You Heart Me Season 2

You Heart Me Season 2
You Heart Me~Part 6



Kau istirahat saja, biar aku yang bermalam di sini. Elsa melepaskan Jaket yang ia kenakan.


Tapi apa tidak apa apa, ini kan jadwal ku untuk bermalam di Rumah Sakit. "Maggie membereskan semua Sketsa gambar baju yang ia buat.


Elsa mengangguk, tentu saja.oh ya Maggie, aku lupa memberitahu mu. Semalam aku bertemu Kak Maxim.


Deg....


Maggie menghentikan kegiatannya, segera ia menoleh . Maggie menatap mencari kebenaran akan kalimat yang baru saja hinggap di telinganya.Elsa yang mengerti tatapan Maggie mengangguk pasti.


Kau pasti terkejut kan? Elsa menjatuhkan dirinya di sebelah Maggie.


Maggie mengiyakan, dia diam menunggu penjelasan Elsa.


Semalam saat aku keluar dari ruang rawat mu, aku ingin mencari minuman. saat itu aku melihat seseorang seperti Kak Maxim berdiri di pintu masuk dan hendak pergi. Kau tahu aku meneriakinya, dan saat ia menoleh tebakan ku benar. Kak Maxim juga sempat kemari mengunjungi Kak Leon.


Elsa mengernyit ,saat melihat Maggie hanya diam mematung di tempat.


Maggie apa kau baik baik saja? Elsa menjentikkan jarinya.


Maggie mengangguk, dia kembali membereskan kertas sketsa nya. aku akan kembali ke apartemen.


Maggie tunggu! Elsa mengejar langkah Maggie saat gadis itu melupakan ponselnya.


Maggie yang sudah mendapatkan Taxi,segera meninggalkan pelataran Rumah Sakit .


Elsa menatap nanar pada kepergian Maggie, Elsa tidak buta. Elsa melihat kegugupan dan kebahagiaan saat dirinya menyebut nama Maxim.


Elsa mengingat jelas saat dia tempo hari membaca majalah yang ada di ruang kerja Maggie.


Elsa menutup mulutnya dengan tangan ,Elsa mencoba mengecek ponsel Maggie. Astaga!


 


🔥🔥🔥


 


Maggie meletakkan asal tas selempang nya,dia merebahkan tubuhnya di kasur.


Aww... Maggie merintih saat lukanya tidak sengaja terkena sisi ranjang. Maggie bangun dan ia duduk dengan kepala bersandar di kepala ranjang.


Kak Maxim, bagaimana keadaan pria itu? Sungguh dalam hati Maggie ingin sekali melihat Maxim. dalam wujud nyata bukan lewat media online,atau benda mati seperti majalah.


Maggie menekan tombol pada remote televisi, Maggie seharian tidak melihat berita tentang Maxim.


Maggie yang merasa seluruh tubuhnya lengket, memutuskan untuk membersihkan diri. Maggie membiarkan televisi tetap menyala, sedangkan dirinya berada di kamar mandi.


Pemberitaan yang Maggie tunggu muncul, namun suara televisi itu teredam gemericik air hingga Maggie tidak bisa mendengarnya.


Maggie keluar, dia mandi dengan sangat lama. Maggie begitu berhati hati agar air tidak mengenai luka di lengannya.


Maggie hanya mengelap dirinya dengan handuk kecil dengan merendam separuh tubuhnya.


Maggie memakai baju tipis yang kedodoran, entahlah !lukanya ini membuat Maggie harus berhati hati, salah setitik saja lukanya akan kembali terbuka dan berdarah.


Astaga!


kenapa hari ini rasanya lenganku sakit sekali, kemarin saja tidak apa apa. Maggie menggerutu, dia mencoba untuk mengabaikan rasa sakit itu dan tertidur dengan televisi yang masih menyala.


Dr. Sarah tunggu!


Elsa mengejar langkah Dr.Sarah yang berjalan di koridor.


"Iya El, ada apa?" Dr. Sarah menatap Elsa dengan bingung.


"Maaf, Dr. Sarah apa kau akan pulang? maksudku Kau akan keluar dari Rumah Sakit?" Elsa mengecilkan suaranya.


"Dr. Sarah mengangguk, aku memang akan kembali ke apartemen sebentar, ada berkas yang harus aku ambil. Ada apa El? Kau memerlukan sesuatu?" Dr. Sarah tersenyum manis.


Elsa yang melihat senyuman itu, akhirnya memberanikan diri untuk meminta bantuan Dr. Sarah.


 


🔥🔥🔥


 


Dr. Sarah turun dari mobil dia memarkirkan kendaraannya, Dr. Sarah melangkah menuju apartemen Elsa dan Maggie.


Dr. Sarah dengan mudah masuk ke dalam apartemen karena Elsa memberikannya kunci cadangan.


