
Astaga ini gila.
Kak Maxim Kau sungguh mengajakku liburan ke tempat ini, ya Tuhan ini sungguh indah Kak.
Aku belum pernah melihat tempat seindah ini, Mata Maggie menatap penuh takjub pada pemandangan yang di miliki kota Venice.
Maxim menatap Maggie dengan senyum setipis bulu angsa, bahkan Maggie tidak menyadari jika Maxim tersenyum.
Maggie merasa bahagia, karena Maxim memberinya liburan yang tak terduga.
"Ini tempat yang Sama, dimana dulu Leon, Devan dan Clara . mereka bertiga ,pergi kemari untuk berlibur".
Maggie tertarik untuk mendengarkan cerita Maxim, yang sedikit berbeda dari Maxim yang selama ini ia kenal.
Maggie seolah melihat Maxim yang pertama kali ia lihat, saat masih menjadi sahabat Clara.
Maggie menatap Maxim dengan mengulum senyum, hatinya menghangat memandangi cara bicara Maxim.
Waktu itu aku meminta Leon untuk menyelesaikan sebuah misi, Misi rahasia antara aku dan Leon. aku meminta Leon untuk menyatukan Clara dan Devan. Leon mencoba beberapa hal, namun masih belum bisa menyadarkan pria itu. lalu Leon mencoba memancing Devan agar menyadari perasaannya, lewat sebuah liburan dimana tempat ini lah yang menjadi saksi misi waktu itu.
Leon berusaha dengan sangat keras ,hingga Kau tahu sendiri bagaimana Kisah selanjutnya .
Maggie mengangguk. Maxim kembali melangkah menuju tepian kapal setelah selesai bercerita, Maxim menatap alat pancingnya yang tak kunjung mendapat sasaran.
Maggie memilih duduk, ia ingin berjemur. Maggie sibuk mengoleskan sunblock pada kulitnya, Maggie sedikit kesusahan saat hendak mengoleskan sunblock di punggung nya
"Butuh bantuan? " Maxim yang tengah berdiri di tepian Kapal meninggalkan alat pancingnya.
Tidak usah Kak. aku bisa melakukannya sendiri, Maggie berusaha menghindari Maxim.
Maggie menahan napasnya saat Maxim berada di hadapannya, dengan wajah yang hanya berjarak 5 Cm dari wajahnya.
tangan Maxim merebut Sun block yang ada dalam tangan Maggie, Maxim mengulum senyum saat Maggie tidak berani menatap ke arahnya.
Maxim mulai mengoleskan Sun block dengan sangat lembut, tangan besar Maxim mulai bergerak di punggung Maggie.
Maggie menggigit bibirnya, saat hampir saja ia bersuara.
"Tuan Maxim ada yang ingin berbicara dengan mu". Suara Zack salah satu anak buahnya menyelamatkan Maggie dari kenakalan tangan Maxim.
Maggie menghembuskan napasnya dengan lega, saat Maxim memundurkan tubuhnya menjauh dari Maggie.
Maxim pergi dengan Zack , meninggalkan Maggie sendirian di tepian kapal.
Maggie lalu tersenyum senang, dia yang melihat Maxim pergi bergegas merebahkan tubuhnya di kursi dengan memakai kacamata hitam.
Maxim yang melihat dari koridor jendela,diam diam melihat semua tingkah Maggie.Maxim tidak mampu menahan untuk tidak tersenyum. Zack yang melihat Maxim tersenyum sempat merasa heran, namun kemudian Zack tersenyum sangat tipis.
…
🔥🔥🔥
Maxim menggenggam ponselnya dengan sangat erat, Maxim melampiaskan kekesalannya pada orang yang berada di balik ponsel.
*Malam harinya.
Maggie duduk dengan tersenyum di sebuah tempat yang sudah di siapkan Maxim, Maggie menatap sekelilingnya.Maxim meminta Zack untuk membawa Maggie,ke tempat spesial yang sudah dia siapkan. Maggie mengenakan Dress yang pernah di belinya bersama Maxim.
Maggie menatap pantulan dirinya di sebuah cermin kecil, sekedar mematut penampilannya.
Maggie duduk sendirian sementara Zack, ia menunggu tak jauh dari tempat Maggie menunggu Maxim.
Menit demi berlalu, cukup lama Maggie menunggu kedatangan Maxim. hampir 3 jam berlalu, Maggie bangkit dari duduknya. ia sudah mulai bosan menunggu Maxim, yang belum juga menampakkan batang hidungnya.
Zack kembali menghubungi Atasannya. Namun Maxim belum juga mengangkat panggilan dari Zack.
"Nona Maggie ini sudah hampir larut malam, Tuan Maxim sepertinya tidak bisa datang kemari".
Bagaimana Jika Kau kembali terlebih dulu ke Kapal? Sepertinya akan turun hujan, akan lebih baik jika kau berada di tempat yang aman. "Zack menatap tidak enak pada Istri Atasannya itu".
Maggie menatap sekelilingnya, suasana pantai mulai sepi dan Angin juga berhembus semakin kencang menerpa kulitnya.
Maggie menatap langit, benar yang di katakan Zack. Sepertinya akan turun hujan, Maggie memilih mengikuti saran Zack untuk kembali ke kapal.
