
Anne Jangan, Jangan membawanya. "Maxim menangis dengan berusaha menahan tangan Seorang Wanita".
Anne tersenyum, namun ia tetap melangkah tanpa melepaskan tangannya pada tangan Wanita yang tengah memejamkan matanya.
Anne menarik paksa tangan Wanita itu, agar mengikuti langkahnya. sedangkan di satu sisi, Maxim menggenggam jemari Wanita itu agar tidak mengikuti Anne.
Anne aku mohon lepaskan dia, Jangan membawanya bersamamu. "Maxim menatap Anne dengan tatapan memohon ".
Anne tidak menghiraukan ucapan Maxim, ia tetap melangkah dengan mencoba membawa Wanita itu bersamanya.
Anne apa kau tidak mendengar ku? Ku mohon jangan membawanya ." Maxim menekuk kedua kakinya ,dia berlutut di hadapan Anne ".
Beri aku satu alasan, Setidaknya untuk membuatku berubah pikiran? "Anne tengah menatap Maxim dengan intens".
Maxim sedikit berpikir, dia lalu mengutarakan alasannya.
Aku tidak ingin kembali kehilangan, sama seperti dulu aku kehilangan mu. "Tatapan Maxim menyendu".
Anne tersenyum, Apa itu artinya Kau mencintai Wanita ini? " Anne tetap menatap ke dalam manik hitam milik Maxim ".
Aku tidak mencintai siapapun selain Kau Anne. Aku bersumpah untuk itu. Maxim "menggelengkan kepalanya ".
Kau akan kehilangan Wanita ini, jika Kau terus mengelak dari kenyataan. Aku sudah tiada Maxim,Lanjutkan lah hidupmu . Ikuti kata hatimu, dan Kau akan kembali merasakan kehadiranku lewat Wanita ini.
Aku berjanji untuk selalu bersamamu, Kini berjanji lah untuk tidak pernah meninggalkan Wanita ini.
Aku akan membawanya bersamaku, jika Kau meninggalkan Wanita ini lagi Maxim.
Maxim menatap Maggie dengan Anne bergantian.
Sebuah Kilauan Cahaya bersinar, membuat Maxim memejamkan matanya. Maxim yang terbangun, Mendadak berteriak saat melihat Anne membawa Wanita yang tak lain adalah Maggie. menjauh dari dirinya, Anne dan Maggie menghilang di tengah Kabut yang menutupi pandangan Maxim.
"Maggie jangan pergi..
Maggie, tunggu"
Maggie....
Maxim mengigau dalam tidurnya, ia tidak berhenti memanggil nama Maggie.
🔥🔥🔥
Maggie mengernyit, saat ia merasakan tenggorokannya kering. Maggie hendak membuka matanya, dia merasa Tubuhnya tertindih sesuatu.
Maggie membuka perlahan matanya, dan Maggie mendapati satu Kaki Maxim menindih Kakinya.
Maggie mengusap lengannya, ia kedinginan karena tertidur tanpa mengenakan pakaian.
Astaga AC nya membuatku seperti berada di Lemari pendingin. Maggie menggigil, dia lalu menyingkap selimut. Maggie meraih sepasang piyama yang tadi ia lepas lalu mengenakannya.
Maggie menatap Maxim, dia mengulurkan tangannya menyentuh kening Maxim.
"Suhu panasnya sudah mulai menurun, Maggie lalu berniat membasahi kerongkongannya" .
Maggie duduk di dapur, dengan memainkan gelas yang ada di tangannya.
"Tuan Maxim hampir satu bulan ini mengkonsumsi Minuman Keras nona, bahkan tak jarang tuan Maxim pulang dengan keadaan basah kuyup, Karena Tuan sering pulang dari bar saat cuaca tengah hujan deras.
Seperti sehari sebelum Nona Maggie kemari, Tuan Maxim tertidur dengan pakaian basah semalaman dan keesokan paginya ia kembali mendatangi Bar, dan puncaknya Tuan muda Maxim jatuh sakit. Saat Nona Sampai kemari, detik itu juga Tuan Maxim pingsan".
Maggie menekuk wajahnya mengingat percakapannya dengan Zavier, saat tadi ia berada di dapur untuk mengambil air minum.
Maggie kini melihat ponsel Maxim, yang memang dalam keadaan mati. Maggie mencharger ponsel Maxim.
