You Heart Me Season 2

You Heart Me Season 2
You Heart Me ~Part 32



Maxim menatap seisi kamarnya, dia memegangi kepalanya saat kepalanya kembali berdenyut.


Sial,,, ada apa dengan ku? Kenapa kepala ku terasa sakit sekali!.


Maxim kembali duduk, dia bersandar pada kepala Ranjang.


Maxim menatap pintu kamarnya yang terbuka, dia melihat Ibunya Jasmine melangkah mendekati dirinya di susul Aldrich yang mengekor di belakangnya.


Daddy, Mommy ada apa dengan ku Dad? mengapa aku sering merasakan sakit di kepala ku ini?


Maxim mencerca kedua orang tuanya dengan pertanyaan, bahkan Aldrich dan Jasmine belum sampai di dekatnya.


Jasmine tersenyum, dia menatap Maxim dengan tatapan lembut.


Kau perlu tahu Maxim, Kau mengalami kecelakaan saat sedang berlibur bersama, -


Jasmine menatap pada Aldrich seolah meminta persetujuan.


Aldrich mengangguk pelan. Aldrich menatap putranya dengan mata yang mulai berkaca kaca.


Maxim memicingkan matanya saat melihat Aldrich bersedih, entah karena apa Maxim sendiri tidak mengerti.


Mommy...... bisakah Kau jelaskan padaku?


Maxim menatap Mommy nya yang kini mulai bercerita, -


Maxim menyimak semua ucapan Jasmine.


Maxim memegangi Kepalanya, dia kembali merintih kesakitan.


Jasmine segera meminta pertolongan Aldrich dengan Sedikit berteriak. Jasmine merasa bersalah, Karena sudah menceritakan semuanya pada Maxim.Kecuali alasan mereka menikah, Jasmine tidak menceritakan tentang kepergian Anna di hari itu.


Nyonya, Kuharap Kau tidak melakukan hal seperti ini lagi? ini Sangat membahayakan nyawa pasien.


Jangan terlalu memaksakan pasien untuk mengingat semuanya dengan cara seperti ini lagi nyonya.


Jasmine mengangguk dengan mengusap air matanya. Maggie menatap nanar keadaan Maxim, Maxim menatap Maggie dengan tatapan mata yang sulit untuk di mengerti.


Aldrich keluar dari kamar Maxim, mengantar Dokter yang telah selesai memeriksa Maxim .


Apa Kepala mu masih Sakit nak ? "Jasmine mengusap kepala Maxim dengan pelan".


Maxim menggeleng sebagai jawaban, tatapan matanya lurus menatap Maggie di hadapannya.


Mommy, bisakah Kau tinggalkan aku berdua dengan Wanita itu? ada sesuatu yang ingin aku tanyakan padanya!


Maggie dan Jasmine saling pandang, sebelum akhirnya Jasmine mengiyakan.Jasmine meninggalkan Maxim dan Maggie berdua di kamar.


Jasmine mengusap pelan punggung Maggie seolah memberi Wanita itu kekuatan.


Maggie menatap Maxim dengan tatapan yang selalu sama.Tatapan hangat itu, tatapan mengagumi dengan teramat dalam.


Namun kini tak hanya rasa hangat dan kagum dalam tatapan itu, ada luka juga cinta di detik yang bersamaan.


Kemari lah! Maxim bersuara dengan menatap tajam ke arah Maggie.


Maggie berjalan mendekati Maxim, dia menundukkan pandangannya. Maggie berusaha keras menahan tangis di hadapan Maxim serta keinginannya untuk memeluk Maxim.


Apa benar kita sudah menikah?


Maggie mendongak saat Maxim kembali menanyakan perihal Status mereka.


Maggie seolah menangkap keraguan pada ucapan Maxim saat mengatakan itu.


Maggie hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


Apa kita saling mengenal sebelumnya? bagaimana Kau mengenalku, sedangkan aku tidak bisa mengingat siapa dirimu?.


Maaf, aku hanya ingin memastikan saja!


Maggie melihat ke dalam Manik hitam milik Maxim, terdapat keraguan yang memang jelas bisa Maggie lihat di sana.


Aku mengenalmu karena aku berteman dengan Clara saat itu.


Jadi kau teman Clara? Maxim kembali memastikan.


Maggie mengiyakan, dengan mengangguk.


Apa Kau mencintaiku?


Maggie tertegun diam di tempat, bibir Maggie mengatup sempurna .Lidah Maggie terasa kelu, ia kehilangan keberaniannya.


Maggie memilin ujung gaun yang ia kenakan, ia bingung bagaimana menyampaikan kebenarannya pada Maxim.


Dan apa kita saling mencintai, atau hanya salah satu dari kita? Kembali Maxim mencerca Maggie dengan pertanyaan yang sama.


Ya tuhan, bagaimana ini? apa yang harus aku jawab pada Kak Maxim.


Maggie menatap Maxim dengan ragu, dia menggigit bibirnya sendiri.


Aku, -


Kalian berdua saling mencintai, bahkan Kau sangat mencintai Istrimu Maxim.


Aldrich berdiri dengan kedua tangan yang terlipat di depan dada.


