Uncle Bram

Uncle Bram
76



"Hubby, siapa Alana?" tanya Keinya. "Apa dia mantan mu?"


"Sayang kau mendengar obrolan kami di dapur?"


"Tidak. Kau bercerita dengan mommy sangat keras kau juga tak menutup pintu kamar jadi aku bisa mendengan semua." ucap Keinya sambil mensejajarkan wajahnya dengan wajah Bram. "Apa dia mantan mu?" tanya Keinya lagi.


"Sayangku, bagaimana jika aku menjelaskan besok. Aku sudah sangat mengantuk. Kau juga seharusnya tidur. Tak baik untuk anak kita bila kau bergadang sayang!" pinta Bram dengan nada halus.


"Tapi aku ingin mendengarnya sekarang!" pinta Keinya kekeh.


"Besok oke, aku akan menceritakan semuamya secara detail!"


"jika kau tak mau bercerita sekarang, aku tak mau berbicara lagi denganmu!" ketus Keinya. Kemudian dia berbalik membelkangi suaminya.


Mendengar perkataan yang di ucapkan istrinya, kantuk Bram hilang menguap begitu saja. Dia lebih memilih untuk bercerita sekarang dari pada dia harus kembali mengahadapi sikap diam istrinya. Bram dengan lembut menuntun tubuh istrinya agar kembali menghadap padanya.


Cup.


Keinya mencium bibir Bram sekilas setelah mereka berhadap- hadapan.


"Kau sungguh menggemaskan sayang," ucap Bram sambil menggesek-gesekan hidungnya pada hidung istrinya.


"Hmm... Alana, dia adalah mantan ku. Dia adalah putri dari salah satu rekan bisnis papah. Kami sering bertemu di acara-acara tertentu, lama-lama kami pun menjadi dekat hingga kami menjalin hubungan. Awal nya dia gadis yang baik dan lembut, kami menjalin hubungan selama dua tahun. Namun saat aku bilang aku akan melamarnya, dia berubah. Dia selalu menuntutku untuk memberi yang dia mau. Dan aku selalu menuruti semua keinginannya. saat dia meminta sesuatu untuk yang kesekian kalinya aku tak mengabulkannya karna aku sadar aku telah terlalu banyak memakai dana di perusahaan. Aku tak mungkin membiarkan perusahaan ku bangkrut hanya karna keinginan Alana. Aku pikir setelah aku menolak keinginanya dia akan mengerti, nyatanya dia menghilang. Hingga tak lama dari dia menghilang ada surat undangan yang datang ke kantor ku. Dan undangan itu adalah undangan pernikahannya. Aku mencarinya untuk meminta penjelasan, namun saat aku bertemu dengannya dia hanya berkata bahwa dia telah menemukan lelaki yang lebih kaya dari ku, padahal saat kami menjalin hubungan, aku bahkan sudah mengeluarkan puluhan milyar untuk keinginannya. Tapi dengan mudah dia meninggalkan ku. Walau dia sudah mengkhianati ku, aku selalu mengejarnya untuk meminta nya kembali padaku. Tapi setiap kali aku berhasil bertemu dengannya dia selalu menyuruh pengawalnya untuk menghajarku." Bram menjelaskan semua nya secara rinci pada istrinya.


"Mommy bilang dia sedang berada di negara ini dan mencari mu apa kau sudah bertemu dengannya?" tanya Keinya. Dia terlanjur penasaran dengan kisah cinta suaminya dulu.


"Apa jika dia menghampiri mu, kau akan tergoda lagi padanya? dan apa kau akan meninggalkan kami?" tanya Keinya dengan mata yang berkaca-kaca. Keinya selalu ketakutan jika memikirkan Bram akan meninggalkannya.


"Sayang, tatap aku!" Titah Bram sambil menyentuh dagu Keinya agar Keinya menatapnya. "Apa aku terlihat seperti pria yang mudah tergoda?" tanya Bram. Dan Keinya pun menggeleng.


"Aku takan pernah meninggalkanmu cintaku. Sekarang kau segalanya bagiku. Jika kau masih ragu padaku, kau boleh mengambil semua harta ku." ucap Bran bersungguh-sungguh. dia tak ingin membuat istrinya ragu kepadanya.


"Hubby, aku mencintaimu."ucap Keinya dengan senyum yang sangat manis.


"Aku lebih mencintaimu sayang."


"Mulai besok kau harus memakai supir kemana pun kau pergi, aku akan menyuruh supir untuk mengawasimu," ucap Keinya sambil terkekeh. Dia sendiri bingung kenapa dia begitu posesiv pada suaminya.


"Aku akan menuruti semua yang kau katakan sayang. Tapi..."


Keinya pun memutar bola matanya. Ketika dia menyadari jika Bram ingin bermain kembali. karna tangan Bram sudah kembali menggerayangi tubuhnya.


Dua bulan puasa kuyy hahahaha. jadi sekarang gasss terossssss. hahaha


Boleh meren aku minta vote. Biar nanti up lagi


yang kangen sama Daddy Aska mana suaranya. next ya ada daddy aska mampir.