You Heart Me Season 2

You Heart Me Season 2
You Heart Me~Part 72



Maxim terdiam seribu bahasa, melihat serangkaian foto yang terputar di layar proyektor.Ratusan foto majalah yang menampilkan foto lama Maxim terlihat di layar. Foto saat dirinya masih bersama Anna juga tak luput,ada beberapa majalah lama yang masih menggunakan Sampul Maxim dan Anna. Lalu muncul foto foto pernikahan Maxim dan Maggie yang juga terputar di layar proyektor.


Sudut mata Maxim bahkan telah berair, Maxim tidak menyangka akan mendapat kejutan yang tak terduga seperti ini.Untuk pertama kalinya,Maxim mendapat hadiah spesial dalam hidupnya.Harusnya Maxim yang memberikan Maggie kejutan seperti ini ,namun yang terjadi malah sebaliknya.


Maxim seolah melihat kilas balik awal pernikahannya dengan Maggie, beberapa foto Maxim yang tanpa senyum pun terpampang di layar. Foto pernikahan yang nampak Maxim seperti Maxim tidak bahagia juga di perlihatkan,Maxim dibuat terkejut saat Surat perjanjian dirinya dan Maggie ikut di tampilkan di layar. bahkan, tidak hanya itu Maggie juga meletakan foto hasil USG kandungan yang sempat di ambilnya sebelum keguguran.terlihat juga beberapa foto Maggie dan Maxim yang tengah menghabiskan liburan, meski hanya beberapa saja.


Maxim semakin terharu, saat mendengar suara Maggie mengisi setiap foto demi foto yang terputar di layar proyektor.


Maggie seperti tengah menceritakan kisah Cintanya dengan Maxim.Maggie juga terlihat berkaca kaca saat melihat kembali foto dirinya dan Maxim.


**


Suara Maggie yang telah di rekam sebelumnya, lalu terdengar memenuhi ruangan.


"Saat itu Aku tidak tahu, Jika takdir akan membuat jalan Cerita yang begitu sulit untuk Aku pahami.


Saat itu Aku tidak tahu, Mengapa dengan mudahnya, Aku mengiyakan permintaan Seorang Ibu yang tidak ingin melihat anaknya terluka. Seorang Ibu yang terlihat tak berdaya melihat pernikahan putranya terancam gagal.Pernikahan yang begitu mendadak dan terjadi secepat kilat.


Mungkin kisah ini terdengar seperti lelucon untuk beberapa Orang, tapi itulah kebenaran yang ada. Aku Maggie Peyton seorang Wanita biasa,Sama Seperti jutaan Wanita yang mengagumi Sosok Maxim Orlando.Aku satu diantara jutaan pengagumnya, aku mengagumi Pria yang dulunya seorang pebisnis dengan segudang prestasi dan memiliki Ketampanan bak Dewa Yunani.


Aku mungkin pernah mengeluhkan keadaan, dimana tidak aku temukan kenyamanan dalam hubungan yang tercipta secara ajaib ini.


Aku tidak pernah menyangka Jika Seorang Maxim Orlando memiliki Sisi lembut,di balik Sikap Arogan dan Dinginnya itu.Aku tidak pernah tahu,Kapan tepatnya Tuan irit bicara ini jatuh cinta padaku .namun,Aku bahagia saat pertama kali mendengar kalimat Ajaib terucap dari mulut pedasnya itu.


Terima Kasih atas cinta luar biasanya, Terima Kasih telah menjadi Suami idaman untuk Wanita biasa sepertiku.Terima Kasih karena telah hadir dalam kehidupanku,tetaplah Seperti ini hingga akhir perjalanan kita nanti.


Kerutan di dahi Maxim semakin dalam saat mendengar kalimat yang menyentil hatinya itu,Wajah masam Maxim sedikit tercetak di sana. terdengar pula suara tawa kecil, Maxim sedikit kesal karena dirinya seperti sedang menjadi bahan candaan di ruangan ini.


Maxim menggeleng tidak percaya saat melihat foto Maggie yang berdandan ala badut sembari berpose lucu.kedua sudut Maxim tak henti melengkung ke atas, Maxim mengusap air bening yang mengalir bebas tanpa seizinnya itu.


"Sungguh, Aku berharap bisa memiliki Kisah cinta seperti Tuan Maxim dan Nyonya Maggie.Kisah Cinta mereka begitu berbeda dari yang lain, Tuhan memang selalu memiliki cara tersendiri untuk menyatukan dua insan pilihannya.Meski aku belum menemukan Pasanganku, Setidaknya aku percaya takdir Tuhan itu nyata adanya".Tiffany membatin.


Kembali terdengar riuh tepuk tangan dan kembali lampu menyala dengan Maggie yang berjalan mendekati Maxim.


"Kak Maxim, ini hadiah kedua untukmu! " Maggie menyodorkan kotak hadiah untuk Maxim.


Maxim menerima hadiah itu, dia menanyakan isinya lewat tatapan mata.namun, Maggie hanya tersenyum dan memberi isyarat pada Maxim untuk membuka dan melihat isinya.


Perlahan Maxim membuka kotak hadiah pemberian Maggie,Maxim sedikit bingung karena kotak hadiah ini terasa begitu ringan. Maxim sendiri tidak bisa menebak apa isi kotak ini, hingga mau tak mau dirinya harus segera melihat isinya untuk menuntaskan rasa penasarannya.


