Uncle Bram

Uncle Bram
story



Yuhuuuuuuu


Kalian bisa baca atau skip aja ya, karena setelah bab ini ada dua bab lagi cerita Arsen Gissel.


cerita ini di jamin, meguras emosi dan energi


mon maafye Mpok Mpok ibu ibu otor mau promo novel otor yang di si hijau ( K | B| ?)


Novel ini judulnya Cinta Viona


aku cuman naruh satu bab di sini..tapi di sana udah tamat


Judul C I N T A V I O N A


Bab 1 Kelicikan Maxim


Viona menggeliat dalam tidurnya. Ia karena merasakan tangan seseorang melingkar di pinggangnya. Rasanya pelukan ini,.begitu nyaman.


Semalam, dia bercinta dengan Maxim begitu hebat. Ia begitu kalut dan beberapa kali ia berteriak menggumamkan nama Maxim.


Tak lama, Viona membuka matanya saat


punggungnya dikecup oleh seseorang. Ia kembali tersenyum karena menganggap Maxim mengajaknya lagi bercinta seperti semalam.


Namun saat ia membalikan tubuhnyanya. Ia langsung terkejut ketika melihat bukan Maxim yang berada di sampingnya melainkan orang lain.


Ia membuka selimut, kemudian melihat tubuhnya dan ia menatap lelaki yang berada di depannya dengan wajah pucat pasi.


“Siapa kau?" teriak Viona. Tubuhnya Viona bergetar ketika membayangkan ia bukan bercinta dengan Maxim, seketika seluruh tubuhnya langsung mengeluarkan keringat dingin.


Seingatnya kemarin malam, Ia datang ke restoran bersama Maxim dan ia merasakan tubuhnya panas. Lalu Maxim membawanya ke hotel dan di dalam bayangannya, ia bercinta dengan Maxim.


Lelaki yang bernama Frans itu terkekeh, kemudian turun Dari ranjang. Viona memejamkan matanya saat melihat lelaki itu turun, karena lelaki itu tidak memakai pakaian sama sekali.


Bibirnya bergetar, ia mencoba mengingat hal semalam. Tubuhnya benar-benar panas. Hingga ia tak bisa mengingat apa pun. Dan dan dalam bayangannya, ia sedang bercinta dengan Maxim. Tapi yang terjadi sekarang di depannya bukan Maxim melainkan orang lain.


“Siapa kau?” tanya Viona lagi dengan bibir bergetar. ia memandang Frans dengan tatapan takut bercampur benci. Ia merasa menjadi wanita kotor, ini pertama kalinya Ia bercinta dan ia pikir, ia bercinta dengan Maxim. Hingga ia rela menyerahkan kesuciannya.


Frans mendudukkan diri di sofa, Ia membuka botol lalu meminumnya hingga tandas. Kemudian tertawa, “Lelaki yang kau cintai, telah menyawaku untuk menghamilimu, agar kau tidak mengejar-ngejarnya lagi,” jawab Frans dengan santainya, membuat tubuh Viona menegang.


“tidak ... tidak, ini tidak mungkin.” Viona menutup telinganya, seraya menggeleng-gelengkan kepalanya karena ia tak percaya dengan apa yang diucapkan Frans.


“Ka-kau bohong bukan?” tanya Viona lagi. Wajahnya semakin pucat, darah seperti berhenti mengalir seluruh tubuhnya.


“Untuk apa juga aku berbohong. Dia bahkan memintaku untuk menghamilimu agar kau tidak mengejar-ngejarnya lagi. Tubuhmu panas karena dia memberimu obat perangsang, bodoh!” omel Frans saat Viona masih terlihat tak percaya.


Ada sedikit rasa iba menelusup dalam hatinya. Tapi ia sudah mendapat bayaran yang mahal dari Maxim.


“Ka-kalian tega melakukan ini padaku?” tanya Viona dengan terbata-bata. Tubuhnya sangat lemas, ia tak tahu harus bagaimana sekarang. Kenapa Maxim setega ini padanya.


Ia memang mengejar-ngejar Maxim. Tapi haruskah Maxim berbuat ini padanya.


“Aku tidak punya urusan denganmu atau dengan lelaki itu! tugasku hanya menghamilimu dan tugasku selesai dan jika kau hamil dan dia akan memberikan banyak uang untukku,” Jawab Frans lagi, membuat dada Viona semakin nyeri. Ia merasa udara disekitarnya mendadak menyesakkan. jantungnya seperti terbelah dua, sesak mengisi rongga dadanya hingga ia tak sanggup lagi untuk bernafas.


Viona tak tau harus bereksi bagaimana. Semuanya patah berkeping- keping, harapannya musnah cintanya terluka karena kelicikan Maxim.


Tangis Viona berderai, semalam ia begitu bahagia saat untuk pertama kalinya Maxim mengajaknya keluar makan malam. Dan itu adalah momen langka bagi Viona.


bahkan sangat langka.


Viona pikir, ini awal yang baik bagi ia dan Maxim. Ia pikir, Maxim sudah membuka hatinya untuknya. Tapi ia salah, ternyata Maxim mengajaknya makan malam bukan untuk memulai hubungan dengannya dan menerimanya, melainkan untuk menjebaknya.


Ia membaringkan tubuhnya lagi Kemudian menutup sekujur tubuhnya dengan selimut. Lalu ia menangis sejadi-jadinya. Tubuhnya semakin bergetar. Rasanya, ini begitu menyKitkan dari apapun.


Frans terkekeh sinis saat melihat reaksi Viona. Di matanya, Viona sangat bodoh. Karena di butakan oleh cinta. “Jika kau hamil, kau bisa datang padaku. aku dengan senang hati menerimamu karena aku akan mendapat banyak uang darinya. Tapi jika kau ingin aku bertanggung jawab, maka kau harus menanggung resikonya. Karena kau, menikah dengan gangster sepertiku,” ucap Frans lagi.


