
Hening
Hening
Hening
Setelah Keinya dan Lila kembali ke kamar mereka. Bram kemudian berjalan ke arah meja makan. Dia melihat pizza yang Sepertinya Lila dan Keinya baru memakannya sedikit. Dia pun memindahkan beberapa potong pizza ke atas piring untuk mengantarkannya pada istrinya.
"Sayang, kau belum memakan pizza mu dengan benar!" ucap Bram. kemudian Di menaruh piring berisi pizza dan segelas jus jeruk diatas nakas sebelah ranjang.
"Baiklah, aku akan keluar. Asal kau mau memakannya." ucap Bram saat dia melihat Keinya memalingkan wajahnya.
Bram pun keluar dari kamar, dan ketika Bram keluar, Keinya meneteskan air mata lagi. Sebagai wanita hamil tentu saja dia ingin sekali didampingi oleh suaminya. Tapi sayang dia tak bisa merasakan itu karna dia masih sangat membenci suaminya.
Setelah Bram mengantarkan pizza untuk Keinya, kini dia mengantarkan pizza kekamar Lila.
"Lila?" panggil Bram saat masuk. Lagi-lagi dia harus menghembuskan napas kasar saat Lila tak menyahut. "Lila, makan pizza mu nak! ... papih akan keluar asal kau memakan makananmu." Bram pun keluar dari kamar Lila. Dan seketika Lila pun tersenyum karna Bram membawa pizza untuknya.
berjam-jam dia berdiam diri, merenung kesalahannya hingga tak terasa waktu menunjukan pukul 8 malam. Dia pun keluar dari ruang kerjanya dan memutuskan untuk menyuruh asisten pribadinya untuk memesan makanan khas indonesia untuk Keinya. Jujur saja dia ingin menanyakan apa Keinya mengidam sesuatu, tapi niatnya dia urungkan karna dia takut Keinya semakin marah kepadanya. Sambil menunggu pesanannya tiba, dia kembali kekamarnya untuk mengobati kaki Keinya.
Ketika Bram masuk, dia melihat Keinya sedang kesusahan mengobati lukanya.
"Sayang, biar aku saja yang melakukannya," ucapnya sambil merebut salep dari tangan Keinya. karna gerakan Bram yang tiba-tiba, dia tak sempat melawan dan akhirnya dia membiarkan Bram mengobatinya.
Saat Bram mulai mengobati kaki Keinya, hape milik Keinya berdering dan ternyata Laura yang mengirimi dia pesan.
💬"Kei, kau dimana? ... kenapa kau tak ada di Apartemenku?" tulis laura dalam pesannya.
💬"Laura maaf, ... aku pulang ke Apartemenku, dan maaf tak mengabarimu terlebih dahulu." balas Keinya.
💬"kei, kirimkan alamat Apartemenmu! ... aku akan mengantar mobilmu sekarang."
💬"Laura, mobil itu kini milikmu, anggap saja itu sebagai hadiah pertemanan kita."
💬"Kei, yang terluka hanya kakimu, bukan kepalamu! kenapa tiba-tiba kau memberiku mobil." balas laura dengan emoticon jengah.
💬"Aku tak menerima penolakan Laura, setelah kaki ku sembuh aku akan menyuruh seseorang membalikan surat -suratnya atas namamu."
Bukan tanpa alasan Keinya memberi mobil itu pada Laura. Mobil sport berjenis Fararri458 itu adalah salah satu mas kawin yang diberikan Bram pada nya. Jadi dia memutuskan untuk memberikannya pada Laura karna kecewa pada suaminya.
Setelah selesai mengobati kaki Keinya. Bram keluar dari kamar, dia menunggu asisten pribadinya datang membawa pesanannya. Cukup lama dia menunggu akhirnya pesanan nya pun tiba. Dengan cepat dia memindahkan semua makana khas indonesia kepiring dam segera mengantarkannya pada Keinya.
" Sayang, makanlah! kau belum makan malam, aku juga telah membuatkanmu susu." ucap Bram sambil menaruh nampan yang berisi makanan diatas nakas. "makanlah! aku akan keluar sekarang." ucap nya lagi saat keinya tak mau memandangnya.
Setelah Bram keluar kamar, Keinya dengan cepat memakan makanan yang dibawa Bram karna memang dirinya tengah lapar.
Setelah Bram mengantar makan malam untuk Keinya. Dia kembali keruang kerjanya, dia menunggu hingga larut malam untuk kembali kekamarnya. Dia ingin memeluk Keinya, dan itu hanya bisa dilakukan jika Keinya sedang tertidur.
"Sayang, maafkan papih ya! ... papih berjanji akan menjaga kalian mulai Sekarang." lirih Bram yang berbaring dan meletakan kepala mya sejajar dengan perut Keinya.
Dua bulan kemudian.
Sudah dua bulan Keinya mendiamkan Bram. Selama dua bulan itu pula tak sepatah katapun keluar dari mulut Keinya. Dan Bram juga tak pernah berhenti meminta maaf. Selama dua bulan itu pula Keinya tak pernah menolak jika Bram menyuruhnya makan atau menyuruhnya meminum susu hamil. Dia menerimanya tanpa mengucapkan satu patah katapun pada Bram. bahkan saat Keinya memeriksakan kandungannya hanya Bram yang terlihat antusias bertanya pada dokter sedangkan dirinya hanya diam. Sejujurnya Bram lebih senang jika Keinya menolak semua yang telah dilakukan Bram, agar dia bisa berbicara dan membujuk Keinya. Tapi sayang keinya malah mematuhinya hingga dia tak punya alasan untuk berbicara pada istri yang selama dua bulan ini mengabaikannya.
Dan seperti biasa setiap pagi Bram menyempatkan memasak untuk keinya sebelum dia berangkat kekantor. setelah Bram pergi barulah Keinya keluar kamar. Dan saat keinya akan duduk seseorang menekan bell dan betapa terkejutnya Keinya saat tau siapa yang datang.
"Mo-mommy"
guys sori ya aku langsung loncat dua bulan kemudian, soalnya aku bingung harus ngetik part gimana saat Keinya mendiamkan Bram. jadi kita percepat saja ya. ada apa ya Aysel datang.? next part ok😂😂