You Heart Me Season 2

You Heart Me Season 2
You Heart Me~Part 70



Daniel memarkirkan kendaraan di tempat biasa dia meletakan mobilnya.Daniel turun dan sudah jadi kebiasaannya untuk mampir ke ruangan pantry Maxim untuk sekedar menyeduh kopi,tentu itu bukan alasan Daniel yang sebenarnya.Daniel hanya ingin bisa melihat wajah Tiffany sebentar setiap paginya.


Daniel tahu perasaannya bertepuk sebelah tangan, yang Daniel inginkan hanya melihat Tiffany selagi dirinya masih memiliki kesempatan.Jika nanti Maggie memberinya Maaf, Daniel akan kembali pulang ke Jepang.Dimana tempat seharusnya dia tinggal, bersama David dan anggota keluarganya yang lain.


Daniel yang memasuki area Kantor Maxim terkejut melihat para karyawan mengelilingi sesuatu.Daniel yang dilanda rasa ingin tahu lalu mendekat ke arah kerumunan,Alis Daniel terangkat saat melihat Maxim dan Maggie tengah saling menyuapi Kue.


Daniel membaca tulisan yang tertera di Kue tar, yang telah memiliki bekas potongan itu.


Daniel tersenyum kecut, dia lalu hendak pergi melanjutkan niatnya menuju pantry.


Maggie melihat Daniel, dia lalu berniat menyusul Daniel.di saat yang bersamaan Tiffany juga melihat kehadiran Daniel yang telah menjauh dari kerumunan.


"Daniel! "Tiffany membatin.


"Kak Maxim aku ingin ke toilet sebentar !" Maggie pergi setelah Maxim mengiyakan.


"Bibi, Aku ingin buang air kecil !" Tiffany mencari alasan agar bisa menemui Daniel sebentar.


"Iya sudah pergilah ke toilet, Mengapa masih di sini! "saut Emma.


"Baiklah,Aku akan segera kembali bibi! " Emma mengangguk,sementara Tiffany bergegas menuju pantry.


Maxim tanpa sengaja memperhatikan Maggie dari jauh, Maggie tidak masuk ke dalam toilet. Maggie masuk ke dalam pantry, Maxim bertambah heran saat melihat Tiffany juga mengekor di belakang Maggie.


"Daniel Tunggu! " Teriak Maggie.


Tiffany menghentikan langkahnya, dia tidak jadi memanggil Daniel. untung saja Tiffany tidak sempat berteriak, karena ternyata Istri atasannya itu juga memiliki keperluan dengan Daniel.


Daniel menoleh dia mendapati Maggie ada di belakangnya, betapa terkejutnya Daniel karena Daniel pikir Maggie pasti akan marah atau Maggie tidak ingin melihat wajahnya lagi setelah mengetahui kebenarannya dari Maxim.


"Maggie,sedang apa Kau di sini,bukankah Kau dan Maxim sedang merayakan hari jadi pernikahan kalian? " tanya Daniel dengan dahi mengerut.


"Ada yang ingin aku bicarakan denganmu?" Jelas Maggie.


Tiffany berhenti dan dia bersembunyi di balik dinding, dia berusaha mencuri dengar percakapan istri atasannya Maggie dan Daniel. namun, Tiffany tidak bisa mendengar apapun.Maggie meninggalkan Daniel setelah menyelesaikan pembicaraannya.


Daniel terlihat bahagia setelah Maggie pergi , dia lalu bersemangat untuk meneruskan niatnya menyeduh kopi.Daniel akan keluar dari pantry dengan membawa dua gelas kopi, Tiffany masih berdiri di tempatnya. lalu saat melihat Daniel akan melangkah ke arahnya, Tiffany bersiap pergi.namun Daniel terlanjur melihatnya, bahkan Daniel akan melewatinya.


Kedua manik Tiffany dan Daniel beradu tatap, tak berapa lama terdengar sebuah suara yang memanggil Daniel dari arah lain.


Daniel dan Tiffany menoleh bersamaan ke arah asal suara. Tiffany memicingkan matanya, saat wanita itu mendekat dan yang membuat Tiffany terkejut wanita itu menggelayuti lengan Daniel.


"Daniel mengapa lama sekali?" Suara wanita itu terdengar manja dan panas di telinga Tiffany.


Tiffany yang melihat itu merasa tidak suka, dan Anehnya hati Tiffany terasa teriris melihat wanita lain menggelayuti lengan Daniel seperti ini. Tiffany memilih meninggalkan Daniel dan wanita itu, dia pergi dan ikut bergabung kembali bersama Emma dan yang lain.


**


Tiffany tak melepaskan tatapannya pada Daniel dan wanita yang bersama Daniel.Daniel dan Wanita itu keluar dari pantry, terlihat keluar dari kantor.


Maggie tersenyum pada semua karyawan kantor, Maggie lalu menatap Maxim.


