You Heart Me Season 2

You Heart Me Season 2
You Heart Me ~Part 12



Maxim membuka perlahan matanya, dia mengernyit merasakan tubuhnya tertindih. benar saja ,Maxim melihat gadis yang berstatus istrinya itu, tertidur dengan memeluk dirinya.


Maxim mengangkat kepalanya, dia menengok wajah Maggie yang bersandar di dadanya. Maxim kembali merebahkan kepalanya, Maxim juga baru menyadari. jika dirinya juga memeluk Maggie,dengan kedua tangannya memeluk punggung gadis itu.


Entah dorongan dari mana. Maxim secara reflek mencium puncak kepala Maggie, Menghirup dalam aroma buah yang berasal dari rambut Maggie.


Setelah cukup lama dalam posisi seperti itu, Maxim memindahkan Kepala Maggie ke bantal.


Maxim harus melakukan niat awalnya kemari, untuk bertemu dengan kolega bisnis,menyelesaikan tugasnya.


Awalnya Maxim tidak berniat mengajak Maggie. Sang Mommy Jasmine yang mendengar Maxim akan pergi keluar untuk melakukan Pertemuan memaksa dia untuk membawa serta istrinya.


 


Maxim tidak mempunyai pilihan selain menuruti Ucapan Jasmine. dia tidak ingin Jasmine menceramahi nya dengan serentetan Ocehan Mommy nya itu.


🔥🔥🔥


 


Maggie menggeliat, dia merentangkan kedua tangannya. Maggie mengernyit saat mendapati sepiring roti isi dengan selai kacang, dan segelas susu yang masih hangat. terlihat dari kepulan asap dari gelas itu.


Maggie bangkit dia melihat seisi ruangan yang sepi, Maggie tahu Maxim tidak membangunkannya.


Maggie tersenyum saat mendapati sebuah memo bertuliskan. "Aku pergi dan akan kembali sore nanti".


Meski hanya sesingkat itu,setidaknya Maggie merasa dianggap ada oleh pria yang hobi mengacuhkannya itu.


Maggie melahap semua makanan dan minumannya itu, Maggie menonton televisi. ia juga membaca majalah yang tersedia di meja yang sudah di siapkan Maxim.


Astaga! aku bosan sekali. Maggie melirik ke arah Jam yang di rasa begitu lama. Maggie mulai jenuh dengan suasana sepi kamar hotel ini. Maggie ingin keluar namun pakaian nya, masih belum kering. Maggie harus menunggu pakaian kembali kering.


Maggie hari ini kembali mengenakan Kemeja kebesaran Maxim. Maggie ber-selfie mengenakan Kemeja Maxim, entahlah Maggie begitu senang memakainya. Maggie merasa nyaman dengan aroma Maxim yang melekat di Kemeja itu. ada ketenangan tersendiri saat Maggie mengenakkan nya.


 


🔥🔥🔥


 


Maxim menyeruput teh yang di sediakan Mr. Victor Wong yang menjamunya dalam pertemuan kali ini.


Aku ucapkan selamat atas pernikahanmu Mr. Orlando. Ucap Victor dengan meletakan cangkir teh nya.


Maxim mengangguk sebagai jawaban.


Lain Kali ajaklah Istrimu,Kebetulan Lusa akan ada jamuan Pesta. Aku secara pribadi mengundang mu dan Istrimu untuk bergabung. Pintanya kemudian.


Maxim menggeleng, dia menolak dengan halus permintaan itu.


Mr. Wong kembali meminta Maxim untuk membawa serta istrinya.


Maxim tampak mengernyit, namun kembali ia mengangguk. Aku Akan menghadiri Pesta Jamuan mu Mr. Wong.


Mr. Wong tampak menatap Maxim dengan tatapan yang sulit dicerna. Maxim sendiri tidak tahu mengapa mendadak Mr. Wong memintanya untuk membawa serta Maggie ke dalam Pestanya.


Maxim ingin menolak, namun Mr.Wong berkata jika ini Pesta Yang Mengharuskan semua nya membawa Pasangan.


 


🔥🔥🔥


 


sesuai ucapannya Maxim kembali ke Hotel saat malam hari,Ah tidak Maxim sedikit melewati waktu yang tertulis di Memo.Maxim menenteng paper bag di tangannya, dia masuk ke dalam Kamar.


Ini Pakaian Untuk mu!


Maxim meletakan Paper bag itu di ranjang, Maxim melonggarkan dasi yang terikat di lehernya. Maxim tidak mendengar sahutan dari Maggie.


Maxim masuk dan membasuh wajahnya, Maxim melepaskan kemeja dan membersihkan dirinya.Maxim keluar dari kamar mandi hanya dengan mengenakan celana pendek dan bertelanjang dada.


Maxim menyalakan rokok dan pergi ke balkon, dia menghisap rokoknya hingga tandas. cukup lama Maxim menghabiskan waktunya di balkon, dan kembali masuk ke kamar saat sudah merasakan malam semakin larut.


Maxim menatap punggung Maggie yang terlihat tidak bergerak sedikitpun. Maxim mendekat dan melihat Maggie.


"Rupanya ia tidur, pantas saja tidak menyahuti ku! " .Maxim mendengus kesal.


Maxim akan beranjak ke kasur. Maxim kembali menoleh ke arah Maggie, entahlah ! mengapa ia tidak tega melihat Maggie tertidur dengan duduk seperti itu?.


