Uncle Bram

Uncle Bram
Extra part



Sudah seminggu mereka tinggal di Indonesia, Selama itu pula Keinya terus memperotes suaminya yang menurutnya sangat berlebihan. Namun bukan Bram namaya jika dia tak bisa membungkam istrinya, apalagi yang dilakukan Bram kalau bukan ber'akhir diranjang.


"Sayang, biarkan koki yang memasak temani aku tidur!" titah Bram saat mereka menyelesaikan sholat subuh berjamaah.


Keinya melipat sejadahnya, "Hari ini Lila masuk sekolah, aku harus menyiapkan keperluaanya. Dan aku juga harus menyiapkan bekalnya ... Aku tidak mau anak ku memakan makanan yang dimasak orang lain."


Bram memeluk Keinya dari belakang. "Apa kau tidak lelah, kau mengurus ketiga putri kita sendiri?" tanya Bram.


Keinya mengelus punggung tangan suaminya. "Aku takan pernah lelah papih, kau juga selalu membantuku," ucap Keinya. Kemudian dia membalikan tubuhnya menghadap suaminya.


"Bagaimana kalau temani aku 15 menit," ucap Bram menyeringai penuh isyarat.


Keinya membuka kancing koko yang dipakai bram. "Tapi kau sudah mendapatkanya semalam, aku tak yakin hanya 15 menit," jawab Keinya.


Tak kuat melihat senyum istrinya yang amat menggoda, Bram lansung mencium bibir Keinya. Namun baru saja dia akan melakukan hal yang lebih jauh. Suara Tania terdengar menangis, Bram langsung pergi kearah Box bayi dan mengangkat Vania yang sedang menangis karna terbangun.


"Cup ... Cup ... Sayang, Tania jangan menangis nak, biarkan kaka mu tidur," ucap Bram sambil menimang-nimang Tania. Namun bukannya berhenti menangis Tania malah mengencangkan tangisannya.


Keinya mendekat, "Papih, biar aku memberinya asi, sepertinya dia haus." Keinya mengambil Tania dari gendongan Bram.


Sedangkan Bram langsung berjalan kekamar mandi menyiapkan air hangat untuk Tania mandi. Dan setelah Tania beres meminum asi, Bram akan memandikannya.


••••


Setelah memberi Asi untuk kedua bayinya, Keinya bergegas kekamar Lila untuk membantu Lila bersiap-siap.


Saat Keinya masuk, dia tersenyum karna ternyata Lila sudah bangun dan sudah memakai seragam sekolahnya.


"Mamih ada apa?" tanya Lila saat Keinya masuk.


Keinya duduk dikasur Lila," Kemarilah, mamih akan mengeringkan rambutmu."


Lila pun menurut, dia duduk disebelah mamihnya dan Keinya mengeringkan rambut Lila.


"Mamih, kenapa ada uang di meja belajarku?" tanya Lila saat matanya melihat ada uang dimeja belajar.


"Itu bekalmu sayang," jawab Keinya sambil terus mengeringkan rambut Lila.


"Apa sekolah disini memang harus membawa uang mamih?" tanya Lila polos. pasalnya saat sekolah di London, Lila tak pernah membawa bekal uang, karna disekolah Lila dulu sudah ada makanan yang berkualitas yang diberikan kepada murid.


"Sayang, sekolah disini berbeda dengan sekolah di London. Disekolahmu nanti, kau harus membeli semuanya sendiri."


"Tapi, mamih membuatkanku bekalkan?" tanya Lila.


"Tentu, mamih sudah menyiapkanmu bekal, tapi kau harus tetap membawa uang, sekarang jam istrahatmu dua kali, jadi jika kau kembali lapar kau bisa membeli dikantin, tapi ingat beli lah makanan yang sehat, oke."


"Oke mamih."


Setelah Keinya mengeringkan rambut Lila, Keinya mengambil uang bekal Lila dan memasukannya kesaku Lila.


"Mamih, kenapa banyak sekali?" tanya Lila saat Keinya memasukan uang lima puluh ribuan 3 lembar.


"Kau bisa menabungnya jika itu tersisa."


