
Maggie menunduk malu, ia menyembunyikan rona malu di wajahnya dari Maxim. Maxim sendiri merasa ada sesuatu yang membuat ia ingin merasakan kelembutan bibir Maggie.
Maxim mencium puncak kepala Maggie yang berada di pelukannya, gadis itu terlihat menggemaskan saat Maggie terlihat begitu kaku saat tadi tidak sengaja Maxim sedikit mengigit bibir gadis itu.
"Apa kau memiliki kekasih sebelum menikah dengan ku? ".Suara datar Maxim kembali terdengar memecah keheningan malam yang hanya disinari cahaya bulan.
Maggie menggeleng dalam pelukan Maxim, dia lalu mendongak saat Maxim menuduh Chris adalah kekasihnya.
"Lalu pria yang tadi pagi itu? Bukankah ia Kekasihmu ?".
Dia hanya temanku, aku baru mengenalnya sehari sebelum kita ke Jepang waktu itu.
"Kau menyukai nya? ".
Maggie menggeleng lagi, dia kembali bersembunyi di dada pria itu.
hening....
Maggie sudah terlelap, dia yang mudah sekali tidur seringkali akan terlelap jika sudah merasa nyaman.
Maxim memundurkan wajah Maggie, dia menatap wajah Maggie yang terpejam dengan tatapan mendamba. tiba tiba Maggie tersenyum manis, dengan mata yang masih terpejam erat.Maxim yang melihat senyuman itu seolah terhipnotis.
Maxim menatap paras Maggie, ia mengamati pesona paras ayu Maggie. Maxim tanpa sadar mencium kedua kelopak mata yang terpejam itu. Maxim mengecup hidung Maggie, diusapnya pelan bibir Cherry milik Maggie.kali ini Maxim benar benar terpesona, dengan paras yang di miliki Maggie. Mata Maxim di selimuti rona mendamba , ia ingin bertindak lebih pada Maggie.
"Argh.... teriakan frustasi Maxim lolos begitu saja".
Maxim bangkit dia meninggalkan Maggie begitu saja. Maxim membersihkan dirinya dikamar mandi, Maxim harus mandi air dingin untuk menidurkan sesuatu yang sempat terbangun.
"Mengapa rasanya ,aku selalu bereaksi seperti ini saat melihat Maggie? "
Sial.....Umpatnya pada diri sendiri.
Maxim mandi tengah malam, untuk menghilangkan hasrat yang sempat melingkupi dirinya. harusnya jika Maxim pintar, ia bisa meminta Maggie yang memang sebagai Istrinya untuk menyalurkan keinginannya.
Maxim sendiri begitu heran, ia merasa jika dirinya tidak boleh tertarik pada Maggie. Cintanya dan Hatinya hanyalah untuk Anna, Hanya Anna yang ada dalam hatiku setelah Anne. kekeh Maxim pada dirinya sendiri.
*Keesokan paginya. *
Maggie mengerjapkan matanya, ia melihat wajah damai Maxim. Maggie memberanikan diri mengusap rahang Maxim,yang masih tertidur dengan mata terpejam.
"Kau tampan sekali Kak!"Betapa beruntungnya wanita yang mendapat Cintamu? Maggie melepaskan tangannya dari wajah Maxim, saat pria itu terlihat menggeliat.
Maggie bergegas beranjak dari kamar, Maggie memilih membuat makanan di dapur, ia tidak ingin Maxim memergokinya sedang mencuri kesempatan memandangi wajah pria itu dengan memanfaatkan keadaannya yang tengah tidur.
Maggie mengusap keringat yang sudah membasahi peluhnya, ia mengibas ngibaskan tangannya di depan wajah.
Maggie duduk memakan sarapannya sendiri, dia bingung Maggie meletakkan sepiring spaghetti untuk Maxim namun ia tidak berani memberikannya untuk Maxim.
Maggie menggunakan kamar mandi dekat dapur untuk membersihkan dirinya. Maggie pergi ke kamar untuk berganti pakaian,dia mendengar gemericik air kran yang mengalir.Setelah memastikan Maxim berada di kamar mandi, Maggie lalu membuka bathrobe yang di kenakan. dia berganti pakaian di kamar ,karena Maggie pikir Maxim masih membersihkan dirinya.
Maggie selesai mengenakan pakaian dalamnya, dia hendak mengancingkan blezer yang dikenakan, Maggie lalu memakai rok span yang hanya menutupi setengah pahanya.
