
Maggie duduk dengan tidak nyaman di sebelah Maxim. hari ini Maggie terpaksa harus ikut bersama Maxim Ke Jepang. Maggie mengelus lengannya, suasana dalam Pesawat dingin. Maggie tidak berani mengatakan pada Maxim untuk menurunkan suhu AC nya.
Maggie melirik ke arah Maxim, pria itu terlihat sibuk membaca majalah di tangannya.
Maggie memilih menatap awan di jendela, dari pada menatap pria yang sedari tadi tidak berbicara sama sekali padanya.
Apa suhu AC nya perlu di kecilkan?
Maggie segera menoleh ia menatap Maxim yang masih terlihat membaca majalah. Maggie melihat pria itu meraih remot AC dan mengecilkan Suhunya.
Mendadak hati Maggie terasa meleleh, itu artinya Maxim sedikit mengamati gerak geriknya bukan.
Te... Terima Kasih!
Sialan,mendadak Maggie merasa gugup.
Lagi lagi Maxim tidak menyahuti, Pria itu kembali bersikap acuh.
Maggie terlihat menguap, Maxim sedikit melihat ke arahnya. Maggie segera menutup mulutnya dengan tangan. Pagi buta mereka melakukan penerbangan.
Maggie tidak bisa menghilangkan momen saat Maxim terbangun di pangkuannya ?Maxim yang terlebih dulu bangun, menatap Maggie dalam diam. Sampai saat ini, tidak ada pembahasan apapun tentang kejadian pagi tadi.
Maxim membuang wajahnya dari Maggie, Maxim terlihat beranjak pergi dari Kursi.
Maxim ternyata berdiri dan Sibuk dengan berkas di tangannya.
Maggie yang masih mengantuk pun memilih membuat dirinya senyaman mungkin dengan mata terpejam.Perlahan Maggie benar benar terlelap.
Maxim memandang kearah Maggie, Melihat Maggie yang sudah tertidur. Maxim segera menyimpan dokumennya, Maxim sedikit berlari saat menuju ke tempat duduk.
Maxim segera menahan Kepala Maggie yang akan terantuk Kaca Pesawat. Maxim memposisikan dirinya di sebelah Maggie, Tangan Maxim tanpa sengaja menyentuh pipi mulus Maggie.
Maxim membawa Maggie ke dalam pelukannya,Menyandarkan Kepala Maggie di bahunya. Maxim menyentuh surau Maggie menghirupnya ,Maxim memejamkan matanya .
Aroma yang sama dengan mendiang Anne,Aroma buah yang menjadi kesukaan Wanitanya.
Wanita yang pertama kali mengenalkannya pada Cinta .
Maggie sedikit menggeliat ,Maggie yang merasa kedinginan meringkuk dengan memeluk tubuhnya sendiri. Maxim yang melihat itu mengulurkan tangannya ,mendekat Maggie semakin erat. Maxim ikut memejamkan matanya.
🔥🔥🔥
Maaf tuan tapi hanya tersisa satu kamar!
Resepsionis itu memberikan kuncinya pada Maxim.
Maxim dan Maggie masuk ke hotel yang tidak terlalu mewah. Karena Hampir tidak menemukan hotel yang menyisakan dua kamar. Maxim menyerah, dia sudah lelah mencari hotel yang masih tersisa 2 kamar kosong. Maxim sedang mengalami kesialan atau ini memang sudah menjadi rencana Tuhan.
Aneh, dari sekian banyak Hotel mewah dan kecil di Kota ini yang mereka sambangi tadi. entah kenapa Semua Hotel itu hanya tinggal tersisa satu kamar? Maxim membatin.
Maggie merasa canggung dan Kaku, entahlah. Maggie merasa menjadi bisu. ia masih merasa malu, saat mengingat semua kejadian hari ini.
Maxim terlihat keluar dari kamar mandi, dengan handuk yang terlilit di pinggangnya.
Maxim melihat Maggie yang tengah melamun, Maxim melangkah mendekat pada Maggie. Maggie tersentak dari lamunannya, kala hidungnya mencium aroma harum mint yang menguar dari tubuh Maxim.
Astaga!
Maggie membuang tatapan nya ke arah lain. ya Tuhan ada apa dengan jantungku? batinnya bergumam.
Maggie , Mencoba bersikap tenang. ia tidak ingin terlihat aneh di hadapan Maxim, Maggie berusaha menutupi detak jantungnya, yang seperti berlari maraton saat berada dengan jarak sedekat ini dengan Maxim.
Maxim tengah meraih Koper dan mengambil bajunya,Maxim terlihat kesusahan saat membuka kopernya.
Maxim membuka paksa Kopernya dengan manarik resleting itu dengan kuat.
di saat yang sama Maggie memilih ingin ke kamar mandi membersihkan dirinya.
Dugh...
Maxim tidak sengaja menendang tubuh Maggie hingga membuat Maggie hampir terjatuh.
Maxim segera menangkap tubuh Maggie, Maggie memejamkan matanya. dan seketika kerutan nampak muncul di dahinya. aku tidak merasa sakit gumamnya.
Maxim menatap wajah Maggie, aroma buah dari rambut Maggie menusuk indera penciumannya. Maggie segera membuka matanya, dia sempat terkejut saat mendapati Maxim menahan tubuhnya.
Kedua manik itu beradu. terkunci cukup lama, hingga Maggie sedikit berdehem untuk menetralkan detak jantungnya.
Maxim melepaskan cekalan nya dan Maggie jatuh tersungkur ke lantai.
Ahh... Maggie meringis memegangi bokongnya. dia dengan kesal pergi ke kamar mandi.
