terlihat kuat!
Maggie, Anna...
Kedua wanita yang merasa memiliki nama itupun menoleh bersamaan pada asal suara.
Maxim, Kak Maxim... "ucap keduanya bersamaan".
Apa yang kalian bicarakan? Kalian nampak serius saat membicarakannya. "Maxim menyentuh bahu Maggie, seketika Maggie tersenyum manis pada Maxim ".
Maggie kau bilang kau membutuhkan bantuan ku bukan! Apa yang harus aku lakukan?
Anna menatap kesal karena Maxim terlihat menatap Maggie dengan tatapannya yang sangat dalam.
Maggie yang melihat raut kesal Anna, memanfaatkan keadaan yang ada.
Kak Maxim, bisakah kita membicarakannya di kamar saja!
Aku membutuhkan privasi, ini bersifat pribadi. Aku tidak ingin ada orang asing yang mendengarnya!
Maggie melihat Anna yang semakin kesal, bahkan wajah Anna terlihat merah padam menahan Amarah.
Baiklah,kita bicarakan ini di kamar saja!
Anna, aku sudah menyiapkan semua yang kau perlukan! Kau sudah bisa menggunakan kamar tamunya untuk beristirahat.
Anna hanya mengangguk, Maxim aku, -
Anna nanti saja! aku harus berbicara dengan Maggie.
tapi Maxim, -
Anna berdecak kesal saat Maggie menatap Anna dengan tatapan mengejek.
Maggie melingkarkan tangannya di pinggang Maxim,Maggie mencoba bersikap mesra di hadapan Anna.
Maxim dan Maggie memasuki kamar mereka, Maxim melihat tangan Maggie yang masih melingkar manis di pinggangnya.
Apa Kau akan terus memelukku seperti ini?
Kedua manik itu beradu pandang, Manik hitam pekat milik Maxim dan Mata sewarna madu milik Maggie berada dalam jarak yang sangat dekat.
Hembusan napas Maxim bahkan menerpa wajah Maggie, Maggie dapat melihat ada sedikit harapan dalam manik hitam Maxim.
Mata ini Mata yang sejak tadi aku rindukan. Maxim mengulurkan tangannya pada Wajah Maggie, dia menyusuri kulit wajah Maggie dengan punggung tangannya.
Anna mengepalkan tangannya, dia tidak bisa melihat Maggie dan Maxim berbahagia. Sementara dirinya menderita, Arnold membuangnya Setelah begitu banyak yang Anna korbankan untuk pria yang di cintai nya itu.
Sial... Aku harus kembali mendapatkan Maxim ,Hanya Maxim harapanku!
Seandainya dulu aku tidak meninggalkan Maxim, Karirku tidak akan hancur. Bodoh Anna Kau bodoh... Kau memilih meninggalkan mesin ATM mu demi pria sialan yang kini meninggalkanmu saat Kau tidak memiliki apapun !
Anna mengingat saat dimana dia mendapati Arnold tengah bercinta dengan wanita lain di Sebuah Kamar hotel.
Anna memukuli Arnold dan mengusir Wanita itu dari sana. Anna dan Arnold berada dalam satu mobil, mereka berdebat dan bertengkar membuat Arnold kehilangan fokusnya pada jalanan.
Arnold yang tidak begitu memperhatikan jalan, tanpa sengaja menabrak Seorang pria yang tengah membawa sebuket bunga di tangannya.
Arnold dan Anna begitu kaget saat mendapati pria itu terlempar cukup jauh dari tempat ia berdiri semula.
Anna dan Arnold turun dari mobil, Keduanya menatap tidak percaya pada apa yang di lihatnya.
Maxim tergeletak dengan kepala yang bersimbah darah. Arnold segera masuk kembali ke dalam mobil, Anna mengekor di belakangnya.Anna dan Arnold memilih pergi meninggalkan Maxim tanpa rasa bersalah sedikitpun.
Flashback off!
.
.
.
Terima Kasih sudah memberikan dukungannya sejauh ini, Maaf yah Author belum bisa memenuhi permintaan Kalian untuk Crazy up.
💋💋💋
See you❤