
Setelah berbicara dan mencium perut istrinya. Bram kembali duduk disamping Keinya. Dia membawa kepala Keinya untuk bersandar di bahunya.
"Sayang!"
"Hmm."
"Bolehkah aku meminta sesuatu?" tanya Bram.
Keinya pun mengangkat kepalanya, dan menatap intens Bram. "Meminta apa?"
"Aku tak ingin kau mengandung lagi, sudah cukup kau kesulitan saat mengandung sikembar. Dan aku tak mau melihatmu kesulitan untuk kesekian kalinya."
"Tapi aku tak keberatan untuk mengandung lagi, aku juga ingin memberimu anak lelaki," ucap Keinya.
"Sayang, aku tak keberatan jika hanya memiliki anak perempuan. 3 anak peremuan sudah cukup untuku." Bram menoleh kesisi untuk mencium kening Keinya. Saat usia kehamilan Keinya memasuki 7 bulan, Keinya sudah tak bisa lagi bergerak dengan bebas,
dia tak pernah bisa lagi tidur dengan pulas setiap malam. Saat melihat istrinya sedang kesusahan, terkadang Bram menyalahkam dirinya sendiri ketika dia melihat istrinya sedang kelelahan. Bahkan dia selalu meminta maaf pada Keinya saat Keinya terlihat kesusahan. Tapi lagi-lagi Keinya membuat Bram tak bisa berkata-kata, Keinya selalu menjawab bahwa dia sangat bahagia dengan kehamilannya. Sikap Keinya yang dewasa membuat cinta Bram pada istrinya bertambah setiap hari. Dia benar-benar merasa bersyukur bisa menikahi Keinya, wanita yang benar-benar bisa membuatnya bahagia.
Keinya pun kembali menyandarkan kepalanya pada Bahu Bram. Dia menautkan jari-jari nya pada tangan suaminya. "papih!" panggil Keinya.
"Ya sayang?"
"Apa kau sudah mempersiapkan rumah untuk kita tinggali di Indonesia?"
"Aku sudah menyiapkan semuanya sayang. Aku membeli rumah di cluster yang sama dengan Bell.. bukan maksudku mommy dan daddy. Rumah kita hanya terhalangi 10 rumah dari rumah mommy dan daddy."
Mendengar ucapan suaminya, Keinya langsung menatap Bram. "Bukankah cluster itu milik Galdo realestate? tanya Keinya dengan kaget. Dia tak menyangka jika suaminya menyiapkan hunian yang jelas-jelas bahwa ibunya lah yang mengelola Clurster mewah tersebut.
"Sayang kenapa kau terkejut?" Bram mengernyit heran.
"Aku membelinya dengan harga penuh sayang, mommy berkata hubungan tak bisa mempengaruhi bisnis," jawab Bram terkekeh. Saat Bram menghubungi Aysel lewat telepon dan melakukan trnasaksi, Aysel langsung mengancam Bram agar tak meminta diskon, padahal Bram sama sekali tak berniat untuk meminta diskon.
"Seharusnya kau bilang jika ingin membeli rumah di cluster milik mommy, setidaknya aku bisa meminta diskon, kau pasti mengeluarkan banyak uang untuk membeli rumah?"
"Sayang jangan dipikirkan lagi ya, bagiku kenyamanan mu dan anak-anak melebihi apapun. berapa pun uang yang aku keluarkan untuk kalian, aku sama sekali tak keberatan."
"Mommy semakin tua semakin menyebalkan. Dulu saat daddy ingin menghadiahkan rumah untuk om Andra, daddy juga harus membayar rumah yang diberikan untuk om andra, padahal cluster itu milik istrinya sendiri." Keinya mencebik saat menceritaka tentang Aysel yang selalu propesional jika masalah bisnis.
"Sayang, aku juga akan melakukan hal yang sama jika aku menjadi mommy, karna didunia bisnis kita memang dituntut untuk bersikap kejam." Bram terkekeh dengan ucapannya sendiri. Perkataannya langsung dihadiahi cubitan oleh Keinya karna dianggap membela Aysel.
"Ini sudah malam, ayo tidur!" titah Bram.
"Punggungku tidak nyaman jika aku berbaring."
"Sayang berbaliklah! aku akan memijat punggungmu."
Keinya pun menggeleng. "Jangan memijat punggungku?"
"Kenapa?" tanya Bram mengernyit heran.
"Aku ingin mendengarkanmu mengaji."
Bram pun tersenyum. "Aku juga belum sholat isya. setelah sholat aku akan mengaji." Bram pun bangkit dari duduknya. dia berjalan kekamar mandi untuk mengambil wudhu Setelah selesai dengan wudhu nya Bram berjalan ke walk in closet untuk memakai baju koko. Setelah memakai baju koko dia mengelar sejadahnya didekat ranjang dan memulai ritual sembahyangnya.
Ya allah sisain kaya Bram buat Onty online yang jomblo diluar sana. "Amiinkan berjamaah gays hahah"
4 eps lagi nih. Tapi tenang di season dua Bram dan Keinya masih tetep ada kok. Dan ia kumpulin poin kalian ya buat nge vote season dua nanti. jika Rank season dua bagus aku akan crazy setiap hari.