
Keinya :" Mommy " ucap keinya membangunkan Aysel yang sedang tidur meringkuk di kursi.
Aysel:"hmm " gumam Aysel yang terbangun saat keinya menepuk nya. " Keii bukan nya Mommy menyuruh mu untuk istirahat "
Keinya :" Mommy ini sudah subuh, aku sudah cukup tertidur, sekarang biar aku yang menunggu Uncle Bram , Mommy istirahatlah bersama Daddy "
karna merasa badan nya pegal Aysel pun memutuskan untuk mengikuti saran keinya walaupun di kamar prawatan Bram ada sofa besar namun Aysel lebih memilih tidur lagi bersama Aska.
Sedangkan Bram yang sudah membuka mata nya. Dia kembali menutup mata nya ketika
Melihat Keinya masuk.Bram berpura pura belum sadarkan diri karna ingin mendengar apa yang di ucap kan Keinya ketika dirinya tidak sadar.
Setelah Aysel keluar dari ruanga Bram.Keinya pun duduk di kursi yang tadi di duduki Aysel.
Keinya :" Hubby cepat bangun, Mommy sudah merestui kita bagaimana kau akan menikahi ku jika kau masih diam saja " Lagi lagi Keinya terisak sambil menggenggam tanga Bram dan membawa ke pipi nya.
Jika saja bisa Bram ingin sekali melompat kegirangan. Namun sayang dia tak bisa melakukan itu , dia bahagia ketika Mendengar Aysel sudah merestui dirinya untuk menikahi keinya. jujur saja saat Bram mengejar Keinya yang di culik dia benar benar takut untuk kehilangan Keinya dan jika di perlukan dia berniat berlutut pada Aysel agar memberi nya restu Dia benar benar Tak sanggup untuk kehilangan Keinya.
Tapi sekarang dia tak perlu lagi memikirkan soal restu karna dia sudah mendapat kan nya.
Keinya :" Hubby " ucap keinya yang kaget karna Bram membalas genggaman tangan Keinya.
lalu Keinya melihat ke arah Bram, dan betapa lega nya dia ketika melihat Bram sudah membuka mata dan terseyum kepada nya.
Keinya :" Hubby " hiks hiks hiks . "aku akan panggilkan dokter sebentar " ucap keinya ,ketika dia akan beranjak bram malah tak mau melepaskan tangan nya pada tangan keinya.
Bram pun dengan susah payah menggerakan tangan nya untuk melepas alat bantu bernapas yang terpasang di hidung nya.
Bram :"Kau ba ik ba ik saja sa sayang " tanya Bram dengan terbata bata ketika dia berhasil melepaskan alat bantu yang menempel di. hidung nya.
Keinya :"Hubby seharus nya kau pikirkan dirimu dulu "hiks hiks hiks. tangisan Keinya justru semakin pecah karna mendengar Bram malah mengkhawatirkan dirinya yang jelas baik baik saja.
sedangkan Bram yang mendengar grutuan Keinya hanya bisa tersenyum hati nya menghangat ketika Keinya terus memanggil nya Hubby bahkan sikap Keinya sudah tak kaku lagi pada Bram.
〰️〰️
1 **minggu kemudian.
ini sudah satu minggu Bram di rawat di rumah sakit. selama 5 hari Bram tak bisa bergerak leluasa dia juga tak bisa banyak bicara selama
Aysel, Keinya dan Aska bergantian menjaga Bram. Namun di hari ke 3 keinya sudah tak bisa lagi menemani Bram.
Tubuh keinya tumbang, dia mengalami dehidrasi parah dan membuat nya mau tau mau harus dia rawat.
dan setelah seminggu Bram du rawat dia sudah bisa duduk, bahkan dia sudah bisa. leluasa bicara.
pagi hari
Bram :" Gimana keadaan Keinya bell " tanya Bram dengan ragu ini kali pertama nya Bram menanyakan Keinya pada Aysel selama dia di rawat.
Aysel :" Dia udh mendingan , lu tau dari kemarin dia pingin liat lu.
" jawab aysel sambil mengupas jeruk lalu menyuapi Bram.
Bram :" bell " lirih Bram dengan ragu dia ingin mendengar langsung dari mulut Aysel bahwa Aysel telah merestui nya.
Aysel :" hmmm " tangan Aysel masih fokus untuk mengupas jeruk.
Bram :" hmm gue " Bram masib ragu untuk menanyakan nya.
Melihat kegugupan Bram, Aysel menaruh jeruk yang di tangan nya ke atas piring.
Aysel :" Bram maafin gue, maafin Gue udh ragu sama lu, maafin gue karna ga langsung ngerestuin lu. gue terlalu egois jadi manusia tapi sekarang gue ngerestuin lu sama Keinya. " ucap aysel sambil tersenyum ke arah Bram.
Bram :" gue janji gue bakal bahagia in Keinya "