Uncle Bram

Uncle Bram
71



"Bell ... "


"Bram, lu kenapa sih kaget banget liat gue?" tanya Aysel heran.


"Kenapa lu ga ngabarin gue dulu kalau mau kesini?"


"kenapa? ... lu gak seneng kedatangan mertua?" tanya Aysel sambil mematikan Kompor.


"Gak gitu, gue kan bisa jemput lu di Bandara." Bram pun duduk dengan lesu di kursi pantry. Melihat reaksi Aysel yang biasa-biasa saja hati Bram mencelos, dia merasa bersyukur ternyata istrinya tak mengadukannya kelakuannya pada Aysel.


"Mommy, Buatkan a ..." Keinya berjalan sambil berteriak ke arah dapur. Dia minta dibuatkan jus oleh Aysel. Namun saat dia sampai dapur dia menghentikan ucapannya.


"Hu-Hubby, kau sudah sampai?" Tanya Keinya canggung. Dia berusaha untuk bersikap normal dihadapan mommynya.


Bram pun tersenyum kearah Keinya. Sejujurnya dia sangat malu untuk menatap Keinya. Dia merasa malu karna Keinya masih menjaga nama baiknya walau dia sudah menyakiti Keinya.


"Ekhem." Aysel berdehem, menyaksikan pasangan suami istri itu dalam kondisi canggunh. Dan tak perlu bertanya lagi, dia sudah mengetahui bahwa Keinya dan Bram sedang ada masalah.


"Hubby, ayo ganti baju mu!" ucap Keinya agar Aysel tak melihat kecanggungan antara Bram dan dirinya.


.


.


.


Mereka pun masuk kedalam kamar, Keinya menyiapkan pakaian santai untuk Bram sedangkan Bram, dia duduk diranjangnya sambil memperhatikan Keinya yang menyiapkan pakain untuknya.


Bram tak bisa lagi menahan diri, dia Bangkit dan memeluk keinya dari belakang.


"Sayang, Sampai kapan kau akan mendiamkan ku?" tanya Bram sambil memeluk Keinya dari belakang.


Saat Bram memeluknya dari belakang, Keinya menjatuhkan pakain Bram yang ada di tangannya. Saat Bram bicara dia langsung menunduk, lidahnya terasa kelu ketika akan membalas ucapan Bram, hingga akhirnya dia hanya bisa menunduk.


Karna tak ada respon, Bram pum membalika tubuh Keinya hingga mereka kini berhadap-hadapan.


"Kau mau kan memaafkan ku?" tanya Bram lagi. Namun sayang Keinya tak membalas ucapanya, dia malah memalingkan tatapannya ke arah lain.


Cup.


Bram mencium kening Keinya dengan penuh kasih sayang. Kali ini Keinya tak menolak untuk di cium oleh Bram. jujur saja dia sedang menahan tangisnya agar tidak tumpah. Harus dia akui dia sangat- sangat merindukan Bram. Namun dia juga tak mengerti kenapa dirinya begitu susah untuk memaafkan Bram.


"Temanilah mommy mu, aku akan menyusul sebentar lagi"! titah Bram. Karna Keinya tak merespon ucapannya dengan berat hati Bram menyuruh Keinya untuk keluar, karna dia tak ingin Keinya tertekan saat bersamanya.


seharian ini Keinya dan Bram melewatunya dengan canggung. Untung saja Lila sedang menginap dirumah Zoya jadi kecanggunang mereka tak bertambah. Dan saat ini mereka tengah menikmati makan malam.


"Mommy, aku kenyang, aku akan langsung


ber'istirahat," ucap Keinya yang masih menghindar dari tatapan Aysel walau dari siang dia sudah bersandiwara dan berpura-pura baik pada suaminya, tapi tetap saja dia merasa gugup setiap mendapat tatapan dari Aysel. " Hubby, kau temanilah mommy, aku akan ber'istirahat duluan." Keinya pun tersenyum pada Bram, lalu dia meninggalkan meja makan dan pergi kekamarnya sebelum Bram menjawab ucapannya.


"Bram, gue mau bicara sebentar sama Keiny," ucap Aysel, dia tak bisa melihat anak dan menantunya terus dalam kondisi seperti ini.


"Bel, abisin dulu makanan lu," ucap Bram yang gugup. Dia bisa merasakan bahwa Aysel akan menyelidiki Keinya. Tapi sebagain lelaki sejati dia akan menerima amarah dari Aysel jika Keinya memberi tau semuanya.


"Gue kenyang, nanta kalau lapar gue makan lagi," ucap Aysel kemudian dia bangkit menyusul Keinya kekamarnya.


"Kei, boleh mommy bicara," tanya Aysel saat masuk kekamar Keinya.


"Ada apa mommy?" tanya Keinya gugup.


"Kau selalu penasaran bukan bagaimana mommy dan daddy bertemu dulu."


"Maksud mommy?" tanya Keinya heran, dia tak mengerti kenapa mommynya tiba-tiba ingin menceritakan tentang masa lalunya bersama daddynya.


"Kei, menurutmu bagaimana sosok daddy mu?"


"Daddy adalah lelaki terhebat dalam hidupku mommy." Jawab Keinya, dia masih heran kenapa mommy nya menceritakan masa lalunya.