
Jangan di kuncir, biarkan saja surau mu tergerai."Maxim mencegah lengan Maggie yang akan menguncir surau panjang miliknya".
Maggie lalu mengurungkan niatnya,dia berdiri dan merapikan dress panjang hitam yang di kenakan .
Ayo Kak ,aku sudah siap.Maggie begitu bersemangat ,dia melingkarkan tangannya di lengan Maxim .
Tunggu sebentar ,Maxim merogoh saku celananya .
Ini ,kenakanlah !
Maggie mengulum senyum ,saat Maxim menyodorkan kotak kecil yang Maggie tebak isinya sebuah Cincin.
Mengapa dia malah melamun.Astaga menyebalkan sekali.
Maxim meraih jemari Maggie dan memasukan cincin itu di jari manis Maggie.
Apa Kau menyukainya? Maxim mendengus kesal saat Maggie hanya diam dengan memandangi cincin yang melingkar manis di jarinya.
Itu pemberian Mommy, Mom memintaku untuk memberikan cincin itu pada Istriku. Jadi mulai saat ini, simpan baik baik benda ini." Maxim menatap heran pada Maggie, yang seperti tidak mendengarkan ia berbicara".
Maggie masih betah dengan lamunannya , hingga Maggie tidak sadar .ia dan Maxim sudah berada di tengah tengah kerumunan.
Maggie tersentak saat sebuah suara memanggilnya ,Maggie ! hai, kemari lah .
Maggie menoleh pada si empunya suara,Angela juga ada di sini ?" Maggie bertanya pada Maxim".
Maxim mengangguk .
"Kau bisa berbincang dengan Angela jika kau mau ? aku akan menemui semua rekan bisnisku" .Maxim menatap Maggie menunggu jawaban Istrinya .
Uhm...Ba..Baiklah ,aku akan menemui Angela .Maggie menyunggingkan senyum ragu nya .
Maxim tahu Maggie masih merasa takut,untuk menjauh darinya di tengah pesta seperti ini .
Tenang saja ,aku akan memperhatikanmu dari sini." Aku Janji ,tidak akan terjadi apapun selama aku bersama mu".
Maggie lalu Reflek mencium pipi Maxim ,sebagai tanda ia percaya pada ucapan pria itu.
Maxim mematung di tempat, dia tidak menyangka Maggie memiliki keberanian menciumnya di tempat umum seperti ini.
Maggie menggigit bibirnya sendiri, ia memeluk Maxim ."aku percaya padamu Kak, Sungguh".
Maggie melangkah menuju meja Angela, sedangkan Maxim masih menormalkan detak jantungnya, yang kian meleleh karena perlakuan Maggie.
Wow, Hai Mr. Orlando...
"Apa Kau baik baik saja?" Victor yang melihat tingkah Maggie barusan berniat menggoda Maxim".
Maxim berdehem dan kembali memasang wajah serius. Maxim menganggukkan kepala.
"Kau tahu Maxim, saat di depan istrimu? Kau pasti akan menjadi pria paling lemah lembut di dunia ini, namun saat Istrimu sedang marah Kau adalah pria pertama yang akan terkena imbasnya".
Maxim mengangkat bahunya acuh, sejauh ini Maggie tidak pernah marah atau kesal padaku. "Maxim menatap Maggie dari kejauhan, sesuai ucapannya dia akan memastikan keadaan Maggie akan tetap baik baik saja".
Angela terlihat menggoda Maggie,karena Maxim masih menatap ke arah Maggie terus menerus.
Hai Orlando?" Maxim dan Victor menoleh pada David yang menyapa keduanya".
Apa aku menganggu obrolan kalian? "David kembali berceloteh".
Dimana Istrimu tuan Victor? " David mengikuti arah pandang Victor Wong".
Dia ada di sana.Victor memanggil Istrinya untuk bergabung lewat pelayan yang mengantarkan minuman .
Angela kenalkan, ini David Contez salah satu rekanan kami.
Angela menyalami David. Maxim mengerutkan dahi saat tidak mendapati Maggie di tempat terakhir ia melihatnya.
Dan Kau Maxim Orlando, Dimana Istrimu? Aku sangat ingin berkenalan dengan model ternama itu.
