You Heart Me Season 2

You Heart Me Season 2
You Heart Me ~Part 42



Anna menetralkan amarahnya, dia menarik napasnya lalu membuangnya, dan tak lupa Anna memasang senyum di wajahnya. Anna berpura pura tidak mendengar percakapan tadi.


Anna mulai berjalan masuk ke dalam ruangan, tempat Maxim mendapatkan perawatan.


Maxim, bagaimana keadaanmu? aku minta maaf karena tadi aku harus menyelesaikan sesuatu.


Maxim hanya mengiyakan,lalu kemudian berkata.


Anna ada hal penting yang harus aku sampaikan padamu! Maxim terlihat sangat serius saat mengatakan itu.


Anna memicingkan matanya, dia menatap dengan kerutan yang mulai tampak di dahinya.


Maxim mencoba untuk merubah posisinya menjadi setengah duduk,Aldrich yang melihat Maxim kesusahan, mencoba membantu putranya untuk mempermudah Maxim.


Elsa menatap Jasmine dengan isyarat mata menanyakan seolah bertanya ada apa ,namun Jasmine menggelengkan kepalanya. Jasmine sendiri tidak tahu apa yang akan di katakan Maxim putranya pada Anna.


Anna, Maaf sepertinya aku tidak bisa melanjutkan pernikahan ini dengan mu!


Seketika suasana berubah menjadi Senyap, Keheningan mulai menyelimuti ruangan itu.Lima Kepala yang ada dalam ruangan itu, sibuk dengan pemikiran masing masing. Aldrich mencoba memahami ucapan putranya, Elsa dan Jasmine juga tampak mencerna ucapan Maxim.


Anna yang mendengar kalimat itu meluncur dari mulut Maxim, segera menatap penuh tanya pada Maxim.


Apa maksud perkataan mu? Kau pasti bergurau bukan!


Anna tertawa lepas, bahkan tawanya itu membuat Elsa dan Jasmine bergidik ngeri.


Maxim kembali melontarkan kalimat yang membuat Anna semakin menggila dan tidak menerima keputusan Maxim itu.


Anna aku serius, aku tidak bisa menikah dengan mu! aku tidak mau menyakiti wanita yang terlebih dulu menjadi istriku.


Ayolah Maxim, bercanda mu tidak lah lucu!


Anna aku tidak sedang bercanda,aku serius dengan ucapan ku."kembali Maxim mempertegas ucapannya".


Anna menggeleng, ia menolak mempercayai ucapan Maxim. Aku tidak akan melepaskan mu, Maxim kau milikku! hanya aku yang berhak menjadi pendamping mu.


Elsa dan Jasmine saling bertukar pandang satu sama lain. Keduanya saling melempar senyum, Jasmine juga menatap suaminya Aldrich yang juga tengah tersenyum ke arahnya.


Anna aku harap Kau bisa menerima keputusan ku!


Tidak Maxim aku tidak mau menerimanya, ini tidak adil." Anna terus saja menolak keputusan Maxim".


Anna apa Kau tuli ? Kak Maxim sudah mengatakan semuanya dengan jelas, harusnya kau tahu apa yang harus kau lakukan. "timpal Elsa dengan raut senang, Elsa sendiri begitu terkejut mendengar ucapan Maxim namun ini membuatnya bahagia ".


Jangan memancing emosiku gadis bodoh!


Anna berucap sembari menunjuk wajah Elsa dengan satu Jarinya.


Turunkan jarimu itu dari wajah Elsa, Kau memang tidak tahu malu.


Kau lihat sendiri, putraku sudah membatalkan pernikahan ini. Sekarang bisakah Kau pergi dari sini, jika memungkinkan pergilah dari kehidupan kami . "Jasmine menatap Anna dengan senyum lega yang tampak jelas di wajahnya".


Kalian ingin membuang ku begitu saja, Aku tidak terima di perlakukan seperti ini! "Anna menatap tajam ke arah semua orang yang ada dalam ruangan itu".


Dari Awal kau datang dengan sendirinya,tidak ada yang mengharapkan kehadiran mu dan Kau tahu karena kedatangan mu itu, Kau hampir merusak rumah tangga putraku!


"Jasmine tak kalah tajam menatap Anna dengan tangan terkepal".


Jasmine, tenanglah!


Aldrich mencoba untuk menengahi kedua wanita berbeda usia itu.


Maxim aku tidak mau membatalkan pernikahan ini, Anna menatap Maxim dengan air mata yang mulai meluncur dari matanya.


Maxim aku mohon,jangan batalkan pernikahan kita!


Maxim, apa kau lupa? Jika saja saudara kembar ku Anne masih ada, dia pasti akan membencimu karena Kau mencampakkan ku seperti ini. "tangis Anna kian tak terbendung, air mata ketakutan akan hidup terlantar kembali menghantuinya".


Elsa menggelengkan kepalanya dengan bergumam dalam hati.


Bisa bisanya Wanita ular ini membawa nama saudaranya yang telah tiada untuk memeras emosi Kak Maxim.


*


Di satu sisi seseorang tengah melihat layar CCTV dengan teliti, setelah memastikan wajah seseorang itu sama persis dengan yang di carinya. Pria mengenakan seragam lengkap itu bergegas menemui rekannya yang lain.


