
Sejak hari dimana Maggie dan Maxim menjalani kehidupan barunya sebagai Orang Tua, Hari hari mereka di isi dengan begitu banyak warna. Tawa,Canda ,teriakan hingga tangisan kerap memenuhi Mansion Utama Orlando.
Kepergian Daniel 3 tahun yang lalu membuat semuanya berubah drastis,Daniel telah berhasil menyelesaikan misinya. Upayanya mendapat Maaf dari Maggie telah selesai dengan begitu baik.
Maxim kini sudah menjalin hubungan baik bersama Perusahaan Contez Internasional.Perusahaan besar milik Kakak beradik David dan Daniel Contez.
Tidak hanya pada kehidupan Maxim dan keluarganya. Perubahan itu juga terjadi pada Tiffany,Tiffany kini bukanlah Sekertaris Maxim. Maxim menjadikan Tiffany sebagai salah satu CEO pemegang cabang perusahaannya yang lain.Maxim memindahkan Tiffany Ke cabang perusahaannya yang berada di tempat yang mengharuskan dia dan Emma pindah ke Kanada.
Maggie dan Maxim begitu bahagia saat melihat kondisi Leon telah membaik,Maggie dan Maxim menjenguk Leon dengan membawa Kedua Anak kembarnya.Alvaro Ray Orlando dan Elvano Ray Orlando.
Maxim dan Maggie begitu kewalahan menjaga kedua putra kembarnya itu. Alvaro dan Elvano, Keduanya benar benar sangat aktif hingga membuat suasana ruangan rawat inap Leon begitu ramai di penuhi tawa dua bocah kecil itu.
"Alvaro Kau menggemaskan Sekali! " Elsa mencubit pipi gembul Alvaro.
"Aduh sakit!" Elsa memekik kesakitan saat seseorang menarik surau hitam miliknya. Elsa melihat tangan kecil Elvano menarik rambut panjangnya yang tergerai.
"Sayang,Jangan menarik rambut bibi mu seperti itu! "Ucap Maggie.
Elvano yang masih begitu kecil seolah mengerti, jika Elsa hanya memuji saudara kembarnya.Elvano seperti tidak terima jika hanya Alvaro mendapat pujian menggemaskan dari Elsa.
Lihatlah, Saudara kembar mu ini sedang dalam mode merajuk.Elsa menyerahkan Alvaro pada pada Maxim.Elsa lalu meraih Elvano dari gendongan Maggie.
Maggie duduk dengan sesekali berbincang dengan Leon.
"Tuan bagaimana keadaanmu? Apa Kau merasa lebih baik?" tanya Maggie.
"Jangan panggil aku tuan Maggie,Kau sudah aku anggap seperti Elsa ! " ucap Leon lirih namun masih bisa terdengar Maggie.
"Baiklah kalau begitu!" Ucap Maggie.
Elsa menurunkan Elvano yang ingin turun dan tidak mau di gendong. Elvano mendekati Maggie lalu menarik Kaki Maggie.
Elsa meraih Alvaro yang tengah di gendong Maxim, Elsa lalu keluar dari ruangan Leon dsn dia bermain bersama Baby Al.
Mamah ! " Elvano merengek karena mengantuk terlihat dari matanya yang mulai sayu.
Maggie yang melihat Baby El memanggilnya lalu mengamati putranya itu, Maggie menggendong Baby El kedalam pelukannya. Maggie menepuk pelan bokong putra kecilnya, Maggie bersenandung kecil sesekali mengusap punggung putranya.
Elsa masih saja bermain bersama Baby Al, Alvaro berlari lari kecil membuat Elsa harus mengejar dan ikut mengimbangi gerakan Al.Alvaro terlihat tidak mengantuk, dia masih ingin terus bermain.Elsa memegangi lututnya sedikit berjongkok, Elsa mengusap keringat yang muncul di dahinya.
Maxim menepuk pundak Leon, dia menggoda Leon dengan gurauan yang membuat Maggie tersenyum malu.
"Aku senang melihatmu sudah sembuh Leon!"Ucap Maxim.
"Aku juga ikut bahagia untuk Kau dan Maggie. Aku senang melihat Kau dan keluarga kecilmu begitu bahagia"Ucap Leon.
"Aku harap Kau akan cepat menemukan Wanita yang akan menjadi pasangan hidupmu Leon!" Timpal Maggie.
