
Maxim berteriak seperti orang mendapatkan sebuah undian, sebegitu bahagianya Maxim saat dirinya tengah berhasil membuka file itu dengan menghabiskan waktu Satu hari satu malam.
Maxim mengemasi pakaian yang akan dia bawa selama menyusul Maggie.Maxim begitu tidak menyangka dengan isi file itu, hingga dirinya bertambah risau karena ada beberapa kata yang begitu menyayat perasaannya.
**
Tiffany lagi lagi harus mengerjakan pekerjaan yang di tinggalkan Maxim untuknya. Tiffany sendiri tidak begitu merasa bosan, Karena Daniel yang hobi menyambangi kantor Maxim kini berteman dengannya.
"Jadi Kau kemari untuk menyelesaikan sebuah misi? "Tiffany memasang wajah penuh selidik.
"Hei, Jangan menatapku seperti itu Nona Sekretaris. aku bisa meleleh karena tatapan mu nanti" Daniel tertawa dengan begitu renyah melihat wajah muram Tiffany karena ucapannya.
"Kalau boleh aku tahu memangnya misi apa yang sedang kau jalankan?" timpal Tiffany.
"Kau ini rupanya cerewet juga yah " Ejek Daniel.
Sudah jelaskan saja! geram Tiffany.
"Baiklah nona garang, Bagaimana caraku menjelaskannya. uhm begini saja Tiffany , aku tengah berjuang untuk mendapatkan maaf dari seseorang.anggap saja orang itu Maxim".
"Maaf? " Ulang Tiffany.
Daniel mengangguk.
"Sudahlah Jangan Banyak berpikir, kerjakan pekerjaanmu. aku akan mengajakmu makan bersama,Kau mau kan ?".
Kini giliran Tiffany yang menganggukkan kepala.
**
Maxim menuruni tangga dengan tergesa. Jasmine yang melihat itu menegurnya?
Maxim ada apa, mengapa Kau tergesa seperti itu?
"Mommy, aku akan segera pergi ke bandara. aku akan menyusul Maggie".
Baguslah Jika Kau bertindak cepat, Jika tidak. Kau akan ku hapus dari daftar pewaris ku " geram Aldrich.
Aldrich meninggalkan meja makan dan melewati Maxim begitu saja.
"Jangan terlalu memikirkan perkataan Daddy mu Maxim" .Ucap Jasmine menengahi Ayah dan Anak itu.
"Daddy pasti kecewa padaku Mom"Ucap Maxim dengan tertunduk.
"Bawa Maggie dan obati kekecewaan Daddy mu nanti, sekarang pergi dan bawa kembali Istrimu Sayang. Mommy yakin sekembalinya Maggie semuanya akan kembali baik baik saja".
"Mommy benar. Semua akan baik baik saja, aku berjanji akan memperbaiki semuanya".Maxim melangkah meninggalkan Mansion setelah berpamitan pada Mommy nya Jasmine.
**
Elsa berlarian ke arah ruangan Operasi, Kondisi Leon melemah kembali. Elsa membatalkan niatnya untuk menemui Maxim karena Dr. Sarah memintanya untuk pulang.
"'Kakak ".
"Tuhan, Aku tidak pernah meminta banyak hal. namun, kali ini saja Tolong selamatkan nyawa Kakak ku".
Elsa berdiri dengan cemas di depan ruangan Leon,tidak ada apapun yang bisa dia lihat ,hanya pintu yang tertutup beserta lampu penanda di depan pintu operasi.Setelah lama mondar mondir di depan ruangan Leon, Elsa memilih duduk dengan mengusap air matanya, dia sungguh takut terjadi hal buruk pada Kakaknya.
Elsa tidak mengerti mengapa keadaan Leon kembali melemah, padahal sebelumnya Leon sudah semakin membaik .
"Andai Saja ada Maggie di sini, sayangnya aku hanya sendirian di sini". Elsa membatin.
**
Tuhan, bisakah Kau hukum saja aku tanpa melalui Kak Maxim. aku bisa menerima segala bentuk rasa sakit, asalkan jangan Kak Maxim sebagai perantaranya.
Malam ini, aku akan memenuhi permintaan yang sebenarnya sulit untuk aku lakukan.namun, Kak Maxim sendiri yang memintanya,jadi aku akan melakukan ini untuk mendapatkan Maafnya.
Entah akan seperti apa nanti aku tanpa Kak Maxim, Satu malam saja aku tak melihat wajahnya, aku merasa tiada kedamaian yang bisa kurasakan setiap detiknya.
Tangan Maxim terkepal mengingat beberapa tulisan Maggie di file itu, rasa sesak dan bersalah semakin mendera relung dadanya. Aldrich benar tentang dirinya, Maxim telah mengecewakannya.
"Aku bahkan kecewa dan marah pada diriku sendiri,aku tidak akan membiarkan Maggie pergi seperti ini,aku akan membawanya kembali".Janji Maxim pada dirinya sendiri.
Maxim sedang dalam perjalanan, Maxim tidak tahu dimana tepatnya Maggie tinggal di Manchester. namun, Maxim akan mencarinya berbekal foto Maggie. Maxim berharap akan kembali mendapatkan Istrinya dan membawa Maggie kembali ke Mansion mereka.
