Uncle Bram

Uncle Bram
106



5 Bulan kemudian


Mereka kini sudah tiba di Indonesia, sebelu melihat rumah baru mereka, mereka terlebih dahulu mampir keruamah Ayse. mata Keinya terbelalak ketika melihat rumah yang telah suaminya beli.


Bagaimana tidak terbelalak, ternyata rumah yang suaminya beli sangat-sangat mewah. Bram membeli dua rumah lalu rumah itu dijadikan satu dan jadilah rumah itu rumah termewah yang ada dicluster tersebut. Bukan hanya rumah saja yang membuat Keinya terkejut, ternyata rumah itu sudah dipenuhi dengan perabot-perabot yang lengkap dan tentu saja yang berkelas serta mahal. Bahkan mereka tak membawa apa-apa dari London karna Bram sudah menyiapkan keperluan mereka dirumah mereka sekarang. Bram bahkan memasang lift agar anak istrinya tak kelelahan serta 40 pekerja yang bertugas sebagi supir, koki, asisten rumah tangga dan tukan kebun, Bram memperkerjakan 40 orang tentunya dengan dua shift karna rumah yang mereka tempati amat besar dan amat mewah. Jadi pekerja tidak akan kelelahan karna mereka hanya bekerja 3 hari dalam satu minggu.


Usia sikembar sudah memasuki 5 bulan kurang, bayi kembar itu benar-benar menggemaskan. Wajah mereka yang cantik serta pipi mereka yang bulat membuat siapa pun yang melihat pasti ingin mencium gemas Vania dan Tania.


"Sayang!" panggil Bram ketika istrinya berkeliling rumah untuk melihat-lihat. sedangakan Lila dan sikembar sedang berada dirumah popa dan mommanya.


Keinya yang merasa dipanggil langsung mendelik sebal pada suaminya.


"Ayo kita kekamar!" ajak Keinya, dia benar-benar merasa gemas pada suaminya karna telah menghambur-hamburkan uang hanya untuk membeli rumah.


Bram langsung tersenyum penuh arti, dia pikir Keinya mengajak kekamar untuk melakukan hal yang sangat dia sukai karna selama 5 bulan ini dia menahan mati-matian hasratnyan untuk tak menyentuh istrinya karna dia khawatir jika akan menyakiti istrinya yang memang sering mengeluh sakit pada bagian perut bawahnya.


••••••


Keinya duduk diranjang sambil bersedakap dan menatap tajam suaminya yang baru saja masuk kamar.


"Sayang, ada apa?" tanya Bram yang melihat istrinya menatap Bram dengan tajam.


"Papih, berapa kau membeli rumah ini?"


Bram hanya tersenyum kikuk, dan Bram duduk disisi istrinya lalu membawa Keinya kedalam pelukannya. "Sayang, kenapa kau malah memikirkan uang yang telah aku keluarkan untuk membeli rumah ini?"


"Kau menghambur-hamburkan untuk membeli rumah, satu rumah saja sudah sangat cukup, lalu kenapa kau repot-repot membeli dua rumah ... Berapa uang yang kau keluarkan untuk membeli rumah ini?" tanya Keinya sambil melepaskan diri dari dekapan suaminya.


Keinya menjadi gemas sendiri melihat suaminya yang malah melamun. "Biar aku tebak, rumah disini rata-rata berkisar 40 miliar kau membeli dua rumah berarti kau mengeluarkan 80 miliar hanya untuk membeli rumah!?" Keinya benar-benar kesal dengan tingkah suaminya yang menurutnya sangat berlebihan.


Lagi-lagi Bram hanya tersenyum kikuk. "Sebenarnya aku tidak mengeluarkan 80 miliar."


"Jadi berapa?" tanya Keinya.


"Aku menambah 30 miliar untuk merenovasinya dan membeli furniture," ucap Bram seraya tersenyum kikuk.


Mata Keinya membulat sempurna mendengar ucapan suaminya. Baru saja dia akan melayangkan protesnya, tapi tiba-tiba Bram mendorong tubuh istrinya dengan lembut. Dan dia langsung menindih tubuh Keinya.


"Ap-apa yang kau lakukan?" tanya Keinya terbata-bata, dia langsung merasa gugup saat wajah suaminya begitu dekat dengan wajahnya.


"Sayang, bisakah kau mengomeliku nanti saja, bagaimana jika kita melakukan hal yang menyenangkan terlebih dahulu," ucap Bram yang mulai menggesekan yang telah menegang.


Bagai terhipnotis dengan ucapan suaminya, Keinya melupakan kekesalannya, dia tersenyum pada suaminya yang kini berada diatasnya, Keinya langsung menautkan kedua tangannya pada leher suaminya. "Baiklah aku akan mengomelimu nanti," ucap Keinya.


Tanpa aba-aba Bram langsung mencium bibir istrinya dan terjadilah apa yang seharusnya terjadi.🤣🤣🤣


Dan berakhirlah kisah Uncle Bram yang baru mendapatkan kebahagiannya diumur yang tak lagi muda. Dan berkat doa dari para reader Uncle Bram dan istrinya sangat bahagia sekarang.


Tamat.


Eitss tenang ya masih ada extra partnya kok hanya saja akan di up setelah Cinta suci Zalila up.