Maggie menatap Aldrich dengan dahi yang mengerut dalam. tetapi dalam hati, ia berterima kasih pada Ayah mertuanya itu. Setidaknya Aldrich sedikit meringankan bebannya saat ini.


Daddy... bukankah aku meminta waktu untuk berdua dengan Wanita ini!


Daddy tahu, tapi melihat Kau seolah menginterogasi Menantu Daddy seperti seorang penjahat ,Daddy ingin membantunya. "Aldrich terkekeh ".


Mengapa Kau membela Wanita itu Daddy?


Karena Kau sangat mencintainya, jika ada yang ingin kau salahkan. Salahkan saja ingatanmu bukan Istrimu, Karena ia tidak mengerti apapun.


Daddy tahu Kau masih belum bisa mengingat Istrimu, tapi percayalah ! Jika Sebelum Kau kehilangan ingatan, Kau sangat mencintai Istrimu.


Maggie menatap Ayah mertuanya dengan alis terangkat.


Mengapa Daddy berbohong, Mengapa Daddy mengatakan semua itu? "gumam Maggie dalam hati".


Aldrich mengedipkan sebelah matanya pada Maggie, Maggie mengernyitkan dahi saat Aldrich melakukan itu.


Maxim, Bolehkah Daddy meminjam Istrimu Sebentar?.


Maxim mengangguk, Ekspresi wajahnya datar.


Aldrich dan Maggie keluar meninggalkan Maxim sendirian.


Maxim kembali mengingat semua ucapan Jasmine, Aldrich ,juga jawaban Wanita yang menurut Jasmine istrinya itu.


Mengapa aku tidak mengingat apapun tentang pernikahan ku?


Dan apa yang membuatku sampai kehilangan ingatan ?


Sekelebat bayangan Seseorang membanting setir melintas di kepalanya,


Ahh...


Maxim memegangi kepalanya, yang kembali berdenyut saat berusaha mengingat sesuatu.


 


🔥🔥🔥


Daddy Mengapa Kau membohongi Kak Maxim Dad? Maggie menatap Ayah mertuanya dengan alis menyatu.


Aldrich tersenyum menatap menantunya itu.


Kau ingin tahu alasan Daddy?


Maggie mengangguk, dia menunggu Aldrich melanjutkan ucapannya.


Daddy tidak mau Kau melakukan kesalahan yang fatal, Daddy hanya takut Kau salah menentukan pilihan.


Maksud Daddy? Maggie semakin tidak mengerti dengan arah ucapan Aldrich.


Aldrich menghembuskan napas lelahnya, dia memegang bahu Maggie.


Daddy tahu apa yang akan di lakukan Wanita seperti mu?


Daddy jangan berteka teki denganku? Maggie menatap Aldrich dengan kerutan yang semakin dalam.


Daddy hanya melindungi Kau dan Maxim dengan cara Daddy, Daddy tidak ingin Kau pergi mencari Anna dan meminta bantuan Wanita itu untuk mengembalikan ingatan Maxim.


Kau Istri Maxim sekarang.Maxim mungkin tidak mengingatmu, tapi Kau bisa membantunya kembali memiliki ingatan yang baru.


Kau paham maksud Daddy? Aldrich menatap lembut pada Menantunya.


Maggie menatap Daddy nya dengan mata yang sudah berkaca kaca.


Daddy ..


Terima Kasih Dad, Kau sangat membantuku."Maggie memeluk Aldrich dengan menumpahkan tangisnya "


Jasmine ikut terharu melihat Maggie dan Aldrich berpelukan.


Maafkan Mommy nak, Karena pernah memintamu untuk mencari Anna. Mommy tidak memikirkan perasaanmu, saat itu Mommy hanya ingin Maxim sembuh .


Maggie dan Aldrich menoleh bersama saat mendengar ucapan Jasmine.


Mommy.. "Maggie menatap Jasmine dengan wajah yang sudah basah air mata".


Jasmine memeluk Maggie, dia menangis terisak. Maafkan Mommy sayang!


Maggie menggeleng,Kau tidak perlu meminta maaf padaku Mommy.


Jika Aku berada di posisi mu, mungkin aku akan melakukan hal yang sama seperti Mommy.


Aldrich menatap kedua wanita berbeda generasi itu, ia menatap Jasmine dengan senyum yang terpatri di bibirnya.


Sekarang temui lah Maxim, Kau harus mulai membuat Maxim mengingat semuanya.Mommy percaya Kau bisa melalui semua ini, Maxim akan kembali mengingatmu.


Mommy tidak akan lagi meminta mu untuk mencari Anna,Ayah Mertuamu benar. Kau istri putraku, Kau yang lebih berhak berada di sisinya. Kau yang akan membantu Maxim kembali mengingat semuanya sayang.


Maggie mengangguk, Jasmine mengusap air mata Maggie.


Maggie keluar dari ruang keluarga, Maggie membulatkan matanya saat melihat Maxim berdiri di ambang pintu.


Kak Maxim...."Maggie memanggil nama Maxim ".


Jasmine dan Aldrich tak kalah terkejutnya saat melihat Maxim berdiri di ambang pintu.


💋💋💋


Terima Kasih atas dukungan Kalian baik Like, Vote dan Komen nya sejauh ini.


See You ❤