Uncle Bram

Uncle Bram
88



Setelah mengetahui suaminya tak ada di sampingnya, Keinya dengan cepat melangkah kekamar mandi.


"Lila!" panggil Keinya pada Lila yang sedang duduk di meja makan.


"Ya, mamih."


"Papih kemana sayang?" tanya Keiny, lalu dia duduk di sebelah Lila.


"Papih pergi setengah jam lalu. Papih berpesan untuk jangan membangunkan mamih," jawab Lila sambil mengunyah rotinya.


Keinya pun hanya menghembuskan napas kasar. Kemudian dia teringat Alana. Seketika hati nya merasa sakit karna berpikir Bram bertemu Alana dan Keinya berpikir bahwa perhiasan yang Bram beli kemarin untuk Alana.


Keinya pun berusaha bersikap senatural mungkin di depan Lila, " Lila, jika papih sudah pergi, biarkan mamih yang mengantarmu ke sekolah ya."


"Papih sudah menelpon Aunty Zoya untuk mengantarkan ku ke sekolah mamih."


Keinya pun semakin heran dengan sikap suaminya. Tak bisa lagi menahan rasa penasarannya. Dia kemudian bangkit untuk mengambi ponsel dikamarnya.


Sedangkan Bram.


Sudah sejak lama dia ingin membuat resepsi untuk pernikahan ke duanya. Dan setelah berkonsultasi dengan Dokter kandungan tentang kehamilan istrinya yang sangat sehat dan kuat, Bram memutuskan untuk mengadakan resepsi dengan mengundang semua rekan bisnisnya dan para karyawannya.


Bram memang menyuruh WO untuk mengurus resepsi pernikahannya tapi dia sendiri pun turun tangan karna ingin dia ingin memberi yang terbaik untuk istrinya melalu campur tangannya.


Dan saat semalam Bram pulang ke Apartemennya dia sengaja sedikit mengacuhkan Keinya karna ingin memberi sedikit kejutan. Semalam dia terkikik geli saat dia memunggungi Keinya dan Keinya menusuk-nusuk punggungnya.


Dia sengaja berangkat pagi hari untuk pergi ke hotel. Bram menyewa semua kamar untuk rekan bisnisnya yang ber'asal dari luar negri. Tak lupa dia memesan kamar sweet room untuk dia dan istrinya ber'istirahat setelah menyelesaikan resepsinya. Dan pagi ini dia menghias kamar itu dengan tangannya sendiri. Bram menghias kamar itu dengan apik dan tak lupa dia menaburkan mawar di atas ranjang. Dan tak lupa pula dia memasang lilin-lilin agar lebih romantis.


.


.


.


.


Kemudian dia teringat tentang melacak Gps yang di pasang di mobil suaminya. Matanya terbelalak saat melihat posisi suaminya sedang di berada di salah satu Hotel terbaik di London. Napasnya sudah tak ber'aturan pikirannya hanya menyusul suaminya ke hotel. Dia langsung menyambar kunci mobilnya, dia memberanikan diri untuk menyetir karna amarah yang sedang dirasakannya.


"Jika kau benar mengkhianati ku, dan kembali pada mantanmu, aku bersumpah akan pergi selama-lamanya dari hidupmu," geram Keinya saat dia menjalankan mobilnya.


30 menit kemudian dia sampai di Hotel tempat Bram berada. Ingin rasanya dia mengurungkan niatnya untuk menyusul Bram karna takut akan apa yang diliatnya nanti. Hanya membayangkannya saja dia sudah merasakan hatinya berdenyut nyeri. Tapi Keinya berpikir dia tak mungkin mundur setelah sampai di hotel.


Dengan menghela napas sejenak dia memberanikan turun dari mobilnya untuk masuk ke dalam hotel.


Setelah Bram beres menghias kamarnya. Dia terlupa ada satu yang kurang, dia lupa membeli satu buket bunga yang akan dia berikan saat resepsi nanti. Dia menyuruh sekretarisnya membelinya dan setelah sekretarisnya membelinya Bram menyuruh untuk menunggu di lobi hotel dan dia sendiri yang akan mengambilnya ke lobi. Dan naasnya saat Bram menerima buket bunga itu Keinya baru saja melangkahkan kakinya ke lobi dia melihat suaminya sedang memegang buket bunga sambil tersenyum.


Dunia Keinya hancur saat melihat Bram memegang buket bunga, Keinya berpikir Bram memberi bunga itu untuk Alana.


Tanpa memanggil Bram keinya berjalan pelan keluar hotel dan lebih memilih untuk pulang dan dia berencana untuk kembali ke Indonesia.


"Bramantyo aku sungguh membencimu." Keinya terisak saat memasuki mobilnya.


Dan saat Bram akan menaiki lift, sekretaris Bram yang bernama Mark langsung menghentikan langkah Bram.


"Mark, ada apa?" tanya Bram saat Mark memanggilnya.


"Maaf tuan, sepertinya saya melihat istri anda saat kelur dari hotel."


Seketika Bram menjatuhkan buket bunga yang dipegangnya. "Shitttt" umpat Bram dalam hati. Kemudian dia berlari untuk mengejar Keinya.


" Tolong jangan salah paham sayang." Bram bergumam sendiri saat memajuka mobilnya.


yah si Uncle auto puasa lagi 😂😂😂😂