Maggie menatap Maxim dengan senyuman terbaiknya, hari ini Maggie akan mengatakan hal yang begitu dia nantikan selama beberapa hari terakhir.


Maxim memicingkan matanya saat melihat selembar kertas beserta gantungan kunci berbetuk Doraemon. Maxim tersenyum melihat itu,Mengingat Selera Maggie yang cukup membingungkan akhir akhir ini.


Maxim meraih gantungan kunci itu lalu dia membaca tulisan yang tersemat di tubuh Doraemon.


"Hi Daddy!".


"Selamat Untuk mu Tuan Maxim! " Suara Mr.Victor menyelinap gendang telinga Maxim dan Maggie.


Maxim menoleh dan dia membalas sapaan Tuan Victor.


"Maggie ,Kau dan Tiffany bersama yang lainnya nikmati saja dulu pestanya. Aku akan menemani Tuan Victor! " terang Maxim.


Para tamu ikut mengiyakan ucapan Maxim, Tiffany sendiri memilih duduk di tepi kolam renang.Tiffany melepas sepatu hills miliknya, lalu merendam Kakinya yang terasa begitu pegal.Sesekali Tiffany menyeruput minuman orange jus dengan perasan lemon kesukaannya.


Maxim menyimpan gantungan kunci ke dalam saku Celananya,Maxim juga meraih kertas itu dan menyimpannya di Setelan Jas.Maggie mengernyit saat melihat Maxim belum sempat membaca isi kertas itu.


Maggie melihat Tiffany duduk, demi menghilangkan kejenuhannya. Maggie mendatangi Tiffany, dan ikut bergabung bersama Tiffany di dekat kolam renang.


"Hai, Tiffany! " Sapa Maggie.


"Nyonya, Kau disini?


Bukankah seharusnya Kau bersama Tuan Maxim? " Tiffany menatap Maggie yang hanya tersenyum tipis.


"Aku hanya sedang kesal saja, Jadi aku memilih kemari! " Maggie mencelupkan Kakinya di air.


"Nyonya Maggie,boleh tidak aku bertanya padamu? "Tiffany dan kepolosannya.


"Uhm " gumam Maggie.


"Apa Kau pernah berpikir sedikit saja untuk melupakan Tuan Maxim pada saat Kau mengaguminya dulu ? " tanya Tiffany dengan sedikit keraguan.


"Kau tahu Tiffany, mengagumi Kak Maxim adalah hobi paling menyenangkan dalam hidupku.Aku tidak tahu dengan perasaanku ini, sejak pertama kali aku melihat Kak Maxim aku sudah terpesona dengan sikapnya pada Clara Sahabatku! ". Maggie tersenyum.


"Ngomong ngomong Apa Kau sedang mengagumi Seseorang Tiffany?" Kini giliran Maggie yang bertanya.


Tiffany terdiam beberapa detik, lalu dia tersenyum.


"Tidak ada Nyonya, Aku tidak sedang mengagumi siapapun!".


Ucapan Tiffany ini terdengar hingga ke telinga Daniel,yang diam diam tengah mencuri dengar percakapan Tiffany dan Maggie.


Daniel mengepalkan kedua tangannya, hingga buku jarinya memutih.Daniel memejamkan matanya mendengar kenyataan pahit yang harus ia telan.Gadis yang dia cintai, tidak memiliki perasaan apapun padanya.Daniel pergi dari tempat itu, dia kembali bergabung bersama Karyawan Maxim yang lain.


"Aku tidak tahu,apa yang aku rasakan untuk Daniel ini cinta atau hanya rasa nyaman yang hadir sesaat. Aku takut jika nanti, salah mengartikan rasa ini! " batin Tiffany.


**


Maxim dan Maggie kembali ke Mansion setelah acara pesta usai, Maxim tidak mengerti dengan sikap Maggie yang sejak tadi mendiamkannya seperti ini.


"Ada apa dengan Maggie?" padahal tadi di acara pesta dia begitu menggemaskan, tapi kini dia diam seperti patung! " Maxim memijat pangkal hidungnya.


Maxim menyusul Maggie yang telah terlebih dulu masuk ke dalam Mansion.


"Aku benar benar kesal dengan Kak Maxim, bisa bisanya dia tidak ingat untuk membaca kertas hasil pemeriksaan ku! " Maggie melepas ikatan surau nya.


Maggie yang kesal memilih untuk tidur terlebih dulu tanpa menunggu Maxim.


Maxim menatap pintu kamarnya, dia tersenyum kecut melihat tingkah Maggie yang kini susah untuk di pahami.


"Maggie, Maggie !" gumam Maxim dengan gelengan kepala.


Maxim melangkah menuju dapur, dia membutuhkan air minum untuk menghilangkan rasa hausnya.Maxim mengingat kebiasaan Maggie yang terbangun karena haus di tengah malam. Maxim meraih sebuah botol mineral, lalu mengisi botol itu hingga penuh.


Maxim memasuki kamar dan meletakan botol mineral itu di nakas, Maxim yang telah melihat Maggie tertidur pulas mengecup puncak kepala istrinya itu.


"Aku tidak menyangka Kau bisa menyenangkan dan menyebalkan dalam satu waktu!" Maxim mengelus pelan surau Maggie.


Maxim lalu berlalu ke Walk in Closet mengganti Setelan Jasnya dengan Piyama. Maxim menutupi mulutnya yang menguap dengan tangan. Maxim merebahkan tubuhnya, dia memandangi wajah Maggie sesaat lalu ikut memejamkan matanya.


...