Maxim menelan kasar Saliva nya ,dia yang hendak keluar dari kamar mandi mematung di tempat ia mendapati Maggie tengah mengganti pakaiannya.
Maggie bersiul, ia membalikan tubuhnya. Maggie tersentak kaget saat mendapati Maxim berdiri di ambang pintu.
"Kak Maxim kau, se....Sejak kapan kau di sini?" Maggie sontak bertanya seperti itu,ia takut Maxim melihat dirinya berganti pakaian.
mendadak tenggorokan seolah tersekat, Maggie mendadak kehilangan keceriaannya, seketika rasa gugup mendera lidahnya.
Maxim berdehem menetralkan kecanggungan nya. dia berjalan ke arah Maggie, Maxim bertingkah seolah tidak melihat apapun, dia mengabaikan Maggie begitu saja.
Kak Maxim diam,itu artinya dia baru saja selesai mandi. Maggie bergumam di hatinya. Astaga mengapa juga aku harus memikirkan hal itu, Kak Maxim bahkan tidak pernah terlihat tertarik denganku.
Maggie menatap masakannya dengan kesal, ia memasak dengan porsi cukup banyak ternyata. Bahkan saat Maggie menuangkan ke dalam 2 piring, masih tersisa cukup banyak di penggorengan.
Maggie meraih rantang dan mengemas Spaghetti itu ke dalam rantang. Maggie keluar dari Apartemen, ia berangkat terlebih dulu meninggalkan Maxim.
Maxim berniat mengambil air minum, ia membuka tudung saji karena mencium aroma makanan.
Spaghetti " gumam Maxim tanpa suara".
Maxim mengabaikan makanan itu, ia kembali ke kamar meraih Jasnya dan mengendarai mobil.
🔥🔥🔥
Maggie berada di kantor ia sedang bergabung bersama karyawan yang bertugas di bagian kebersihan. Maggie memberikan Spaghetti kepada semua yang berada di ruangan itu.
Maggie lalu kembali duduk di meja kerjanya, bisik bisik rekan kerja Maggie kembali terdengar.
Maxim terlihat sampai di pelataran kantor, ia berjalan dengan mengenakan kacamata hitam miliknya.
Maxim berjalan di koridor kantor, semua orang menunduk memberi hormat pada Maxim.
Maggie ikut berdiri, ia memberikan hormat pada Maxim seperti karyawan lainnya. Maxim melewati Maggie, Maggie dan Maxim tidak saling menatap satu sama lain.
Maxim masuk ke dalam ruangannya, dia duduk di kursi kebesarannya.
"Sial..... Sial .....Sial.... "
Maxim mengumpat tiada henti, saat sekelebat bayangan Maggie yang berganti pakaian di hadapannya pagi tadi selalu muncul di otaknya. Bahkan Maxim merasa gerah, otaknya sungguh tidak waras bahkan miliknya merasa sesak setiap kali momen itu kembali melintas di pikiran Maxim.
Maggie mengabaikan ocehan karyawan Maxim yang terang terangan mengatainya wanita penggoda, perebut pengantin orang lain.
Maggie tetap fokus pada gambar desain yang ia kerjakan.
hingga tiba tiba kedatangan Victor Wong membuat semua orang bungkam. Angela melangkah menghampiri meja Maggie.
"Mrs.Orlando apa itu kau? Maggie mendongak, ia memicingkan matanya. seketika senyumnya mengembang.
Kau datang kemari Mrs.Angela Wong? Astaga! senang kembali bertemu dengan mu. Maggie segera memeluk Angela".
Tuan Maxim,Mr. Wong dan Istrinya telah tiba mereka ada di meja Nona Maggie. "ucap Emma sang sekertaris".
Baiklah! aku akan menemui mereka. Maxim keluar dari ruangannya menuju ruangan Maggie.
Selamat datang di Singapore Mr Wong. "Suara Maxim membuat tiga orang itu menoleh".
"Angela kau tunggu di sini sebentar, aku harus membicarakan sesuatu dengan Mr. Orlando".
Victor Wong dan Maxim kembali meninggalkan ruang kerja Maggie, Maxim sekilas menoleh pada Maggie. Maggie sibuk menunjukan desain nya pada Angela.
Sudut bibir Maxim melengkung sempurna, Maggie memang menarik dalam beberapa hal.
Maxim kembali fokus pada Mr. Wong saat pria itu melihat Maxim terus memandangi Istrinya.
💋💋💋
See You ❤