"Aku ingin memberi Satu kabar bahagia lagi untukmu! " Ucap Maxim dengan mendekati Maggie.
Maxim melingkarkan tangannya di pinggang Maggie, Lalu dengan gaya arogannya dia memamerkan Maggie pada Leon.
"Maggie sedang kembali mengandung, Kami akan memiliki bayi lagi! "Ucap Maxim dengan bangga.
"Astaga, benarkah yang Kau katakan itu? " Elsa muncul bersama Alvaro yang tengah dia gendong.
"Iya, Maggie sedang mengandung calon adik si kembar! " Ucap Maxim.
Maggie hanya mengangguk saat Elsa menatapnya meminta jawaban darinya. Pipi Maggie bersemu merah saat mendengar cibiran Elsa untuk Maxim.
"Lihatlah Alvaro, Kau dan saudara kembar mu akan memiliki adik bayi.Papah Kalian begitu aktif di malam hari hingga Mamah kalian harus kembali menerima akibat dari ulah Papah mu! " Celoteh Elsa dengan terkekeh.
Baby Alvaro bertepuk tangan, seolah dia mengerti ucapan Elsa. Alvaro tersenyum dan dia terkekeh kecil membuat seisi ruangan tertawa karena ocehan kecil Alvaro.
"Hei, Kau ini menggemaskan sekali Baby Al! " Elsa mencium kedua pipi gembul milik Alvaro.
Alvaro menepuk pipi Elsa, dengan tangan mungilnya. Elsa tentu saja bahagia, dia begitu menyayangi kedua anak sahabatnya ini.
"Aku rasa kita harus segera pulang,Si kembar sepertinya sudah kelelahan!" Ucap Maxim.
"Iya,Elvano saja sudah tertidur pulas !" timpal Leon.
"Kalau begitu Aku dan Maggie pamit pulang, Elsa Jaga Kakakmu!" Ucap Maxim yang mendapat anggukan dari Elsa.
Aku pergi Leon! " Ucap Maxim sembari menepuk bahu Leon.
Maxim dan Maggie meninggalkan rumah Sakit, Maggie menggendong Elvano yang telah pulas dalam tidurnya. Maxim menggendong Alvaro dalam pangkuannya.
Maxim dan Maggie duduk di kursi penumpang, semenjak kehadiran si kembar mengisi kehidupan Maggie dan Maxim. Maxim lebih suka menggunakan Supir untuk bepergian, Maxim ingin meringankan tugas Maggie menjaga Kedua putra mereka.
**
"Kak Leon Aku merasa Baby Alvaro lebih menyukaiku ketimbang Elvano! " Keluh Elsa.
"Mereka Kembar Elsa,Karena Kau hanya memuji salah satunya, jadi Elvano merasa iri dengan pujian mu! " Ucap Leon dengan terkekeh.
"Kau benar Kak, Aku melupakan fakta itu!" Saut Elsa.
"Kakak, Aku ingin membeli kudapan sebentar!" Ucapnya setengah berbohong,Leon hanya mengiyakan saja tanpa bertanya.
"Aku harus mencari tahu keberadaan Dr.Sarah?" batin Elsa.
Elsa menatap pintu ruangan yang memiliki nama Dr.Sarah. Elsa mengetuk beberapa kali, namun tidak ada tanda tanda kehidupan di balik pintu itu.
"Dr. Sarah apa Kau di dalam?" Elsa sedikit menaikkan nada bicaranya.
Aku tanyakan saja pada perawat yang lain, Elsa menuju ke meja resepsionis.
"Permisi, Aku sedang mencari Dr.Sarah? Sudah dua hari ini, aku tidak melihatnya? " tanya Elsa kepada petugas yang bertugas.
"Maaf Nona, menurut informasi yang ada Dr. Sarah telah resign dan tidak bekerja lagi di rumah sakit ini sejak dua hari yang lalu" Ucap petugas.
Elsa tidak menyangka akan mendapat kabar tidak menyenangkan tentang Dr.Sarah.
"Apa? bagaimana mungkin, Dr.Sarah bahkan tidak mengatakan apapun padaku?" Elsa berjalan kembali ke ruangan Leon dengan kaki yang lemah.
"Kakak! " Elsa berhamburan lari ke arah Leon dengan wajah muram.
"Ada Apa ? Mengapa Kau kembali dengan wajah muram seperti ini?" tanya Leon dengan wajah tak kalah bingung.
Dr.Sarah, -
"Dr.Sarah pergi Kak! " Elsa menangis dalam pelukan sang Kakak.
