
Maggie memilin ujung gaun yang di kenakan nya, Maggie berlari sebisa mungkin.Maggie bahkan tak menghiraukan Kaki telanjangya yang terluka karena gesekan aspal, Maggie mengusap air matanya yang tak henti mengalir.
Maggie mengacuhkan tatapan semua mata yang memandang ke arahnya dan terus melangkah menuju Rumah Sakit. Maggie tidak bisa menunda niatnya untuk menemui Maxim, saat ini hanya kesempatan ini yang di milikinya.
Maggie, Kak Maxim tertusuk pisau oleh Anna.. Dia kini kehilangan kesadarannya. Maafkan aku Maggie, ini semua karena Kak Maxim ingin menyelamatkanku. "Suara serak disertai tangis terdengar jelas di telinga Maggie ".
Ucapan Elsa saat menelponnya tadi kembali terngiang di sepanjang perjalanannya menuju Rumah Sakit, Maggie berjalan kaki karena ia tidak membawa sepeserpun Uang atau sekedar mengganti pakaiannya.Maggie benar benar di landa rasa takut, yang ada dalam pikirannya hanyalah Maxim seorang.
Setelah cukup jauh berlari, Maggie mengatur deru napasnya. Maggie menatap dengan binar bahagia, saat dirinya sudah berada di lingkungan Rumah Sakit.
Maggie tidak mempedulikan penampilannya yang masih mengenakan pakaian tidur berlengan pendek ,serta tatanan rambut yang masih ia gulung dengan asal ,bahkan dirinya melupakan fakta jika ia tidak mengenakan alas kaki.
Semua orang yang berada di Rumah Sakit menatap ke arahnya, tatapan yang memiliki banyak arti. Pasti semua orang mengira jika Maggie mungkin seorang gelandangan yang hidup terluntah luntah di jalanan.
Perlahan tapi pasti kembali Maggie meneruskan langkah kakinya, Maggie berhenti tepat di lorong Rumah Sakit.
Maggie berjalan dengan sangat pelan matanya menangkap dengan jelas ,saat melihat Jasmine memeluk Elsa dengan punggung bergetar hebat.
Mommy...
Seketika semua mata tertuju pada Maggie yang kini tengah menatap Jasmine dengan keadaan kacau nya serta air matanya yang mulai turun mengalir deras.
Jasmine, Aldrich juga Elsa menoleh pada Maggie. Semuanya terpusat pada keadaaan Maggie yang tampak kacau dan begitu menyedihkan.
Maggie ..
Baik Aldrich maupun Jasmine berteriak bersamaan saat melihat Maggie terjatuh begitu saja.
Elsa segera berlari mengikuti Jasmine dan Aldrich yang lebih dulu mendekati Maggie.Jasmine menepuk pipi Maggie, namun Maggie masih memejamkan matanya dengan erat.
Aldrich berteriak memanggil petugas, tak lama para suster dan perawat lainnya datang.
*
Jane,Katakan dimana putriku? Louis berteriak di hadapan Jane dengan amarah yang kian memuncak.
Aku tidak tahu dimana dan kemana Maggie pergi, Aku saja tidak melihatnya sejak pagi."Jane menundukkan pandangannya karena takut pada Louis ".
Jane tidak tahu dimana putrinya itu, ia benar benar berkata jujur.
Louis yang mendengar dering telepon berbunyi memilih meninggalkan Jane, Louis mematung di tempat saat mendengar ucapan seseorang dari balik telepon .
Louis ada apa?
Jane menatap Suaminya dengan alis terangkat, pasalnya Louis hanya diam mematung di tempatnya.
*
Jasmine memeluk Aldrich, kabar bahagia kini mereka dapatkan. Maxim kembali pulih dari ingatannya, benturan keras saat Maxim terjatuh setelah melesatkan tiga peluru ternyata membantunya mendapatkan kembali ingatannya.
Elsa yang tengah menunggu Maggie terbangun, memilih menelpon Jane namun sayangnya Louis lah yang menerima panggilan darinya.
Elsa menatap Maggie yang perlahan membuka kelopak matanya.Senyum Elsa mengembang sempurna,Maggie menatap kearahnya dengan kerutan yang semakin dalam di dahinya.
Elsa?
Iya Maggie ini aku, Maggie aku senang sekali mendengar Kalau, -
Maggie Sayang!
Mommy, Maggie berusaha untuk terbangun dan menatap Mommy Jasmine.
Jasmine memeluk Maggie, dengan semburat senyum di wajahnya.Jasmine menatap Maggie dengan mengelus puncak kepala menantunya itu. Jasmine bahkan berkali kali mengecup kedua pipi Maggie dengan bergantian.
Mommy, ada apa? Mengapa Mommy memelukku seperti ini. "Maggie menatap Ayah mertuanya, meminta jawaban".
Aldrich mengangkat bahunya acuh, dia hanya memberikan seutas senyum yang membuat Maggie semakin dilanda kebingungan.
Mommy Ada yang harus kau ketahui? ini tentang Ayah, -
Jasmine menatap Maggie menunggu Maggie melanjutkan ucapannya. Aldrich juga mulai memperhatikan Maggie yang kelihatan berbicara dengan serius.
Katakanlah nak?
Ada apa dengan Ayahmu?.
Jasmine menggenggam jemari Maggie memberinya kekuatan untuk mengatakan semuanya.