Maxim yang merasa di perhatikan menoleh pada Maggie, dia memberi isyarat lewat mata.


"Kak Maxim, boleh tidak kita rayakan hari jadi pernikahan kita!" Celetuk Maggie.


"Maggie, apa maksudmu?


bukankah yang kita lalukan ini juga merayakannya,sama saja bukan! " tukas Maxim.


Maggie mengernyitkan dahi mendengar perintah Maxim pada karyawannya.


"Tiffany tolong bereskan semua ini, kalian boleh kembali dan selesaikan pekerjaan masing masing!" Maxim menggandeng tangan Maggie untuk masuk ke ruangannya.


"Duduklah! " perintah Maxim.


Maxim melepas jas yang di kenakan, Maxim mulai membuka laptop dan terlihat akan mengerjakan pekerjaannya.


Maggie mengerucutkan bibirnya, wajah Maggie berubah masam. dia tidak suka Maxim bekerja di hari yang seharusnya mereka habiskan bersama, Maggie bangkit dan dia mengganggu Maxim.


Maggie merayu Maxim dengan berbagai cara, dia memainkan hidung Maxim dan menggoyangkan lengan Maxim.Maxim menahan amarahnya,tingkah Maggie hari ini cukup membuatnya sakit kepala.


"Maggie, bisakah kau duduk saja dan jangan menggangguku! " pinta Maxim.


Maggie menggelengkan kepala dengan gerakan cepat bahkan terburu buru,hingga Maxim bertambah heran dengan tingkah istrinya ini.


"Kak Maxim Aku ingin mengadakan pesta?" Maggie pada akhirnya langsung mengutarakan isi hatinya, dia kesal jika harus berbasa basi.


Maxim menghembuskan nafasnya, dia menutup laptop dan mulai menatap istrinya.


"Entah mengapa, aku merasa Maggie menjadi begitu manja denganku? "batin Maxim.


"Bisakah Kau buatkan pesta untuk merayakan hari jadi pernikahan kita? " Maggie tersenyum dengan sangat manis.


Maxim merasa terenyuh melihat senyum manja Maggie,Maxim bangkit dari duduknya. Maxim menangkup kedua pipi Maggie dengan tangan besarnya.


"Semua akan terjadi sesuai keinginanmu Tuan Putri! " ucap Maxim dan keseriusannya.


"Benarkah? " Maggie lekas memeluk Maxim,tanpa di sadari kedua sudut bibir Maxim melengkung ke atas.


Maxim lalu membalas pelukan Maggie, dia tidak ingin merusak kebahagian Maggie. Maxim ingin membuat hubungan dirinya dan Maggie baik baik saja.Lambat laun Maxim yang dulunya tidak mencintai Maggie, kini seakan tidak ada satu hari pun Maxim lalui dengan hati berdetak atas nama Maggie.


"Demi apapun aku ingin sekali mengatakan padamu, jika Kau akan kembali menjadi seorang Ayah.namun, Aku harus sedikit bersabar agar kabar ini menjadi kado spesial pada malam pesta nanti! " batin Maggie.


"Aku akan melakukan apapun untuk kebahagiaan mu Maggie,setidaknya untuk menghapus luka yang pernah aku gores di hatimu.Luka itu mungkin masih berbekas, tapi aku berjanji tidak akan ku sayat kembali goresan itu". Maxim membatin.


"Kalau begitu aku akan meminta Tiffany menyiapkan pesta malam nanti! " Seru Maxim.


Mendengar ucapan Maxim sontak Maggie mendongak dan menatap Maxim. dia lalu mengatakan hal yang membuat suasana hati Maxim berubah seketika.


"Kak Maxim aku sudah meminta Daniel untuk menyiapkan pesta kita malam nanti! " Maggie tersenyum saat mengatakan itu.


Maxim tertegun dengan apa yang di dengarnya barusan,Pria yang hampir membuat istrinya mengalami hal yang mengerikan malah harus menjadi orang, yang menyiapkan pesta untuknya.Maxim tidak mengerti dengan jalan pikiran Maggie, ia ingin menolak mempercayainya tapi bahkan Maggie sendiri yang mengatakan itu padanya.


Maggie mengernyitkan dahinya, saat Maxim tak mengatakan sepatah katapun dan hanya diam membisu.


"Mengapa Kak Maxim hanya diam saja?" batin Maggie.


"Bagaimana bisa Maggie meminta Pria brengsek itu untuk menyiapkan pesta, Apa Maggie sudah melupakan perbuatan jahat yang di lakukan Daniel padanya?" Maxim membatin.


"Maggie, Aku akan tetap meminta Tiffany untuk menyiapkan pesta! " Maxim melepas pelukannya pada Maggie dan pergi meninggalkan Maggie.


"Aku tahu Kau tidak suka dengan Daniel Kak Maxim,tapi ada alasan dibalik semua ini! " gumam Maggie lalu ikut menyusul Maxim.


...