You Heart Me Season 2

You Heart Me Season 2
You Heart Me~Part 15



Bersihkan dirimu ! "Kembali Maggie terngiang satu titah Maxim, Maggie tidak tahu?mengapa dari sekian banyak kalimat yang bisa di ucapkan hanya kalimat itu yang Maxim ucapkan padanya.


Maxim bahkan tidak menanyakan siapa pelakunya? atau mencoba mengajak Maggie berbicara.


Maggie mengunci dirinya sendiri di kamar mandi, ia benar benar malu .Maxim kini pasti jijik dengan dirinya, Maggie begitu terpuruk dengan keadaannya.


Maggie berada di kamar mandi. Maggie bahkan membasahi sekaligus gaun pesta yang tidak ia lepas, Maggie berdiri di bawah kucuran Shower dengan menghapus air matanya.


Maggie terus menerus duduk di bawah kucuran Shower hingga tubuhnya menggigil, Maggie sudah cukup lama berada di dalam kamar mandi sejak mereka pulang ke Hotel. tapi ia tidak ingin mengakhiri ritual mandinya Maggie tidak benar benar mandi, ia hanya berdiam diri dengan rasa sesak yang melanda berharap Air Shower mampu membersihkan noda pria asing itu.


Maggie yang mulai kedinginan perlahan bersandar pada dinding,bahunya melemas dengan mata terpejam karena lelah menangis.


Maxim duduk menunggu Maggie di ranjang, Sesekali Maxim menatap pintu yang masih tertutup itu. Maxim menatap jam di ponselnya, hampir 2 jam Maggie di kamar mandi.


Maxim memutuskan menegur Maggie, ia takut terjadi sesuatu dengan gadis itu.


Mrs.Peyton Keluarlah!


apa kau akan terus mengurung diri di kamar mandi seperti ini! Maxim menggedor pintu kamar mandi, Maxim semakin kesal saat melihat air mulai keluar dari pintu kamar mandi.


Ah... sial. Maxim mengumpat.


Maxim lalu mengambil ancang ancang untuk mendobrak pintu kamar mandi.


Brakkk.....


Maxim berhasil membobol pintu kamar mandi, Maxim berdecak kesal saat melihat Maggie pingsan dengan duduk di bawah Shower.


Maxim mematikan keran air, Maxim meraup tubuh Maggie ke dalam gendongannya. Maxim membaringkan Maggie di ranjang,Maxim mengusap kasar wajahnya.


Maxim menatap wajah pucat Maggie yang sudah kedinginan, bahkan bibir gadis itu membiru. pandangan Maxim turun ke arah gaun Maggie yang basah kuyup.


Menyusahkan saja! Maxim menggerutu, dia akan meninggalkan Maggie. namun ia kembali menoleh tidak tega membiarkan Maggie tidur dengan pakaian basah seperti itu.


Maxim mengangkat Maggie agar setengah duduk, Maxim menahan punggung Maggie dengan satu tangannya. Maxim menurunkan resleting gaun Maggie, Maxim memejamkan matanya saat aroma Surau Maggie berada tepat di hidungnya.


Maxim merasa detak jantungnya berdegup kencang dua kali lipat, apa apaan ini. Bukankah Maxim sudah tidak heran melihat wanita naked. terlebih Maxim selalu melakukan hubungan dengan Anna dulu. Tapi mengapa ia bergetar saat menyentuh punggung Maggie seperti ini .Maxim bahkan merasa aneh dengan dirinya sendiri.


Maxim melepaskan tangannya dia dengan susah payah mengenyahkan pikiran liarnya, Maxim begitu tertegun saat menyentuh punggung polos Maggie.


Maxim mematikan lampu kamar, ia meraih kemeja dirinya dan memakaikannya pada Maggie. Maxim menghembuskan kasar napasnya, sedari tadi ia menahan napasnya saat tengah mengganti pakaian Maggie.


Maxim memilih menyalakan rokoknya, ia mencoba menghilangkan ketertarikannya pada Maggie. Maxim tidak ingin terlalu terikat dengan Maggie.


Argghh.... ada apa denganku?


Setiap aku dekat dengannya, aku merasa nyaman bahkan ingin lebih dekat dengannya.


Maxim menatap jauh ke atas langit mencoba mencari jawaban dari keresahan yang melandanya.


Maxim masuk kembali ke kamar, dia melihat Maggie masih terlelap. Maxim memutuskan untuk beristirahat, ia melangkah masuk ke dalam selimut.


Maxim melihat Maggie sedikit menggeliat, Maggie perlahan membuka matanya. Maggie mengernyit saat merasakan kepalanya berdenyut. Maggie bangun dan setengah duduk dia bersandar pada kepala ranjang.


Maxim menatap Maggie dengan heran, Maxim mengurungkan niatnya untuk tidur.


Maggie menatap dirinya sendiri ia mengingat kembali peristiwa tadi. punggung Maggie kembali bergetar, ia terisak kembali.


Maxim mengerutkan dahi, saat menyadari Maggie masih merasa tertekan akan kejadian tadi.Maxim bangkit, dia merentangkan tangannya pada Maggie..


Kemari lah!


Maggie menoleh pada Maxim yang merentangkan tangannya, Maggie menatap Maxim dengan mata yang sudah buram karena air mata.


Maxim menatap tajam Maggie seolah meyakinkan gadis itu untuk mendapat pelukan.


