
"Daddy!!" teriak Keinya dari depan pintu saat melihat Aska tengah mengamati foto-foto Keinya dan Bram. Keinya langsung berjalan cepat dan langsumg memeluk Aska.
"Sayang, kau sedang mengandung tak baik untuk cucu daddy jika kau berjalan dengan cepat."
"Keinya pun melepaskan pelukannya. "Dia anak-anaku daddy." Keinya mencebik karna mendengar perkataan Aska.
"Bagaimana kabarmu sayang?" tanya Aska yang melihat Keinya sedang cemberut.
"Aku sangat baik daddy," jawab Keinya dengan terseyum.
"Bram?" ucap Aska saat Bram dan Lila menghampirinya.
Mereka pun bersalaman dan berpelukan khas lelaki dewasa pada umumnya.
"Hai Lila?" sapa Aska pada Lila yang tengeh tersenyum kepadanya.
"Hai juga uncel." Lila belum terbiasa untuk memanggil Aska dan Aysel kakek dan nenek. Jadi dia memanggil Aska dan Aysel masih dengan panggilan uncle dan aunty.
Saat malam.
Setelah mereka bercengkrama seharian penuh hingga tak terasa waktu sudah malam. Aska dan Aysel sudah kembali ke kamar mereka begitu pun dengan Lila.
"Hubby, kaki ku pegal," keluh Keinya yang sedang bersandar pada bahu Bram.
Bram yang sedang memangku Laptopnya pun langsung menoleh ke arah istrinya.
"Kaki mu pegal sayang?" tanya Bram memastikan.
Keinya pun mengangguk. Bram langsung menutup laptopnya. Dia bangkit dari ranjangnya dan mengambil minyak urut. Lalu dia mulai mengurut kaki Keinya dengan perlahan.
"Bagaimana?" tanya Bram setelah sekian lama mengurut kaki istrinya.
"Ini sudah lebih baik papih."
Bram terseyum saat Keinya memanggilnya
"Jangan. Aku ingin memelukmu!" rengek Keinya dengan manja.
Mereka pun langsung berbaring. Seperti biasa Bram langsung merangkul Keinya kedalam pelukannya.
"Hubby, dimana kau mengurung tanteu Tya?" tanya Keinya.
mendengar pertanyaan Keinya seketika tubuh Bram menegang.
"Sayang, kau tau aku Mengurungnya?" tanya Bram kaget.
Keinya pun mengangguk. Saat dia mendiamkan Bram selama dua bulan. Dia selalu diam-diam memeriksa hp Bram. Dia selalu teringat ketika melihat Bram dengan wanita saat di restoran dulu. Namun Keinya tak menemukan apapun yang aneh pada ponsel suaminya. Hanya satu yang menarik perhatianya yaitu pesan dari seseorang yang mengatakan bahwa Tya tengah berhasil dipindahkan.
"Emm, ... aku."
Aku mau minta kalian ngumpulin poin yang banyak buat hari senin hahahaha. vote di tutup setiap hari sabtu. Oh ia karna banyak yang penasaran sama Andra dan juga masih banyak yang penasaran sama Kisah Aska dan Aysel. Jadi aku tulis lagi beberapa extra part untuk kalian. Kalian bisa ke lapaknya Lihat aku om ya. udah up kok.
dan ia karna banyak banget yang minta kisah Lila. jadi setelah Uncle Bram tamat. Aku akan buat kisah Lila sama Raffa yang ga kalah nyeseknya dari kisah Aska dan Aysel dan ga kalah nge baperinnya dari kisah Keinya dan Bram. dan akan tetap ditulis di lapak ini ya.
"Kau begitu jahat Raffael! kau tega melakukan ini padaku." Teriak Lila yang menatap Rafael dengan tajam.
"Itu bukan salahku." jawab Rafael santai.
"Kau harus bertanggung jawab Raffael?"
"Aku? bertanggung jawab untuk apa?" tanya raffael santai. rafael pun melontarkan kata kata kejam pada Lila.
Karna Rafael tak mau bertanggung jawab. Lila pun pergi dengan membawa sejuta luka.
tanpa Raffa sadari, Lila telah menyelamatkan nyawanya dua tahun lalu.
walaupun nyesek kaya cerita Aska dan Aysel tapi cerita mereka jauh beda kok. inget ya kisah mereka akan dilanjutkan di lapak uncle Bram. dan jangan khwatir Keinya dan Bram masih tetep ada kok. Ini hanya sekedar kehaluanku aja ya. Jadi mari nikmati ini dengan santai. Dan jangan khawatir kisah Kienya dan Bram masih lama kok tamatnya.
Alana muncul di next part ya. Keinya akan megajarkan kalian untuk melawan plakor hahahal