Maggie lalu menempelkan kain tepat di kening Maxim,Maggie mengecup kedua pipi Maxim.
Aku tidak mengerti apa yang terjadi padamu Kak? Jika saja aku bisa membaca pikiran mu, detik itu juga. aku akan menjauhkan mu dari hal yang membuat mu jadi seperti ini. "Maggie bergumam ".
..
🔥🔥🔥
Astaga, Leherku rasanya pegal sekali!.
Maggie menguap, ini masih pagi tapi Maggie merasakan seluruh tubuhnya benar benar pegal .
Maggie berkutat di dapur, ia membuat semangkuk bubur Sum sum untuk dirinya sendiri.
Maggie yang tadinya bersemangat untuk memakan bubur sum sum, tiba tiba kehilangan selera makannya.
Maggie menjauhkan bubur itu dari hadapannya.
Astaga, Ada apa dengan diriku? tadi aku sangat lapar, lalu tiba tiba selera makan ku hilang begitu saja!.
Maggie membaca buku panduan memasak Opor Ayam, dengan bumbu rempah khas indonesia.
Wah, kelihatannya makan Ayam seperti ini enak sekali! "Maggie menelan saliva nya dengan susah payah. membayangkannya saja ,sudah membuat perut Maggie lapar".
Zavier....
Ada apa nona Maggie?" Zavier menunduk dengan sedikit membungkukkan badannya" .
Jangan terlalu formal seperti itu Zavier ,aku bukan Mommy Jasmine. Kau bisa menganggap ku seperti teman saja,Jangan Bersikap berlebihan seperti itu."Maggie memprotes ketidaksukaannya akan sikap formal Zavier".
Baiklah nona Maggie. Ada apa nona Memanggilku? Zavier kini mendongakkan kapala dan tidak menunduk.
Apa Kau bisa memasak opor Ayam untuk ku? Seperti yang ada di buku panduan ini. "Maggie menunjukkan gambar Opor Ayam yang ia maksud pada Zavier".
Zavier mengangguk antusias, ia senang karena ini pertama kalinya .Istri Tuan mudanya,meminta ia untuk membuat makanan. Zavier sendiri, cukup handal dalam masak memasak.
🔥🔥🔥
Kak Maxim Kau tidak ingin bangun dari tidurmu yah? "Maggie menekuk bibirnya dengan kesal".
Dimana dimana yang tertidur itu Snow White, bukan pria irit bicara seperti mu yang tertidur. "Maggie terkekeh karena ucapannya sendiri".
Maggie dengan gemas memainkan hidung mancung Maxim, bahkan tangan Maggie sesekali bergerak nakal meraba bulu halus yang sudah mulai tumbuh lebat di sekitaran rahang pria itu.
Kau tampak garang dengan bulu bulu ini, tapi Kau semakin Mempesona Kak Maxim.
Bolehkan aku mencium suami ku sendiri saat ia masih dalam tidur panjangnya? "Siapa tahu kejadian di dalam novel Snow White itu ,terjadi juga padamu Kak. saat tuan putri mendapatkan ciuman dari pangerannya, maka Sihirnya akan menghilang dan putri terbangun dari tidur panjangnya".
Maggie membungkukkan wajahnya, dia menatap bibir tebal Maxim.
Maggie memberanikan diri, menempelkan bibirnya pada bibir tebal Maxim. Maggie memejamkan matanya, dia mencoba merasakan kelembutan bibir Maxim.
Maggie mengelap bibirnya yang basah karena ulahnya sendiri, Maggie tertawa saat melihat warna lipstik yang ia gunakan sedikit berpindah Pada Bibir Maxim.
Maggie lalu kembali mencium Maxim, tapi dengan begitu pelan bahkan lebih lembut hingga sebuah suara membuat Maggie menghentikan kegiatannya.
Nona Maggie,Opor Ayam pesanan mu sudah Siap. "Suara Zavier membuat Maggie terpaksa menghentikan upayanya, dalam membangunkan Sang Pangeran dari tidur panjangnya ".
Kak Maxim aku harus mengurusi perutku dulu, aku akan menyiapkan tenaga agar bisa mencium mu kembali.
Maggie melenggang pergi meninggalkan Maxim ,yang terlihat menggeliat dalam tidurnya .
Tanpa Maggie sadari ,ada hal yang tidak ia ketahui saat tadi ia tengah mencium Maxim .
....
Like dan komennya di tunggu .....
💋💋💋
See You❤