**
Bagaimana Keadaanmu di sana Kak Maxim?
Mengapa begitu susah untuk tidak teringat padamu?
Mengapa Kau menempati seluruh rungan di hatiku, bahkan di hatiku tidak tersisa tempat untuk diriku sendiri.
Seandainya aku bisa memutar kembali Waktu, Aku tidak akan berlari untuk menemui mu waktu itu Kak Maxim.namun, Aku tahu Kau kecewa padaku karena kejadian itu.Aku tahu semua ini sudah terlambat, Aku akan menghukum diriku sendiri atas kesalahan yang telah ku lakukan.
Mata sewarna madu itu terus basah tak beralih sedetikpun,pemilik mata itu menatap foto Maxim yang terbingkai sederhana.Foto itu selalu menjadi pengantar tidur Maggie di setiap malam menjelang.bahkan,foto Maxim selalu dalam pelukannya hingga pagi menyambut.
**
Dr. Sarah keluar dari Ruang Operasi dengan wajah lelah .
Elsa segera mendekati Dr.Sarah,Dr.Sarah melepas masker yang dikenakan. Elsa tidak mengerti mengapa Dr. Sarah tidak mengatakan apapun padanya,dan itu malah membuatnya ketakutan setengah hidup.
Dr.Sarah bagaimana keadaan Kakakku?
Dia sekarang baik baik saja El, tapi ada hal lain yang harus kau ketahui .
"Apa penyakit yang ada di otak kakak kambuh kembali? "Elsa menatap Dr. Sarah dengan mata yang berkaca kaca.
"Tidak El bukan itu. sebelumnya tolong Maafkan aku El,aku harus katakan jika jantung Leon sepertinya bermasalah. Aku tidak bisa mengambil resiko lebih jauh. Kau harus segera mencari pendonor jantung untuk Kakakmu".
Elsa tertunduk lesu, Nyawa Kakaknya tergantung pada seseorang yang mau mendonorkan jantungnya pada Leon.
"Lalu, bagaimana Jika tidak ada yang mau mendonorkan jantungnya pada Leon?.
apa Elsa harus kehilangan Leon begitu saja?"
"Tidak itu tidak boleh terjadi, aku akan mencari pendonor itu secepat mungkin".Tekad Elsa pada dirinya sendiri, Elsa segera menghapus air matanya.
Pikiran Elsa di penuhi kemungkinan kemungkinan buruk.
Elsa menoleh saat melihat sebuah tangan menyentuh bahunya,tangan mulus Dr. Sarah bertengger indah di sana.
"Kau tidak sendirian El, aku bersama denganmu " Dr. Sarah memberinya kekuatan dan keyakinan.
Elsa mengangguk,seketika Elsa memeluk Dr.Sarah dan menangis tersedu hingga membasahi jas dokter yang di kenakan Dr.Sarah.
Dr. Sarah ikut sedih melihat kondisi Leon kembali melemah seperti ini, andai saja Elsa tahu jika Dr. Sarah selama ini mengagumi Kakaknya Leon.
Dr. Sarah mengelus pelan pundak Elsa yang bergetar hebat karena menangis,dia mencoba memberi Elsa kekuatan.
Dr. Sarah juga menyakinkan dirinya sendiri.Dr.Sarah yakin Leon akan sembuh dan kembali menjalani kehidupan seperti sedia kala.
Dr. Sarah ingin kembali mendengar suara khas pria itu, dan melihat senyum menawannya.Dr. Sarah akan selalu menantikan datangnya hari itu.
**
Maxim memesan satu buah kamar untuk dirinya selama di Manchester, tanpa Maxim sadari dia dan Maggie ada di apartemen yang sama. hanya saja, lantai kamar mereka berbeda.
Maxim membuka kaos yang di kenakan, Maxim membanting tubuh atletisnya ke kasur empuk. Tangannya meraih ponsel dalam saku celana, dia melihat ponsel Maggie yang di bawanya, tangannya tergerak membuka galeri ponsel Maggie.
Seulas senyum terbit di wajah Maxim,Maxim memandangi wajah Maggie saat mereka pertama kali menginap di jepang untuk urusan bisnis. Maxim tertawa kecil, saat melihat foto selfi Maggie mengenakan kemejanya karena semua baju Maggie tertinggal di Mansion.
Astaga!
Semua foto di galeri Maggie mengingatkanku pada semua kejadian di masa lalu. Saat Anna meninggalkanku di pelaminan, lalu Mommy meminta Maggie untuk menjadi pengantin pengganti untukku. perjanjian konyol yang ku buat, dan aku juga yang melanggar batasannya.
"Maggie kisah ini tidak akan lengkap tanpa kehadiranmu,aku tidak akan membiarkan Kau menjauh dariku lagi.Kau dan aku harus memiliki akhir yang bahagia, bukan penuh air mata seperti ini ".batin Maxim bergumam.
...
*Jangan Lupa, Like Komen dan Vote yah.
Terima Kasih untuk bentuk dukungan kalian semuanya, baik like, komen dan vote nya ataupun yang udah follow.
peluk online dari Author.
See you ❤