
"Bram!" panggil si orang itu dari arah belakang.
Keinya dan Bram pun berbalik ke belakang. Setelah Bram tau siapa yang memanggilnya dia memandang Keinya dan menganguk tipis, megisyaraktan ya dialah Alana.
"Hai, Bram. Aku tak menyangka kita akan bertemu disini," ucap Alana. Dia berencana memeluk Bram, namun Bram dengan cepat duduk di kursi sebelah Keinya.
"Oh, Kau sedang disini?" tanya Bram berbasa- basi. Dia tak menghiaraukan Alana yang sedang berdiri disampingnya dia malah sibuk berbicara dengan Keinya menawarkan makanan apa yang ingin istrinya makan.
"Ekheem." Alana berdehem karna merasa di acuhkan. "Bolehkah aku bergabung di meja kalian?" tanya Alana tanpa tau malu.
"Silahkan, Aunty." Balas Keinya. Dia sengaja menekankan kata Aunty pada Alana. Sedangkan Alana merasa di permalukan oleh Keinya karna dia disebut Aunty. Bram hanya tersenyum geli ketika istrinya mengejek Alana.
"Bram, kau sekarang menetap di London?" tanya Alana yang merasa di acuhkan oleh Bram.
"Ia." Bukan Bram yang menjawab melainkan Keinya.
"Kenapa kau tidak menetap di Indonesia?" tanya Alana sedikit kesal karna Bram bahkan tak mau melihat ke arahnya.
"Karna pekerjaannya membutuhkan dia disini." Dan lagi-lagi bukan Bram yang menjawab melainkan Keinya.
"Cantik, aku tak bertanya kepadamu, aku bertanya pada Bram," geram Alana karna Keinya yang menjawab pertanyaanya.
"Karna aku juru bicaranya." Keinya menjawab dengan santai. Sedangkan Bram hanya sibuk melihat hapenya dan satu tangannya menggenggam erat tangan Keinya.
Alana di acuhkan habis-habisan oleh Bram dan Keinya. Dia seolah menjadi debu yang tak terlihat. Bahkan sampai pesanan Keinya dan Bram datang. Alana masih diam karna tak di tawari untuk memesan makanan.
"Sayang, aku akan pergi ke toilet sebentar," ucap Bram setelah mereka menyelasaikan makan mereka.
Keinya pun mengangguk.
Alana tersenyum senang ketika Bram meninggalkan mereka. Dari pertama Alana melihat Keinya, Alana menyangka jika Keinya hanya Sugar baby Bram. Dan saat Bram tak ada dia berencana menyerang Keinya dengan kata-katanya.
"Berapa umurmu?" tanya Alana dengan nada sombong.
"19 tahun Aunty?"
Keinya pun menggeleng. "Aku memang bukan pacarnya, tapi aku istriny." Keinya mencibir Alana dalam hatinya.
"Apa Bram hanya menjadikan mu sugar baby? " tanya Alana tersenyum mengejek ke arah Keinya. Walau bagimana pun Alana berpikir harus mendapatkan Bram. Suaminya bangkrut dia sudah menggoda beberapa pria namun tak ada pria yang tergoda olehnya. Lalu dia teringat Bram, lelaki tersabar yang dulu pernah bersamanya bahkan rela melakukan apapun untuknya. Dia pun mulai mencari tau semua tentang Bram. Namun informasi yang dia dapat hanya Bram yang kini menetap di London.
"Bisakah kau meninggalkan Bram?"
"Kenapa?"
"Karna aku ingin kembali padanya," ucap Alana dengan tak tau malunya. "Aku akan mengenalkan mu pada sugar daddy yang lebih kaya."
"Kenapa tidak Aunty saja yang mencari sugar daddy yang lebih kaya." Keinya menjawab dengan santai sambil menyeruput minumannya.
"Karna aku merindukan ssentuhanya, apa dia masih hebat jika di ranjang, kau tau dia selalu memujaku jika di ranjang dan bahkan dia tak cukup hanya melakukanya sekali." Alana tersenyum penuh kemenangan karna melihat muka Keinya yang merah padam. Padahal jelas-jelas dia berbohong. Karna faktanya di masa lalu setiap Alana menggoda Bram, Bram hanya berkata aku takan merusak dirimu Lana.
Keinya mengepalkan tangannya ketika mendengar ucapa Alana. Dia ingin sekali tak mempecayai ucapan Alana,tapi ucapan Alana seolah menbenarkan karna memang Kienya pun merasakan jika Bram selalu bersikap demikain setiap mereka berhubungan Badan, Bram selalu memujanya dan tak pernah cukup melakukanya hanya sekali. Tapi Keinya memutuskan akan bertanya langsung pada suaminya.
Keinya pun berusaha menetralkan napasnya. "Aunty, apa Aunty tau Abraham grup?"
"Tentu, bukannya dia suami dari sahabat Bram? ... Dan kalau tidak salah Ceo Abraham grup juga adalah menantu dari Ceo Galdo. corp perusahaan besar asal Spanyol, kau mau aku membantu mu menggodanya?"
"Tanpa aku meminta bantuanmu, Ceo Abraham grup sudah tergoda olehku."
"Wah, kau memang sangat pintar, seleramu sungguh bagus." Alana melemparkan tatapan mengejek pada Keinya.
" Oh ia Aunty, aku lupa aku belum mengenalkan diriku pada mu, nama ku adalah Keinya Zachary Abraham. Aku adalah Putri dari Ceo Abraham grup. Dan aku bukan sugar baby. Aku adalah istri resmi dari Bramantyo Aksen Hendranya." Keinya berucap dengan penuh penekanan.
"Ka-Kau bagiamana bisa kau menikahi pria yang lebih tua darimu, dan kau menikahi sahabat Ibu mu," ucap Alana terbata-bata. Dia terlalu terkejut mendengar apa yang diucapkan Keinya.
"Karna kami saling mencintai." Keinya menjawab santai, dia mengelus perutnya meng'isyaratakan bahwa ada benih cinta tumbuh di rahimnya. "Aunty, bukannya Aunty harus berkaca sebelum berencana menggoda suamiku?... Aku lebih muda dan lebih segalanya dari Aunty. Kenapa Aunty percaya diri sekali ketika berencana akan menggoda suami ku lagi? ... apa Aunty pikir suami ku akan tergoda, bahkan mommy ku lebih cantik dari pada Aunty." Keinya benar-benar menghina Alana habis-habisan. Dia sudah merangkai kata sebelumnya untuk menjatuhkan Alana. Dan terbukti tangan Alan Bergetar saat mendengar ucapan Keinya.
"K-Kau."
guys hari ini aku up satu dulu ya karna aku ada urusan mendadak. Dan akan kembali lagi up besok dimohon pengertianya.