"Siapa Dr.Sarah? Mengapa Elsa begitu bersedih karena kepergiaannya? "batin Leon.
Elsa melepaskan pelukannya dari Leon, dia mulai menceritakan semua tentang Dr.Sarah pada Kakaknya Leon.Leon menyimak semua kata demi yang keluar dari mulut adiknya Elsa.
**
"Apa Baby Alvaro sudah tidur Sayang?" Maxim meletakan dagunya di bahu Maggie.
Maggie mengangguk, Maggie lalu mengusap wajah Maxim yang berada di bahunya.
"Ini Saatnya kita menghabiskan malam kita bersama Baby dalam perutmu ini! " Ucap Maxim sembari memeluk Maggie dari belakang.
"Kak Maxim, Aku sangat bahagia bisa menjadi pendamping dan Ibu dari anak anakmu! " Ucap Maggie.
"Aku jauh lebih bahagia karena mendapatkan Wanita Cengeng Jelmaan bidadari Sepertimu! " Maxim membalikkan tubuh Maggie agar menghadap dirinya.
"Kak Maxim kira kira siapa nama anak ketiga kita nanti? "Tanya Maggie.
"Uhm,Karena dia perempuan.Aku akan memberinya nama Akira Ray Orlando! " Saut Maxim.
"Apa Kau setuju? " tanya Maxim.
"Aku menyetujuinya, Nama Akira terdengar indah! " Ucap Maggie, Maxim melangkah membawa Maggie bersamanya untuk menuju balkon kamar.
Cahaya bulan malam itu begitu terang,Maxim dan Maggie menatap si kembar dari kejauhan lalu Maxim dan Maggie kembali berpelukan dan menghadap ke arah Bulan.
"Bulan itu akan selalu menjadi saksi perjalan Cintaku padamu Kak Maxim! " Ucap Maggie.
"Kau begitu sama seperti Bulan Maggie, Kau dan Bulan sama sama memiliki Cahaya.Bulan menerangi semesta dengan sinarnya di malam hari, dan Kau menyinari kehidupanku dengan memberi Cinta. Kau memberiku dua Pangeran kecil,Kau juga akan kembali memberi kebahagiaan lagi untukku dengan kehadiran Si kecil Akira !"Ucapan Maxim terhenti saat Maggie menutup mulut Maxim dengan jari telunjuknya.
"Kau terlalu banyak bicara,Semenjak menjadi Papah Kau jadi begitu cerewet! " Maggie terkekeh.
"Ahh! "
Kak Maxim Apa yang Kau lakukan? " Maggie mengibaskan jarinya yang sengaja di gigit oleh Maxim.
Maggie menepuk bahu Maxim, tapi Maxim menahan tangan Maggie dan malah mengunci pergerakan tangan Maggie.
Maxim mengusap wajah Maggie dengan pelan. Maggie memejamkan matanya menikmati usapan tangan Maxim, lalu kemudian terdengar kembali ungkapan Cinta Maxim pada Maggie.
"Aku Mencintaimu! " Ucap Maxim dengan kembali memeluk Maggie.
Maggie membuka matanya, dia menatap ke dalam bola mata Maxim.Maggie kini bahagia, Kalimat itu tidak perlu dia ragukan lagi.Maggie benar benar melihat kebenaran dalam mata Maxim akan ungkapan Cinta Ayah dari anak anaknya ini.
"Tetaplah Mencintaiku Seperti ini Maggie,Jangan pernah berpaling pada orang lain!"Pinta Maxim.
"Cinta ini hanya untukmu Maxim Orlando,Sejak pertama kali aku melihatmu.Hati ini selalu berdetak dengan namamu.Aku tidak pernah bisa menyangkal kebenaran ini, Kau satu satunya pria yang kucintai.
"Kau Cinta yang pertama dan terakhir untukku!" Ucap Maggie.
Maxim begitu terharu mendengar semua ucapan Maggie, dia begitu beruntung mendapatkan Maggie.Maxim merasa kesal pada dirinya, karena dia sempat menyakiti Maggie dengan berbagai hal. namun, semua sudah terlewati. Kini Maggie dan Maxim benar benar sudah saling mencintai.
Malam itu Maggie dan Maxim menghabiskan waktu malam mereka dengan menatap Cahaya bulan,Senyum merekah terpatri di wajah Sepasang Kekasih itu.
______________________END____________________________