Mendekat lah, aku tidak akan menyakitimu. Maxim melembutkan suaranya.


Maggie mengangguk pelan, ia sedikit menggeser tubuhnya ke arah Maxim. Maxim menatap atap langit untuk sesaat, lalu ia memeluk Maggie mencoba memberi kenyamanan pada gadis itu.


Maggie masih sesenggukan, ia tidak benar benar berhenti menangis. Maxim mengulurkan tangannya untuk menyentuh pipi Maggie yang basah.


Apa kau akan terus membuatku terjaga sepanjang malam Mrs Peyton? Maggie sedikit berpikir lalu ia menggeleng.


Kalau begitu tidurlah,atau kau akan tidur di luar!. Maxim sedikit menggertak kali ini.


Maggie menggeleng keras. Aku tidak mau, Maggie mengeratkan pelukannya pada Maxim.


Aku hanya bergurau. Tidurlah!


Maggie mengangguk di dalam pelukan Maxim.


Maxim membiarkan tubuh atasnya yang telanjang di peluk Maggie, bahkan gadis itu tidur di atas dada bidangnya.


🔥🔥🔥


Pukul 04.00 pagi Maggie terbangun,Maggie selalu akan terbangun karena kehausan ketika telah tidur cukup lama.


Maggie menatap dada Maxim yang tepat menempel di pipinya. Maggie sedikit mendongak, benar pemikirannya. ia tidur berpelukan dengan Maxim. Maggie tersenyum, Wajah damai Maxim saat tidur adalah hal terindah yang ia lihat.


Maggie mengangkat perlahan tangan Maxim yang melingkar di perutnya. Maggie hendak bangun, namun Maxim kembali melingkarkan tangannya di perut Maggie.


Astaga! tangan Kak Maxim berat sekali."Maggie menelan kasar saliva nya, dia kembali mencoba melepaskan diri dari dari Maxim".


Maxim membuka matanya, karena Maggie terlalu banyak bergerak. Membuat Maxim terusik, Maxim sedikit mengernyit saat lagi lagi melihat Maggie membuka matanya.


Ada apa?" Maxim membuka suaranya yang parau khas orang bangun tidur".


Kak Maxim aku hanya haus, aku tidak bisa menjangkau air di nakas. Maxim tidak lagi bertanya, ia meraih gelas dengan satu tangannya.


Maggie meneguknya hingga tandas. "Terima Kasih Kak Maxim ".Maggie hendak kembali tidur, dia yang bingung mencuri pandang menatap Maxim. pria itu masih terjaga dan ternyata Maxim juga tengah menatapnya.


Maggie menunduk malu, lalu tiba tiba Maxim menarik tubuhnya hingga kembali di dalam pelukan Maxim. Maxim mencium aroma memabukkan dari surau Maggie.


Maggie mengulum senyum, ia menggigit bibir bawahnya .Maggie merasa nyaman dengan posisi tidur seperti ini.


🔥🔥🔥


Keesokan paginya.


Maggie meraba ke ranjang di sampingnya, kosong! Maggie lalu menatap ponsel, matanya membulat sempurna saat melihat jam yang tertera pada benda pipih itu.


Astaga! Bagaimana bisa seperti ini? aku tidur seperti kerbau saja, memalukan! Maggie menggerutu karena bangun di siang hari saat matahari tengah terik teriknya.


Maggie mengelus dada ia terlonjak kaget saat melihat Maxim masuk dari balkon. Maggie menebak jika Maxim mungkin selesai merokok.


Mandi lah lalu kita sarapan! Maxim menjatuhkan dirinya di depan televisi.


Apa? Sa... sarapan? Maggie membeo.


"Sarapan yang terlewat "Maxim mengangkat bahunya acuh.


Maggie menunduk menahan malu. Maggie melangkah ke kamar mandi sesuai dengan titah Maxim untuk membersihkan dirinya.


 


🔥🔥🔥


 


Maxim dan Maggie duduk berhadapan. Maggie menatap sekelilingnya,suasana restoran ini begitu ramai.


Maxim menatap bahu Maggie yang memang terlihat ,karena gadis itu memakai pakaian yang selalu mempertontonkan bahunya.


Maggie mengernyit saat Maxim memperhatikannya seperti itu, Kak Maxim ada apa?


Maxim menggeleng, ia tidak mau membuat Maggie merasa malu dengan menegurnya di tengah keramaian seperti ini.


Tanpa Sengaja seseorang melewati meja yang di tempati Maxim dan Maggie. Maggie terlonjak kaget saat seorang pria tanpa sengaja menyentuh pahanya.


Maaf nona aku hampir terjatuh, jadi aku hanya mencari tumpuan saja! alibi pria itu.


Maggie yang tadi merasa risih, lantas menatap dengan ragu pada pria itu namun memang tadi pria itu hampir terjatuh karena tersandung kaki meja.


Maxim memicingkan matanya, dia dengan aura yang tidak bersahabat menatap pria yang menabrak meja mereka.


Pria itu berlalu dari sana dan terlihat masuk ke dalam toilet pria. Maxim yang melihat itu, segera menyusul pria itu.


Kak Maxim kau mau kemana?


Toilet!


tetap di sini dan jangan kemana mana!


Maggie menatap Maxim dengan kening berkerut.


💋💋💋


Tinggalkan like dan komennya.


See You ❤❤❤