
Kau yakin akan menemui Ibu dan Ayahku? Maggie dan Maxim sudah dalam pesawat pribadi milik Maxim.
Maxim mengangguk mantap. Maggie diam ia menikmati pemandangan dari dalam jendela pesawat.
Untuk apa kita pergi ke Indonesia? "Maggie kembali bertanya pada Maxim".
Ada pertemuan khusus di sana. Maxim menyahut dengan tatapan mata yang kesal.
Maggie lalu memperhatikan wajah Maxim, Apa Kau tidak menyukai pertemuan ini?
Sama sekali tidak, tapi pertemuan ini sangat penting,bagi semua anggota ini adalah momen dimana mereka bisa mendapat Apresiasi .
Maggie mengangguk anggukan kepalanya.
Maxim mengernyit saat melihat Maggie mengelus lengannya sendiri.
Kau ini senang sekali memakai pakaian tanpa lengan seperti itu?
Maggie hanya tersenyum menunjukkan deretan gigi putihnya.
Maggie membulatkan matanya ,saat tiba tiba Maxim mengangkatnya untuk duduk di atas pangkuan pria itu.
Maxim menahan pinggang Maggie agar tidak terjatuh. Maggie menatap Maxim tanpa berkedip.
"Apa Kau kedinginan? "Maxim menatap bibir ranum Maggie yang sedari tadi di perhatikan nya.
Maggie mengangguk, dia lalu kembali memandang ke arah jendela. Maxim mengecup punggung Maggie yang terbuka, pelan dan lembut.
Maggie menikmati sentuhan Maxim terlihat dari mata Maggie yang terpejam.Tangan Maxim tak tinggal diam, Maggie duduk dengan tidak tenang akan pergerakan tangan nakal Maxim .
Berputar lah ! Maxim berbicara dengan suara yang sudah sangat parau.
Suasana dingin seperti ini membuat naluri alamiah ku terbangun.Maxim lalu meletakan tangannya di tengkuk Maggie.
Dan,
Para Body guard Maxim yang ada di sana, mengalihkan pandangan mereka ke arah lain.
Maggie lalu melepaskan pertautan bibir itu, Maggie merasa malu mereka berciuman di depan semua bawahan Maxim.
Kau malu? Maxim terkekeh.
Maggie mengangguk mengiyakan.
Aku rasa kita butuh kamar. "tanpa Aba aba Maxim beranjak dengan Maggie yang masih dalam pangkuannya. Maggie menenggelamkan wajahnya di lekukan leher pria itu, Maxim membawanya ke kamar pribadi yang ada dalam pesawat.
Maggie menggigit bibirnya sendiri ,Maggie kembali terkejut saat Maxim kembali membawa dirinya agar terbawa suasana.
🔥🔥🔥
Maggie mengerucutkan bibirnya dengan kesal.Maggie keluar dari pesawat pakaian dan riasan yang sudah tidak rapi.
Maxim melepas jas dan menyampirkannya pada pundak Maggie.
Maggie hendak melepas jas Maxim.
Kenakan saja! ''Maxim menahan tangan Maggie yang hendak melepas jasnya".
"Kak Maxim aku akan terlihat aneh jika mengenakan ini, Aku tidak mau terlihat gendut".
Kau yakin tidak ingin mengenakannya? "Maxim terkekeh ".
Maggie mengangguk, namun di detik selanjutnya Maggie menatap Maxim dengan tatapan horornya karena ucapan pria itu.
Aku tidak ingin membuat mu malu itu saja, terserah mau kau kenakan atau tidak? "Maxim berjalan mendahului Maggie".
"ya tuhan memalukan sekali", Maggie memejamkan matanya.
Bahu dan lehernya benar benar mengerikan, semua hasil karya Maxim tercetak di sana.
Maggie lalu melangkah mengikuti Maxim.
Si devil itu benar benar menyeramkan .
Devil menyeramkan, yang sialnya tampan . "gerutu Maggie".
Maxim menghentikan langkahnya ,dan seperti biasa.
Dug....