Mendengar kata gangster, tubuh Viona semakin bergetar. Tidak mana Mungkin ia akan mengikuti lelaki seperti Frans yang tubuhnya saja dipenuhi tato dan wajahnya terlihat sangat beringas walaupun tampan.


Setelah mengatakan itu, Frans bangkit dari duduknya. Kemudian ia berjalan ke arah kamar mandi dan membersihkan dirinya. Tadinya, ia ingin mengulang hal panas bersama Viona.


Tapi ternyata, Viona sudah tersadar hingga akhirnya ia mengurungkan niatnya dan memutuskan untuk pulang meninggalkan Viona yang hancur sehancur hancurnya karena ulahnya dan ulah Maxim


••••


“Viona Kau kenapa?” tanya sang ibu, Berta menatapnya lekat-lekat, ia melihat tampilan sang anak dari atas sampai bawah seolah ada yang disembunyikan oleh anaknya dan tak biasanya pula anaknya bersikap gini. Viona berjalan kedalam rumah seperti orang ketakutan.


Viona yang baru saja masuk ke dalam rumah menoleh. Ia benar-benar tak ada tenaga untuk menjelaskannya pada sang ibu. Saat ini, ia baru saja pulang kerumah. Ia berharap, ia tak akan bertemu siapapun dan tak ada yang menginterogasinya tapi ternyata salah. Sang ibu sudah menunggunya.


“Bagaimana, apa ibu Maxim baik padamu?” tanya Berta pada sang putri membuat Viona mengerutkan keningnya.


“Maksud Mommy?” tanya Viona.


“Bukankah kau semalam menginap di rumah Maxim?” ucap Berta lagi membuat kening Viona mengerut.


“Mommy tahu dari mana?” tanya Viona


“Ibu Maxim yang memberitahu Mommy, bahwa kau menginap di sana.” Mendengar ucapan Berta, seketika Viona bagai disambar petir di siang bolong. Kenapa ibu Maxim berbohong pada ibunya.


Viona serasa dihantam oleh godam yang sangat besar, ketika menyadari sesuatu ternyata bukan hanya Maxim yang menjebaknya.


Ada peran ibu Maxim yang juga mendukung tingkah Maxim, karena buktinya ibu Maxim berbohong pada ibunya mengatakan bahwa Viona tidur di rumah Maxim. Padahal jelas-jelas Fiona tidur di hotel bersama lelaki lain karena ulah Maxim.


“Viona ... Viona,” ucap Berta yang yang menyadarkan Viona dan lamunannya.


“Aku lelah, bolehkah aku ke kamar,” ucap Viona. Ia merasa, kakinya tak sanggup lagi untuk menjadi tumpuan. kesakitannya bertambah ketika menyadari ibu Maxim dalang dari semua ini.


Padahal, selama ini ibu Maxim sangat baik padanya dan mendukungnya. Tapi ternyata, ibu Maxim adalah orang yang menghancurkannya.


Saat sampai di kamar, Viona menangis sejadi-jadinya. Tubuhnya ambruk di lantai, ia menepuk kakinya kemudian memeluk lututnya.


“Kau jahat ... Kau jahat, Maxim.” ulang Viona dengan suara lirih. Hancur sudah semuanya. Cintanya, harapannya, dan kebahagiaan.


•••


“Morning, Mom,” ucap Maxim saat bergabung bersama sang ibu di meja makan. Anela mengerutkan keningnya saat melihat wajah sang putra tampak ceria. “Maxim kau tidak apa-apa? kenapa kau tampak ceria sekali pagi ini?” tanya Anela. Maxim tersenyum kemudian mengambil roti lalu mengoleskan selai ke rotinya.


“Mom, rencana kita berjalan lancar. Viona sudah tidur dengan lelaki lain, dan jika dia hamil dia tak akan mengejar-ngejarku lagi,” ucap Maxim seringainya semakin lebar, ketika ia membayangkan Viona takan mengejar-ngejarnya lagi dan sang ayah tidak akan memaksakan soal perjodohannya.


Anela tertawa kemudian mengelus punggung sang putra “Sekarang kau bisa mulai mengejar cinta pertamamu tanpa harus dibayang-bayangi lagi oleh perintah Daddymu,” jawaban Anela membuat Maxim, tersenyum.


Sekarang tujuannya adalah mengejar Grisella wanita yang selama ini ia cintai, Grisella adalah cinta pertamanya sejak 10 tahun silam.


Grisella pernah menghilang 10 tahun yang lalu dan Maxim baru menemukannya dan saat menemukan kembali Grisela, ia tak ingin melepaskan Grisella lagi, Hingga terpaksa ia harus memukul Viona mundur dengan caranya.


Setelah sarapan, Maxim pergi ke kamarnya. ia yang bekerja sebagai dokter kandungan memutuskan untuk meliburkan diri, karena ia terlalu larut dalam euforia. Ia sedang memikirkan cara bagaimana mendekatkan Grisella. Ia harus mendapatkan Grisela secepatnya sebelum Grisela diambil oleh orang lain.


Satu bulan kemudian


“Siapa yang menghamilimu, Hah!" teriak Peeter. Ia berteriak setelah menampar Viona. Ya, hari ini, hari terburuk Viona. Sang ibu, menemukan tespeck di kamar mandi dan seisi rumah menjadi geger. Apalagi Kaka Viona yang menyerang Viona dan mengompori kedua orang tuanya, sehingga kemarahan Peeter semakin menjadi-jadi.


Plakkk