
Sesudah Aysel meninggalkan meja makan, Bram pun tertunduk lesu.
Dia menghabisakan makan malamnya dengan tak bersemangat.
setelah makan malam nya selesai dia pun memutuskan untuk duduk di sofa, dia sudah pasrah jika Aysel akan memarahinya. Dan cukup lama dia diam di sofa, dia mendengar suara pintu kamar terbuka. Dan seketika itu juga dia menunduk karna takut jika Aysel lah yang keluar dari kamarnya.
Sedangkan Keinya, ketika dia keluar kamar, matanya menangkap sosok suaminya tengah tertunduk di sofa. Dengan perlahan dia mendekati suaminya. Saat dia berada disisi suaminya yang sedang duduk, dia menunduk tak berani melihat Bram dan satu telujuknya menusuk-nusuk pundak Bram.
Bram mengangkat kepalanya saat Keinya menusuk-nusuk pundaknya, Bram tersenyum saat melihat lucunya Keinya saat menunduk.
"Kemarilah, sayangku!" Bram memegang satu tangan Keinya, dia menuntuk Keinya untuk duduk dipangkuannya.
"Sayang, aku mohon jangan diamkan aku lagi," ucap Bram saat Keinya duduk dipangkuannya, dan Keinya masih tak berani untuk menatap Bram.
"Ja-jangan meragukan ku lagi!" lirih Keinya dengan pelan namun Bram masih bisa mendengarnya.
"Kau, memaafkan ku kan sayang?"
Keinya pun mengangguk.
"Lihat aku sayang!"
Dan Keinya pun memberanikan diri untuk menatap suaminya, dia kaget melihat mata Bram yang sedang berkaca-kaca.
Cup.
Bram mencium bibir Keinya sekilas.
Keinya pun langsung memeluk leher Bram, dan menumpahkan tangisnya.
" Sudah sayang, jangan menangis. Aku berjanji akan mempebaiki semua kesalahan ku," ucap Bram saat keinya sesegukan dilehernya.
"Kau jahat Hubby ... kau jahat!" Jawabnya sambi terisak, dia terus memeluk leher Bram dan menumpah kan kekesalannya dan kerinduannya.
Keinya pun melepaskan pelukanya pada leher Bram, kemudian dia menangkup pipi suaminya.
Cup. Keinya mencium bibir Bram sekilas, Saat Keinya akan menjauhkan bibirnya, Bram dengan cepat menahan tengkuk Keinya. Dengan lembut dia ******* bibir Keinya, dan Keinya pun membalas ciuman Bram dengan tak kalah lembut. Setelah dirasa Keinya kehabisan napas Bram pun melepaskan ciumannya. Dia menangkup pipi Keinya dan mengelus bibir Keinya dengan ibu jarinya.
"Janga mengecewakan ku lagi, Hubbu. Atau aku akan benar-benar pergi dari sisimu," ucap Keinya sambil menatap Bram.
"Sayang, kau boleh membunuhku jika aku melakukan kesalahan lagi. Bagiku kau, Lila dan sikembar adalah segalanya." Bram mencium punggung tangan Keinya dengan mesra.
"Hubby, bawa aku kekamar!"
Bram pun meletakan kedua tangan nyan pada punggung dan tangan Keinya. Dengan sekali gerakan dia memangku Keinya ala bridal style. Untung saja Aysel telah keluar dari kamar mereka jika tidak, mereka akan malu setengah mati.
kemudian dia mencium perut Keinya.
"Sayang, papih akan menjaga kalian. Jangan merepotkan mamih oke!" ucap Bram saat berada di perut Keinya.
"Kami mencintaimu papih," jawab Keinya menirukan suara anak kecil.
Mendengar suara istrinya yang sangat mengoda, dengan cepat dia menindih tubuh Keinya. Namun pada saat dia akan mencium bibir Keinya, Keinya dengan cepat memalingkan wajahnya.
"Sayang, ada apa?" tanya Bram heran saat Keinya tak mau dicium oleh dirinya.
"Kau hanya ingin tubuh ku! ... kau bahkan hanya ingat itu saat kau bersama dengan ku!"
lirih Keinya saat memalingkan wajahnya.
"Ti- tidak sayang, maafkan aku. Aku tak akan melakukannya jika kau tak memintanya." jawab Bram gugup, dia langsung menjatuhkanya tubunya disamping Keinya.
"Kemarilah!" titah Bram yang menyuruh Keinya untuk memeluknya.
Keinya pun menurut, dia memeluk Bram dan menelusupkan wajahnya pada dada bidang Bram.
"Sayang, berhenti meragukan ku! ... aku benar- benar mencintai mu. Jangan lagi berpikir aku hanya ingin tubuh mu, dirimu adalah segalanya bagi ku," ucap Bram sambil mengelus rambut Keinya.
"Hubby, aku juga mencintaimu." Keinya mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Bram. Tanpa aba-aba , dia langsung ******* bibir suaminya dengan lembut.
"sayang, ayo tidur!" ajak Bram saat mereka melepaskan ciumannya, sesungguhnya Bram hanya sedang menahan dirinya agar tak menyentuh istrinya. Karna nyatanya Keinya malah menggoda Bram dengan gerakan-gerakan seolah tidak sengaja, dan itu membuat Bram sangat frustasi.
Bukannya menurut, Keinya malah mendorong tubub Bram. Dan dengan cepat berbaring diatas Bram sambil memainkan jarinya di dada Bram, dan itu membuat darah Bram berdesir hebat.
"Hubby?"
" Ya, sayangku?" tanya Bram sambil memejamkan matanyan, dia sedang menahan napasnya yang tidak ber'aturan karna Istrinya terus merangsangnya.
"Hubby, aku menginginkamu." Lirih Keinya dengan suara pelan, tadi dia hanya becanda pada Bram. Nyatanya dia pun rindu pada sentuhan suaminya.
"Kau tidak sedang bercanda kan sayang?" tanya Bram dengan berbinar-binar.
tanpa menjawab Keinya malah berbaring lagi dan mencium bibir Bram dengan mesra. Dan dengam perlahan Bram membalikan posisinya hingga sekarang dia yang berada diatas.
Dan Terjadilah yang harusnya terjadi wkwkwkwkw .kaliamat pamungkas author hahahaha
buat penggemar Uncle Bram yang ikhlas,bolehkan aku minta vote nya lagi ,soal nya rank uncle Bram turun. nanti aku akan up lagi.