Maxim meletakkan satu tangannya di bawah paha Maggie, satu tangannya ia gunakan untuk memegang bahu Maggie. Maxim memindahkannya ke ranjang, Maggie mengigau tidak jelas.


Kau begitu mirip dengan Anne yang selalu tersenyum ketika tidur .Sebenarnya yang apa membuat kau dan Anne tersenyum seperti itu? Kalian pasti memimpikan sesuatu yang begitu indah.


Maxim menatap Mata Maggie yang tertutup, Satu tangannya yang bebas menyentuh Pipi Maggie.


"Halus" ,satu kata itu yang mewakilkan saat tangan Maxim menyentuhnya.


Tangan Maxim bergerak menuju hidung Maggie, lalu berhenti tepat di bibir gadis itu. Maxim mendekatkan wajahnya, ia mencium puncak kepala Maggie dengan menghirup aroma buah yang kini menjadi kesukaannya dari Maggie.


Maxim mencoba melepaskan tangannya, namun Maggie malah semakin mengeratkan cekalan nya pada lengan Maxim.


Maxim mendengus kesal,ia mengalah membiarkan Maggie menggelayuti lengannya.


Perlahan rasa kantuk mulai melanda matanya, Maxim memilih menggeser sedikit tubuh Maggie dan ikut tertidur bersamanya.


Maxim tidur memandangi wajah Maggie, Maggie merangsek ke pelukan Maxim. Maxim tersenyum, ia membalas pelukan Maggie dan turut memejamkan matanya.


 


🔥🔥🔥


 


tengah malam Maggie terbangun, karena merasa haus. Maggie hampir berteriak terkejut dengan Maxim yang berada tepat di sebelahnya." Kak Maxim memelukku, Ah tidak .Aku yang memeluk Kak Maxim".


Maggie berusaha untuk melepaskan pelukannya pada Maxim,namun satu tangannya tertindih tubuh Pria itu. Maggie mencari cara agar bisa terlepas, Maggie sedikit menarik paksa tangannya dari tubuh Maxim.


Maxim merasakan pergerakan Maggie, itu sedikit mengganggu nya .Maggie berhenti bergerak saat melihat Maxim membuka matanya, ia segera menunduk. Malu dan takut, itulah yang Maggie rasakan saat ini.


"Ada Apa? " Maxim berucap dengan suara parau khas bangun tidur.


"Ka...Kak Maxim aku haus, ta.. tanganku tertindih olehmu". dengan gemetar Maggie menyerukan keinginannya, Maggie kembali menundukkan Pandangannya Karena takut.


Maxim merubah posisi tubuhnya setengah duduk, dia meraih gelas di nakas lalu memberikannya pada Maggie.


Minumlah!


Maggie menatap Maxim dengan canggung, dengan perlahan Maggie ikut menyamakan posisinya seperti Maxim. dia meneguk air pemberian Maxim, Maggie sedikit menatap Maxim dari ujung matanya.


Maxim terlihat masih sangat mengantuk, Pria itu terlihat Memejamkan matanya kembali .Maggie mengelap bibirnya yang basah terkena air, bahkan dagunya ikut terkena tumpahan air.


Maxim kembali membuka matanya, dia meraih gelas kosong di tangan Maggie.


"Tidurlah lagi! ini Masih terlalu pagi" Maxim memejamkan matanya.


Maggie mengangguk ,dia ikut merebahkan kembali tubuhnya.


Maggie membulatkan matanya,saat Maxim menarik dirinya ke pelukan pria itu.


"Kak Maxim", Maggie mencoba bertanya pada Maxim.


Hmm... Maxim bergumam.


Apa yang kau lakukan? Maggie kembali bertanya.


Menurutmu Aku sedang apa? Maxim balik bertanya .


A.. Apa tidak mengapa Kau memelukku Seperti "ini?" Maggie bertanya dengan mengamati ekspresi Maxim.


"Tidak, apa kau tidak suka aku memelukmu?" Maxim kembali balik bertanya.


Secara spontan Maggie menggeleng.Maxim terkekeh melihat Maggie yang tampak antusias dengan gelengan yang di lakukan sangat cepat.


Ta- Tapi di dalam perjanjian itu, Kita tidak boleh bersentuhan kan?" Maggie kembali mengamati Ekspresi Maxim".


Maxim sedikit mengerutkan dahi, namun ia lalu tersenyum. Maxim tidak menyahuti pertanyaan Maggie, Maxim meraih tubuh Maggie memeluknya dengan erat. Maxim mendekap Maggie dalam pelukannya.


"Bisakah kau diam saja dan mulai memejamkan matamu! " Timpal Maxim menyerukan suaranya.


Maggie mengerjapkan matanya, Maxim memejamkan matanya dengan mengulum senyum. Maggie ikut menyusul Maxim, dengan malu Maggie semakin merangsek ke tubuh Maxim.


Maxim kembali membuka matanya, dia menengok ke bawah Menyadari Maggie memeluknya dengan erat. Maxim mengecup puncak kepala Maggie, Menghirup aroma khas gadis itu. Maggie tersentak saat di perlakukan Seperti itu, dia mendadak merasa nyaman dengan semua perlakuan Manis Maxim padanya.


💋💋💋


See You ❤


Budayakan Like setelah membaca 😘 .