Astaga Kak Maxim, apa kau sengaja? Kebiasaan sekali selalu berhenti mendadak .
Tunda Rapatnya setengah satu jam lagi."Maxim berucap pada bawahannya".
Maggie tangah membersihkan dirinya di kamar mandi ,Maggie sepertinya lupa mengunci pintu kamar mandi hingga dengan mudah Maxim masuk dan menganggunya.
"Kau tidak mengajakku ?" Suara bariton milik Maxim membuat Maggie berjengit kaget.
Kak Maxim kau sedang apa? " Kau bilang kau akan rapat. Maggie semakin kebingungan dibuatnya, saat Maxim berjalan ke arahnya. "
Maggie merasa terancam,dia yakin Maxim pasti akan kembali menerkamnya.
Mengapa Kau ketakutan seperti itu? "Maxim terkekeh saat melihat ekspresi Maggie" .
Buang jauh jauh pikiran kotor mu itu Mrs.Peyton? aku hanya ingin mengambil pemantik api yang tertinggal, tidak lebih. "Ucapnya dengan meraih pemantik yang tertinggal di dekat bath up.Maxim melenggang pergi sesuai perkataannya tadi.
Maggie cukup terkesan dengan cara pria itu begitu perhatian padanya, sikap Maxim yang akhir akhir ini cukup manis membuat sedikit harapan untuk Maggie .
"Aku harap usia pernikahan ini bukanlah satu bulan, aku ingin selamanya bisa seperti ini". Maggie menyeruput teh yang disiapkan Maxim .
🔥🔥🔥
Selamat siang tuan tuan semuanya.Maxim duduk dengan mengedarkan sekeliling. Rival abadinya tidak datang, Maxim lalu tersenyum miring.
Maxim yang sudah selesai mengikuti acara rapat pembukaan bangkit dari kursi dan tiba tiba sebuah suara membuat ia menghentikan langkahnya.
Hai Orlando, apa kau mencari ku?
Maxim menatap dengan tatapan permusuhan pada David Contez.
Rival abadinya,sekaligus mantan sahabat nya.
Apa kau tadi berpikir aku tidak mengikuti ajang bergengsi ini? David mendekat ia berbisik di telinga Maxim.
Apa Kau membawa serta Wanita mu ? Sungguh aku sangat ingin mengenalnya .
Kau akan terkesima jika melihat istriku ,Maxim tersenyum miring .
Benarkah?" Aku akan sangat iri pastinya. kekeh David".
Kau memang selalu iri dengan semua yang ku miliki Contez.
David lalu tertawa lebar, dia melangkah dengan menepuk pundak Maxim.
Aku akan sangat menunggu malam nanti. David melenggang meninggalkan Maxim.
Maxim ikut berjalan, namun berbeda arah dengan David.
🔥🔥🔥
Hai... Kau masih tertidur gadis cengeng? "Maxim membelai pipi mulus Maggie".
Kak Maxim, kau sudah kembali? Suara Maggie terdengar lirih.
Kenapa dengan wajahmu ? Kau pucat sekali.
Maxim terlihat cemas dengan kondisi Maggie yang kelihatan berbeda kali ini.
Aku hanya lelah saja Kak, tidak usah menghawatirkan aku. Maggie masih memejamkan matanya, namun tangannya menggenggam jemari Maxim.
Aku akan membatalkan acara malam ini. aku tidak akan pergi, Maxim hendak melepas jas yang telah di kenakan.
Jangan, Jangan membatalkan acaranya kak. "Maggie menahan lengan Maxim yang akan melepas jas''.
Maxim mengerutkan dahi, dia menatap ragu pada Maggie.
Mengapa memangnya?.
Maggie mengulum senyum, dia lalu beranjak dari gulungan selimut. Aku hanya bercanda Kak Maxim, Maggie tertawa lepas.
Sial, Jadi Kau mengerjai ku ? hm.... Maxim menggelitik Maggie.
Maggie tertawa dan sesekali dia berteriak meminta ampun pada Maxim.
💋💋💋
See You ❤