Beberapa orang berseragam masuk ke dalam Rumah Sakit, mereka bersiap menuju tempat keberadaan Wanita yang telah mereka cari selama ini.


*


Maggie, tenanglah nak. Maxim akan baik baik saja!


Ibu aku tidak tahu mengapa Ayah melarang ku untuk menemui Kak Maxim.


Ayahmu hanya terlalu menyayangimu ,Ayah hanya tidak mau Kau terluka." Jane dan Maggie berdiri dengan berbicara lewat pintu yang membatasi keduanya".


Bisakah Ibu mengeluarkan ku dari kamar ini, Aku benar benar tidak tahan di dalam kamar seperti ini.


Maafkan Ibu Maggie, tapi Ayahmu merebut kunci kamarmu dan dia juga sudah menyembunyikan kunci cadangannya.


Mengapa Ayah menyebalkan sekali? Maggie berdecak kesal, bahkan ia menendang pintu dengan cukup keras.


Astaga, Kakiku!


Mengapa rasanya sesakit ini? Maggie mengerucutkan bibirnya, saat Kakinya mulai terlihat lebam.


*


Apa aku bisa memelukmu untuk terakhir kalinya? Anna mengusap air matanya dengan punggung tangan.


Maxim kemudian menganggukkan kepala, dia membuka kedua tangannya menyambut Anna.


Anna memeluk Maxim, namun tanpa sepengetahuan semua orang. Anna meraih pisau buah yang terletak di nakas. Anna berniat menusukkan pisau itu pada Maxim.


Maafkan aku Anne, aku terpaksa melakukan ini, dan Kau yang memaksa ku melakukan ini Maxim.Jika aku tidak bisa bersama mu, maka tidak ada yang boleh berbahagia bersama mu siapapun itu."batinnya".


Brakkk...


Ahh!


Rintihan Maxim terdengar bersamaan dengan pintu yang terbuka dengan kasar.


Anna menoleh dia mencabut pisau yang telah ia tancapkan di punggung Maxim.


Letakan Senjata di tanganmu nona !


Atau Kami terpaksa harus melumpuhkan mu dengan timah panas! "salah seorang polisi menodongkan senjata pada Anna".


Kak Maxim....


"pekik Elsa saat melihat kemeja Maxim yang mengeluarkan cairan berwarna merah".


Maxim ...


Jasmine dan Aldrich meneriaki nama putranya bersamaan.


Elsa dan Jasmine juga Aldrich begitu terkejut saat melihat punggung Maxim mulai mengeluarkan darah. Anna memundurkan langkahnya, dia menatap Maxim yang tengah menahan sakit akibat ulahnya.


Anna apa yang kau lakukan pada putraku? Kau benar benar wanita gila, aku tidak akan memaafkan mu jika sesuatu yang buruk menimpa Maxim!


Kak Maxim,


Elsa yang akan mendekati Maxim, berdiam diri di tempat saat Anna meletakan pisaunya tepat di leher Elsa.


Aldrich dan Jasmine kian panik saat melihat tindakan Anna yang memasuki tahap kriminal.


Paman, Bibi tolong aku! Elsa mulai ketakutan, baru kali ini ia merasa nyawanya terancam.


Kak Leon, aku takut!


air mata Elsa meluncur bebas membasahi paras manis gadis itu.


Polisi menahan tembakan agar Anna tidak menyakiti Elsa, Anna memanfaatkan situasi dia membuat Elsa sebagai tameng untuk dirinya bisa kabur dari kejaran polisi.


Anna menekan pisau itu di leher Elsa dan mengancamnya.


Bergeraklah, atau aku akan membunuhmu! Antar kan aku ke parkiran, berikan kunci mobil mu!


Elsa meringis saat pisau itu sedikit menggores kulitnya, rasa perih bahkan sudah mulai ia rasakan.


Minggir, Jangan menghalangi jalanku!


Letakan senjata kalian, atau aku akan memotong leher gadis bodoh ini.


para petugas polisi itu meletakan senjatanya sesuai permintaan Anna.


Elsa terpaksa mengikuti Anna untuk membawanya ke mobil tempat Elsa memarkirkannya.


Apa sekarang Kau mendadak bisu? Kau terlihat sangat ketakutan? Apa Kau belum pernah menjadi sandera?


Sayangnya Aku harus segera pergi!


Terima Kasih sudah mengantarku,Aku akan sedikit memberikan ukiran di leher jenjang mu ini !


Elsa yang dilanda rasa takut memilih memejamkan matanya, dia tidak bisa melawan Anna. Anna mengancamnya dengan benda tajam, hingga Elsa tidak bisa berkutik sedikitpun.


Dorrr.... Dorrr... Dorrr...


terdengar tiga bunyi tembakan berturut turut, Elsa yang masih ketakutan tidak berani membuka matanya.


Elsa mengernyit saat tidak merasakan tekanan lagi di lehernya,Elsa membuka matanya perlahan.


Elsa menutup mulutnya dengan tangan, saat mendapati Anna tergeletak di hadapannya sudah tak bernyawa.


Elsa menoleh ke belakang, Elsa berhamburan ke arah pria yang telah menyelamatkan nyawanya.


....


See You. ❤


Terima Kasih buat semuanya, jangan lupa tinggalkan Like, Komen, Vote juga boleh.


Stay with me di YHM 2 yah 😘.


*Kira kira siapa nih yang menyelamatkan Elsa ?