Ayah memintaku untuk berpisah dengan Kak Maxim, Mommy sungguh aku tidak mempunyai niat meninggalkan Kak Maxim dalam keadaannya yang seperti ini.
Tenanglah Maggie, aku sudah menelpon Ayahmu. Aku yakin Ayahmu akan merubah keputusannya ."timpal Elsa dengan nada yang begitu meyakinkan ".
Mengapa paman dan Bibi tertawa? aku benar benar sudah memberitahu paman Louis,Jika ingatan Kak Maxim telah pulih.
"Benarkah? Kau tidak sedang berbohong kan? "Maggie menatap Elsa dengan penuh selidik.
Elsa menggeleng sebagai Jawaban.
Mommy aku ingin menemui Kak Maxim, antar kan aku pada Kak Maxim .
Jasmine hanya mengiyakan, dia membantu Maggie untuk duduk di atas kursi roda yang
telah di siapkan sebelumnya.
*
Maxim terbaring di tengah ranjang pasien sendirian, Seseorang hendak menyelinap masuk dan hendak berniat jahat pada Maxim.
orang mencurigakan itu bersembunyi di balik tirai jendela, saat mendengar suara dari arah pintu. tepat setelah orang yang hendak mencelakai Maxim bersembunyi,Louis dan Jane sampai di ruangan tempat Maxim mendapat perawatan.
Louis tenangkan dirimu, ini lingkungan Rumah Sakit. Kau tidak bisa bertindak gegabah seperti ini. Jane mencoba menenangkan Suaminya, agar ia tak melampiaskan amarahnya di ruangan rawat Maxim.
Maxim mengernyit saat mendengar suara keributan yang mengusik istirahatnya, Perlahan manik hitam itu terbuka menyesuaikan penglihatannya.
Maxim memegangi kepalanya, dia menatap lurus pada dua orang tua yang ia ketahui orang tua Istrinya Maggie.
Ayah, Ibu.. Kalian ada di sini!
Nak Maxim Sudahlah,Jangan memaksakan diri untuk bangun. Kau harus banyak beristirahat dulu. Jane menahan pergerakan Maxim yang ingin berubah posisi.
Kak Maxim...
Panggilan Maggie membuat pusat perhatian teralihkan padanya.Louis serta Jane juga menoleh saat mendengar suara putri mereka.
Ada apa dengan Maggie?
Mengapa Kau harus duduk di kursi roda seperti ini nak? .
Jane duduk bersimpuh di hadapan Maggie, dia memegangi wajah putrinya.
"Tenanglah Bibi Jane, Maggie hanya kelelahan Saja! Maggie kehilangan hampir seluruh tenaganya karena dia berlari sangat jauh dari Rumah Maggie hingga kemari" celetuk Elsa yang tiba tiba menimpali.
Maggie menatap Elsa dengan bibir yang menggerutu.
Semua orang yang mendengar ocehan Elsa seketika tertawa, namun tidak dengan Louis yang masih diam memandangi putrinya.
Maggie, Louis memeluk Maggie dengan sangat erat. punggung Louis bergetar hebat, dia menangis dalam pelukan putrinya.
Maafkan Ayah Nak, Ayah tidak bermaksud memisahkan kalian. Ayah hanya tidak sanggup melihat Kau harus merelakan suamimu memiliki Istri lagi.
Maggie memeluk Ayahnya, Maggie bahkan ikut meneteskan air matanya. Ayah Kau tidak bersalah, Semua Ayah pasti akan melakukan semua itu untuk melindungi putrinya.
Aku bangga memiliki Ayah Seperti mu!
Louis melepaskan pelukannya, dia memundurkan wajahnya. ditatapnya wajah Maggie putri semata wayangnya, Louis semakin merasa bersalah hampir saja dia membuat hidup putrinya dalam kehancuran.
Ayah...
Louis menoleh, saat mendengar suara bariton milik Maxim menginterupsi pendengarannya.
Louis berdiri, dia mendekati Maxim dan mendorong kursi yang di tempati Maggie.
Maxim tolong Maafkan Aku, sebagai Ayah Maggie aku hanya ingin melindungi putriku.
Maxim mengangguk, dia menatap Ayah mertuanya dengan raut bahagia. Maaf juga atas tindakanku sebelumnya Ayah, aku sungguh melukai hatimu dengan semua sikapku.
Harusnya aku yang mengerti keadaanmu, Kau tidak berhak menanggung semuanya sendiri. Aku juga sudah salah paham padamu!
Louis memeluk Maxim, Maxim membalas pelukan Ayah mertuanya. untuk pertama kalinya, Maxim bisa memeluk Ayah Maggie dan kesalahpahaman diantara keduanya telah sirna.
Maggie dan Maxim saling melempar senyum, semua orang berbahagia atas membaiknya hubungan Maggie dan Maxim.
"Selamat Siang Semuanya, Maaf menganggu". Seorang petugas berseragam lengkap masuk ke dalam ruangan rawat Maxim bersama seorang wanita.
...
See You ❤
*Maaf yah semuanya, author baru sempat ngetik lagi.ada sedikit hal kurang mengenakan yang harus author ceritain, hari minggu kemarin author sempat ngalamin kecelakaan di jalan.untungnya cuma luka luar aja, yang parah hanya di wajah sebelah kanan dan ini bengkak sebelah jadi mohon doanya biar author bisa cepat pulih.Sekali lagi author minta maaf.