Maggie berendam dengan pikiran yang tidak lepas dari Maxim.
Astaga, rasanya aku tidak ingin mandi. biar saja aroma Kak Maxim selalu menempel di tubuhku. Maggie segera menutup mulut bawelnya.
Mengapa aku jadi berpikiran tentang nya? Maggie cepat cepat menyelesaikan ritual mandinya.
🔥🔥🔥
Maggie menatap dirinya di cermin, sejak tadi ia tidak tenang memakai kemeja Maxim yang kebesaran di tubuh kecilnya.
Maxim kembali ke Hotel tempat ia menginap. Maxim mengibaskan pakaiannya yang sudah basah kuyup terkena hujan.
Maggie terlonjak kaget saat mendapati Maxim di ambang pintu,saat Maggie keluar dari kamar mandi Pria itu tidak ada dan baru kembali saat malam hari.Maxim menutup pintu Kamar Hotel dan menatap penuh selidik pada Maggie yang mengenakan Kemeja miliknya.
Kak Maxim bolehkan aku meminjam kemeja mu? "Aku tidak menemukan Pakaianku, sepertinya pakaian ku tertinggal". Maggie meremas tangannya sendiri dengan gugup.
Maxim diam artinya iya.
Masih dalam suasana hening, Maxim masuk ke dalam kamar mandi dia meninggalkan Maggie yang masih terlihat asing untuknya.
Maggie mendengus kesal melihat sikap acuh Maxim padanya.
Tak lama Maxim keluar dengan handuk yang di lilitkan di pinggangnya. Maxim melepas handuknya, dia melempar handuk ke arah ranjang, Maggie hampir saja menutup matanya namun ia urungkan karena Maxim ternyata mengenakan celana pendek.
Maxim duduk dan menyalakan rokoknya, satu hal baru yang Maggie ketahui. Maggie menelan kasar saliva nya, Astaga ! pemandangan Maxim yang seperti ini, sungguh indah. Ah Maxim memang tampan bukan, terlebih sejak dulu Maggie mengaguminya.
Krucuk ......Krucuk .....Krucuk....
Maggie menggigit bibir bawahnya, saat mendapati Maxim menoleh ke arahnya. Maxim nampak tersenyum meski sangat tipis, namun Maggie bisa melihat itu.
🔥🔥🔥
Ting Tong....
Maggie hendak melangkahkan kakinya, Tangannya akan menekan tuas pintu. Lalu sebuah tangan besar ikut menahannya, milik Maxim .
Biar aku saja! Kau tidak mungkin menemui petugas hotel dengan pakaian seperti itu. Maggie menatap dirinya sendiri dan mengangguk.
Berdiri lah di belakang ku! perintahnya kemudian.
Maggie mengiyakan saja, Karena Memang pakaian yang di kenakan sangat tidak sopan.
Petugas itu sedikit menoleh ke arah Maggie, dia melihat Maggie yang berdiri di belakang Maxim .Maxim yang tahu tatapan itu segera menutupi tubuh Maggie dari petugas Hotel yang mengantar pesanan makanannya.
"Kau bisa pergi '' ucap Maxim pada petugas hotel itu.Maxim segera menutup pintunya dan tak lupa menguncinya.
Makanlah! Jangan Sampai Kau merusak semua jadwal Pekerjaanku di sini.
Terima Kasih Kak Maxim.
Maggie duduk dengan tidak nyaman, jujur saja mengenakan Kemeja Maxim seperti ini sungguh mengekspos bagian pahanya.
Maggie meraih bantal dan ia gunakan untuk menutupi pahanya yang ternyata di perhatikan oleh Maxim.
Makan malam bersama setelah mereka resmi menjadi suami istri.
🔥🔥🔥
Maxim sibuk dengan laptop di tangannya, dengan kacamata yang bertengger di hidung mancung pria itu.
Maggie semakin di buat terpesona seharian ini. Maxim memang tampan, dan Maggie tidak bisa memungkiri itu.
Maxim terlihat merapikan laptop dan melepaskan kacamatanya, Seperti nya ia selesai dengan Pekerjaannya.
Pria itu merebahkan tubuh polosnya tanpa atasannya dengan tenang di ranjang.
Maggie masih bersandar di kursi, dia terlihat bingung. dirinya juga sudah mengantuk, dia berpikir keras dimana ia harus tidur. Sofa ini saja hanya muat untuk satu orang.
"Tidurlah di sebelahku, kau tidak akan muat tidur di kursi itu! "Suara Maxim membuat Maggie seketika menoleh ke arah pria itu.
Maxim berbicara dengan mata terpejam, dia seolah membaca isi pikiran Maggie.
Maggie beranjak dia segera melangkah ke sisi ranjang dan ikut masuk ke dalam selimut. Satu Lagi yang Maggie tahu, Maxim tidur dengan bertelanjang dada. Keduanya tertidur dengan saling memunggungi.
Maggie merangsek ke sebelah Maxim, tanpa sadar ia memeluk tubuh Maxim dari samping. Maxim sedikit mengernyit, saat merasakan pergerakan Maggie. Maxim yang masih mengantuk tidak bereaksi apapun.
Maggie yang merasa kedinginan semakin mendekat ke arah Maxim seolah mendapatkan kehangatan dari tubuh pria itu. Maggie menempelkan kepalanya di dada bidang Maxim, Maxim secara reflek melingkarkan lengannya memeluk punggung Maggie.
💋💋💋
Maaf banget yah kemarin udah mau update, tapi ke hapus karena ngantuk. auto ngetik ulang.
Budayakan like setelah membaca.💋
See You ❤