Dr. Sarah meletakkan ponsel Maggie di meja depan, saat hendak meninggalkan apartemen. sayup sayup Dr. Sarah mendengar suara orang mengigau.Dr.Sarah mengikuti arah suara itu, dan berhenti di depan kamar yang Dr. Sarah tebak adalah kamar Maggie.


Ibu... Ayah... Maggie bergumam.


Dr. Sarah mencoba memastikan pendengarannya, dan saat dirasa tepat dia memberanikan diri membuka pintu kamar Maggie.


Dr. Sarah menatap Maggie yang tengah berbaring, setelah mendekat Dr.Sarah mengulurkan tangannya menyentuh dahi Maggie.


Astaga Maggie demam.


Dr. Sarah segera menghubungi temannya untuk meminta bantuan.


 


🔥🔥🔥


 


Maggie menggerutu kesal saat melihat dirinya terbaring di ranjang pasien kembali.


Maggie tengah memakan buah dengan mulut yang tak henti mengoceh.


Dr. Sarah tertawa melihat tingkah Maggie yang di rasa sangat menggemaskan.


 


🔥🔥🔥


 


nona Elsa kami sedang mencari seorang desainer berbakat, apa kau bisa merekomendasikan kenalan atau partner mu. "salah seorang kolega Elsa bertanya meminta saran Elsa".


Cukup lama Elsa berpikir, hingga akhirnya dia tersenyum penuh arti dengan anggukan penuh keyakinan.


Elsa kembali ke Rumah Sakit, Elsa tidak hentinya bersiul .Elsa bahkan menjadi pusat perhatian seluruh Rumah Sakit .


Selamat malam El !


Dr.Sarah yang melihat rona bahagia Elsa mencoba menyapa gadis itu.


Dr.Sarah Selamat Malam Juga !


uhm Dr.Apa kau sudah makan malam?Elsa menunjukan deretan gigi putihnya.meski canggung namun Elsa ingin membalas kebaikan Dr. Sarah yang selalu menyiapkan sarapan Maggie dan dirinya setiap pagi.


 


🔥🔥🔥


 


Maggie membubuhkan tanda tangannya pada lembaran kertas putih, sesuai yang semalam Elsa katakan padanya. jika ada pengusaha Boutique baru yang tengah mencari seorang desainer, Elsa telah memberikan beberapa hasil coretan tangan Maggie.


Maggie tersenyum, dia begitu bahagia mendengar jika dia akan benar benar bekerja sebagai Desainer.


 


🔥🔥🔥


 


Maxim sibuk menelepon, dia merasa senang saat rekannya mengatakan telah mendapat seorang desainer. tanpa pikir panjang Maxim meminta rekannya, untuk meminta desainer itu membuat sepasang gaun pernikahan yang indah.


Maxim menutup panggilan dan dia menatap beberapa desain yang di kirimkan bawahannya.


Maxim mengirim pilihannya lewat email.


 


🔥🔥🔥


 


Maggie menatap tidak percaya pada Elsa dan Dr. Sarah. gambar yang sempat memikat Dr. Sarah ternyata di pilih juga oleh orang yang akan menjadi atasannya.


Maggie begitu bersemangat dia nampak bahagia, pertama kalinya akan ada yang mengenakan rancangan gaun pernikahannya.


sebelumnya Maggie sudah membuat beberapa gaun yang di kenakan Anna saat Show.


namun gaun pernikahan baru pertama kali untuk seorang Maggie Peyton.


Aku lihat kau sangat antusias sekali! ejek Elsa dengan menggoda.


Maggie menggembungkan pipinya.


Dr Sarah tertawa melihat tingkah Maggie dan Elsa.


Elsa tertegun, dia menatap Dr.Sarah dalam diam.


benar kata Maggie, Dr.Sarah memang berbeda. Seandainya dia Kakak ku,rasanya aku ingin memiliki Kakak perempuan seperti dia.Elsa membatin.


Elsa !


teriak Maggie.


Kau ini mengganggu saja Maggie , merusak lamunanku saja .Elsa mencebikkan bibirnya.


Lamunan apa El ? Maggie mengerutkan kening.


Elsa mengangkat bahunya acuh.


Aku akan mengunjungi Kak Leon sebentar dan kembali secepatnya. Elsa pergi dari ruang inap Maggie.


Dr Sarah mengekor di belakang Elsa.


Kau ingin aku bawakan apa? tanya Elsa sebelum benar benar keluar dari ruangan.


terserah kau saja !


Maggie lantas melanjutkan tugasnya ,dia kini menggambar sebuah Jas Tuxedo .


Astaga ! aku saja belum menikah tapi sudah membayangkan mengenakan gaun itu .


Maggie menggeleng mengenyahkan pikiran ngawurnya,Maggie yang sibuk menggambar membayangkan Maxim lah yang mengenakan Tuxedo nya .


💋💋💋



See You ❤