Maggie menekuk wajahnya, dia kecewa karena makan malam Istimewa yang Maxim siapkan tidak berjalan seperti ekspektasinya.
Maggie sempat berharap, akan memiliki kenangan yang juga indah di tempat yang berhasil membuat Clara mendapatkan cinta Devan.
Maggie menatap tampilan dirinya di cermin, dia tengah menghapus Make up yang melekat di wajahnya.
Sebulir air mata menetes membasahi pipi Maggie, Maggie segera menghapusnya dengan kapas yang tengah di pegang nya.
"Aku berharap terlalu banyak pada Kak Maxim? harusnya aku sadar dengan kenyataan yang ada, sejauh ini saja aku tidak tahu bagaimana perasaan Kak Maxim yang sebenarnya padaku?". Maggie menatap Jam yang sudah menunjukkan pukul 02.00 dini hari.
Air mata Maggie mengering, matanya mulai sembab karena memikirkan sesuatu yang benar benar tidak ia mengerti akan berakhir seperti apa.
🔥🔥🔥
Di satu sisi, seorang pria terbaring dengan keadaan tak sadarkan diri.
Pria itu basah kuyup karena guyuran air hujan, dan terdapat beberapa memar di wajahnya. Benturan hebat di kepalanya, membuat pria itu kehilangan banyak darah.
Pria itu tergeletak di sisi trotoar jalanan yang Sepi, Pria itu menggenggam seikat bunga Mawar Merah.
Orang orang berkerumun, mengelilingi Pria yang terbaring lemah di trotoar jalanan itu.Salah satu seseorang dari kerumunan itu, membantu membawa Pria yang terluka itu ke Sebuah Rumah Sakit.
Dokter dan Para petugas lainnya segera memberikan pertolongan Pertama pada Pria itu, Salah seorang Perawat mengenali wajah Pria itu yang tidak asing untuknya.
Astaga bukankah dia, Pengusaha terkenal di New York itu. Bukankah dia Kekasih mendiang Anne"gumam Perawat itu".
~Keesokan Paginya~.
Maggie duduk di depan meja rias dengan kondisi mata yang sembab, Lingkaran hitam di bawah kantung matanya membuat wajahnya terlihat kusam dan sedikit menyeramkan.
Astaga, Mataku terlihat Menyeramkan sekali!
Maggie mengoleskan krim pelembab pada wajahnya, dia mencoba menutupi lingkaran itu dengan Make up tipis .agar lingkaran hitam di bawah kantung matanya bisa tersamarkan.
Maggie yang sedang sibuk bersolek, menghentikan kesibukannya saat mendengar ketukan di depan pintu kamar yang ia tempati.
Mungkin itu Kak Maxim. " gumam Maggie dalam hati".
Maggie melangkah dengan senyum yang mengembang di wajahnya,Maggie begitu ringan melangkahkan kakinya menuju pintu.
Ceklek.
Kak Maxim Kau sudah, -
raut bahagia Maggie berganti raut sedih dan muram.
Zack, Maaf aku tadi mengira Kau itu Kak Maxim. "Maggie tersenyum pedih".
Nona Maggie ,baru saja saya menerima telepon dari Seseorang. Seseorang itu mengatakan tentang keberadaan tuan Maxim, Tuan Maxim ada di sebuah klinik terdekat di Kota.
Maggie mengernyit, saat mendengar ucapan Zack. Maggie memundurkan langkahnya, ia berpegangan pada pintu dengan pikiran yang berkecamuk dalam pikirannya.
Apa, Apa Kau tahu sedang apa Kak Maxim di sana Zack?
Maggie mulai merasa tidak tenang, terbesit bayangan Maxim melintas di hadapannya.
Tuan Maxim dia, dia tidak sadarkan diri dan salah seorang pengendara yang melihat itu membawa Tuan Maxim ke Rumah Sakit.
Brukkkk...
Maggie terduduk lemas, ia hampir saja jatuh tersungkur ke lantai saat Zack mengucapkan tentang kabar Maxim .
Jadi Semalam Kak Maxim, dia -
Maggie menutup mulutnya dengan tangan.
Zack mengangguk mengiyakan pemikiran Istri Atasannya.
"Ya tuhan, aku bahkan sempat berpikiran yang tidak tidak tentang Kak Maxim. Ternyata dia sedang dalam kesulitan, mungkin semalam dia membutuhkan pertolongan.
…
Maggie dan Zack sudah berada di Rumah Sakit, bahkan Maggie sudah berada di ruangan rawat Maxim saat ini.
Maggie tertunduk lemas, dia tak sanggup menahan air matanya. kembali air bening itu menetes membasahi pipi mulus wanita yang kini memandangi Wajah Pria yang terbaring tak berdaya di ranjang Pasien".
Maggie menggenggam erat jemari Maxim, yang kini kembali terbaring lemah tak sadarkan diri.
Maggie menatap sendu pada keadaan Maxim ,Maggie merasa bersalah saat ia sempat berpikiran buruk tentang Maxim karena rasa kecewanya semalam.
💋💋💋
Terima Kasih atas semua bentuk dukungan kalian baik like, vote dan komennya sejauh ini .
See You ❤