Angela dan Victor saling pandang, karena yang mereka tahu Maggie adalah seorang desainer dan Sekretaris bukan model.
Angela yang melihat Maxim melihat ke semua arah mencoba memberitahunya.Dia sedang pergi ke toilet. Maxim yang mendengar itu tidak bisa menghilangkan kekhawatirannya .
Aku akan menyusulnya. Maxim mengacuhkan David yang menatap heran padanya.
🔥🔥🔥
Astaga! Kak Maxim ,Kau hampir membuatku jantungan. untung saja aku tidak memiliki riwayat jantung, aku pikir tadi kau orang asing.
Mengapa Kau kemari Kak? "Maggie menatap Maxim dengan kening berkerut".
"Kau baik baik saja? " Maxim balik bertanya.
Maggie semakin tidak mengerti namun ia memilih mengangguk mengiyakan."Maggie menekuk bibirnya, ia merasa kesal Maxim tidak menyahuti pertanyaan nya".
Maxim menghembuskan napasnya dengan lega. Maxim lalu mengapit tangan Maggie dalam genggamannya.
Maggie menatap sekeliling saat ia dan Maxim melewati koridor Toilet, ada beberapa Wanita yang menatap Maxim dengan tatapan yang membuatnya merasa jengah.
Maggie berdecak kesal, dia menekuk wajahnya. "Maxim sendiri tidak memperhatikan sekitarnya, dia hanya fokus kembali ke meja untuk membuat Maggie duduk diam di sana".
Maxim mendorong kursi, dia menjatuhkan Maggie agar duduk di sana.
Kak Kau mau kemana? Kau tidak ikut duduk bersama ku? "Maggie mengernyit saat melihat Maxim berdiri di sebelahnya".
Suami mu ini akan melangkah menuju podium, Kau akan menyusul ku ke sana nanti.
Maxim berbicara dengan kepercayaan diri, yang membuat Maggie menatapnya dengan tatapan geli.
Apa Kau yakin akan naik ke atas podium? Maxim menoleh pada Maggie.
Apa Kau meragukan kemampuan ku? "Maxim mendekatkan bibirnya ke telinga Maggie lalu berbisik, Bukankah Kau sudah tahu kemampuan ku saat kita ada di kamar? ".
Semburat Merah bermunculan di kedua pipi Maggie, Maggie menelan kasar saliva nya dengan susah payah.
Maxim terkekeh melihat perubahan raut wajah Maggie yang mendadak itu.
Astaga, Kak Maxim semakin mesum saja! Maggie menggerutu dalam hati.
🔥🔥🔥
Kita sambut pemenang penghargaan pengusaha termuda dan berkharisma tahun ini."Suara MC menggema memenuhi gedung Pesta, Maxim melipat kedua tangannya di depan dada.
Penghargaan CEO termuda dan berkharisma tahun ini jatuh kepada...
Maxim Orlando .
Seperti biasa, Maxim Orlando selalu menjadi Winner di ajang bergengsi ini.
Suara riuh tepuk tangan kian terdengar ,memenuhi setiap gendang telinga di ruangan itu .
Posisi kedua jatuh kepada...
David Contez .
Dan posisi ketiga jatuh kepada Victor Wong.
David mengepalkan tangannya, dia begitu tidak menyukai keputusan Dewan direksi malam ini.
"Mengapa Maxim selalu selangkah di depanku? ". David kian meradang, dia lantas menutupi amarahnya dengan melangkah dan menahan emosinya.
Kau lihat itu Contez ,aku selalu menjadi yang pertama. Maxim menatap lurus ke arah meja tempat Maggie duduk. Maggie tersenyum sangat manis, di duduk dengan mengerlingkan sebelah matanya pada Maxim.
Maxim menatap lekat pada istrinya itu sekelebat bayangan Anne muncul di ingatannya. Maxim kemudian membulatkan matanya saat bayangan Anne ,duduk di tubuh Maggie.
Bayangan Anne lenyap seiring suara gemuruh tepuk tangan kembali terdengar nyaring di telinga Maxim.
💋💋💋
Like komen nya ditunggu....
See You ❤