"Tapi mamih, bukankah papih, memberiku uang bulanan? uang ku juga masih ada didompetku? lalu kenapa mamih memberiku uang lagi? tanya Lila bertubi-tubi.


"Mamih, aku sungguh tak ingin membeli apa-apa," jawab Lila berbohong. Padahal jelas-jelas dia sedang menginginkan sesuatu. Dan tentu barang yang diingankan Lila tidaklah murah. Sebelum dia mengetahui bahwa dia bukan anak kandung Bram. Dia selalu berani merengek pada Bram untuk apapun, tapi setelah dia tau yang sebenarnya, Lila bahkan selalu menekan keinginannya karna sangat malu jika dia meminta pada Bram. Bahkan saat dia menerima uang bulanan dari Bram, gadis kecil itu selalu menangis karna merasa jika dia tak pantas menerima uang dari Bram.


Ah Lila, peluak dari semua onty online 😍😭😭


"Mamih tau kau menginginkan sesuatu, jadi jika kau tak mau meminta pada papih dan pada mamih kau bisa menabung uang bulananmu dari papih."


Mendengar ucapan Keinya, Lila langsung memeluk mamihnya. "Terimakasih mamih."


"Sekarang turunlah, sarapan mamih akan menyusul bersama papih!"


"Ya, mamih."


•••


"Mamih, apa hari ini aku akan berankat bersama popa?" tanya Lila saat berjalan keluar rumah.


"Ya. Dan sepertinya itu popa."


Keinya dan Lila pun berjalan kearah gerbang, dan Keinya langsung membuka pintu mobil untuk Lila.


Lila duduk dibelakang bersama Raffa, sedangkan Aska duduk didepan disebelah Aska.


"Raffael, berapa uang jajanmu?" tanya Lila saat mobil sudah melaju.


"Aku hanya diberi 100 ribu oleh mommy, memang kau diberi berapa oleh mamih mu?"


"Mamih ku memberikan ku seratus lima puluh ribu."


Raffael langsung mencondonkan tubunya kearah depan untuk berbicara dengan Aska.


"Daddy, lihatkan uang jajan Lila saja lebih besar daripadaku, jadi bisakah daddy menambah uang jajan untukku?" pinta Raffael penuh harap.


Aska membuka dashboard mobilnya dan mengeluarkan uang seratus ribuan dua lembar. "Lila ini untukmu dan ini untukmu Raffael," ucap Aska sambil berbalik kebalakang dan menyerahkan uang seratus ribu pada Lila dan pada Raffael.


"Popa, tapi mamih sudah memberiku uang bekal," ucap Lila setelah menerma uang dar Aska.


Aska tersenyum pada cucunya. "Itu bekal dar popa Lila, jadi belilah yang kau mau disekolah nanti." Aska kembali berbalik kedepan.


Dan tibalah mereka disekolag Raffael.


"Lila, jika kau kesulitan, kau bisa mencari Raffael oke," ucap Aska sebelum Lila dan Raffael turun dari mobil.


"Cucu lu cantik juga ya," ucap Andra setelah Lila dan Raffael turun dari mobil.


Mendengar ucapan Andra, Aska langsung menatap Andra dengan sengit. "Lu mau jadi godain cucu gue, lu mau jadi fedopil," ucap Aska dengan sewot.


"Lu aja setuju anak lu nikah sama cowo yang seumuran sama lu, kenapa gue gak boleh deketin cucu lu," balas Andra santai, tapi sejujurnya dia hanya bercanda karna jika istrinya mendengarnya sudah pasti Andra akan di botaki oleh istrinya.


"Eh beda ya, mantu gua walau seumuran, tapi dia lelaki limited edition, ga kaya elu."


Andra mendengus mendengar jawaban Aska "Sekarang aja lu bilang gitu, ga inget dulu elua sama si Bram pernah adu jotos," ucap Andra.


"Brisik, cepet jalan!" titah Aska, jika diperpanjang pasti sekretaris disisinya ini akan meledeknya habis-habisan dan akan mengungkit bahwa dia dan menantunya pernah berselisih paham.