Uncle Bram

Uncle Bram
63



"Kau ada masalah Kei?" tanya Laura yang memang sejak sebelum Keinya datang sudah berasa di restoran. Dia melihat saat Keinya tiba di restoran dan saat dia diam mematung memandang seseorang.


"Laura, boleh kah beberapa hari aku menginap di tempat mu, aku bingung, aku tak mungkin menginap di hotel sedangkan aku juga tak mungkin kembali ke negara ku sekarang,"balas Keinya dengan tatapan memohon.Keinya ingin sekali pulang ke Indonesia atau Spanyol tapi lagi lagi dia bersikap dewasa dengan tak ingin membeberkan aib rumah tangga nya pada orang tua nya yang berada di Indonesai atau pada kakek neneknya yang berada di Spanyol.


"Baiklah, ayo ke Apartemen ku! ... kei biarkan aku yang menyetir sepertinya kau sedang dalam kondisi yang tidak baik," Ucap Laura yang melihat kondisi Keinya sangat Kacau.


"Baiklah." Keinya pun turun dan beralih ke kursi sebelahnya.


"Maaf Nona Viona bukan kah saya meminta anda mengrimkan pengacara lelaki untuk menangani kasus saya, kenapa malah anda yang datang?" Tanya Bram dingin. Saat keinya keluar dari restoran sikap Bram pada pengacara di depan nya menjadi dingin, apalagi dia jelas melihat bahwa wanita di depan nya ini berusaha menggoda nya.


"Maaf tuan Bram tapi ..."


"kirim pengacara lelaki ke kantor ku!" jawab Bram memotong ucapan Viona, kemudian dia langsung keluar dari restoran meninggalkan Viona yang keheranan karna sikap Bram tiba-tiba berubah.


"Maaf Kei, Apartemenku sederhana tapi mudah-mudahan kau betah disini," ucap laura saat mereka memasuki unit Apartemen Laura.


"Laura terimakasih."


"Kei kau duduk dulu saja di sofa, aku akan mengobati luka melepuh di kaki mu," ucap Laura yang kasian melihat luka di kaki Keinya yang seperti nya bertambah parah karna memaksakan memakai flatshoes.


Keinya pun mengangguk, dan dia duduk di sofa menunggu Laura.


" Kei tahan sebentar, ini akan sedikit perih, tapi luka ini akan segera mengering," ucap laura yang mengoleskan ramuan yang selalu dia simpan.


"auhhhh." ringis Keinya ketika laura mengoleskan ramuan yang Keinya sendiri tak tau apa yang di oleskan oleh Laura.


" Tahan kei! ... ibuku selalu membuat ramuan ini untuk luka bakar dan melepuh, dan luka mu pasti akan segera sembuh."


"Terimakasih Laura, Maaf aku merepotkan mu."


"Tidak Kei, aku senang kau ada disini, jika kau ingin bercerita padaku, aku siap mendengarkan nya."


"Aku akan bercerita pada mu jika aku siap," balas Keinya yang tak mungkin mengumbar aib rumah tangganya.


"Baiklah, aku akan membuatkan mu makanan karna sepertnya kau tadi tak memakan makananmu saat di restoran."


"Terimakasih Laura."


.


.


"Saat meninggalkan restoran Bram langsung kembali ke kantor nya.Ada sedikit penyesalan karna dia dengan tega nya memarahi Keinya. Tapi dia sangat kecewa ketika Keinya membohongi nya, dan dia memutuskan untuk tak menemui dulu Keinya sebelum rasa kecewa nya hilang.


Dua hari kemudian.


Memang dia ingin pergi jauh dari Bram, tapi dirinya juga kecewa saat Bram tak mencarinya.Padahal sudah dua hari Keinya tak kembali ke Apartemen nya. Dan keinya pun tersenyum getir saat mengingat Bram bertemu dengan wanita lain.


"lupakan dia kei,lupakan dia," lirih Keinya dalam hati.


Dia kemudian bersiap untuk pergi ke rumah sakit karna ingin memeriksa kandungan nya.


.


.


.


.


"Mas Bram.?" sapa Zoya saat pagi pagi Bram sudah berada di rumahnya yang di tempati Zoya.


"Zoya dimana Lila?" tanya Bram saat masuk ke rumahnya. Sudah dua hari ini dia menginap di kantor, dan hari ini dia memutuskan untuk membawa Lila pulang ke Apartemen dan bertemu dengan Keinya.


"Lila ada di kamar mas."


.


.


.


"Lila." panggil Bram saat dia masuk ke kamar nya dan melihat Lila sedang melamun.


"Papih, apa papih memarahi Mamih Kei," tanya Lila saat Bram mendekat bahkan Lila tak mau menatap Bram.Jujur saja dia masih takut melihat Bram karna mengingat kejadian tempo hari.


"Ada apa Lila"? tanya Bram yang heran saat melihat Lila yang tak sepertinya tak mau bertemu dengan Bram.


"Papih, mamih Tya berbohong pada papih. Mamih kei tak pernah menyuruh mamih Tya menjemputku, mamih Tya datang sendiri ke sekolah ku dan menyuruh guruku untuk berbohong pada mamih kei." ucap Lila tanpa menatap Bram. Saat Lila keluar kelas dia tak sengaja mendengar percakapan Tya dan gurunya. Dan saat Lila ingin berbicara kebenaran nya saat dia di kantor Bram, dia tak punya kesempatan untuk menjelaskan karna Bram langsung menarik nya dan mengantarkan nya ke rumah Zoya dengan emosi, membuat Lila takut untuk berbicara.


Deg


Deg


Deg


maaf untuk kalian yang protes karna aku up sedikit di tiap Bab, sebenar nya tidak sedikit karna aku selalu up dua atau 3 bab perhari. jadi mohon pengertian nya jika tak bisa langsung di satukan karna terkadang bayi dalam perut ku tak bisa diajak kerja sama dan belum lagi anak sulungku yang kadang kadang rewel mohon pengertian nya ya. dan doakan semoga nanti malam aku bisa up lagi.