
"K-kau." Alana tak mampu lagi menerusakan ucapannya. Sepertinya keputusannya untuk mendekati Bram salah.
Dengan gerakan anggun, Keinya mengangkat tas yang tadinya di letakan si kursi dia pindahkan ke meja. Tas itu adalah tas Hermes yang harganya tembus diatas satu milyar. Seolah belum cukup menghina Alana Keinya menarik tisyu yang berada di depan Alana.Sebenarnya, bukan benar-benar menarik tisyu dia hanya memamerkan jam tangan mahak yang di kenakannya. Keinya menunjukan bahwa Alana benar-benar tak pantas bersaing dengannya.
"Aunty, seharunya Aunty menemani suami Aunty dalam suka dan duka. Suami Aunty sedang mengalami kebangkrutan. Harusnya Aunty menemani dia, bukan malah menggoda suamiku. Umur Aunty juga sudah tidak muda. Apa yang aunty cari?" Keinya berkata sambil meletakan tangannya di dada dia berkata dengan angkuhnya membuat Alana benar-benar mati kutu.
Keinya membuka tasnya dan mengambil dompetnya. "Semoga uang ini cukup ya untuk Aunty membeli tiket pesawat agar segera kembali Ke Malaysia." Keinya mengeluarkan semua uang cash di dompetnya dan meletakan di hadapan Alana. Kemudian dia bangkit dari duduknya. "Ah ia Aunty, Aku sarankan cepat kembali ke Malaysia, karna Aunty takan bisa hidup di London tanpa pekerjaan," Ucap Keinya saat sudah bangkit namun dia menghentikan langkahnya.
Alana mengepalkan tangannya saat Keinya pergi, ini kali pertama dalam hidupnya dia mendapat penghianaan, namun sekarang dia sadar betul dia tak bisa bersaing dengan gadis yang menghinanya. Dia pun menghitung uang yang di berikan Keinya, Alana pun tersenyum saat mengetahui uang yang di berikan Keinya ternyata cukup banyak. Masa bodo dengan harga dirinya. Yang penting ketika dia pulang ke Malaysia dia tak pulang dengan tangan kosong.
Sebenarnya Bram tidak pergi ke toilet, dia membayar makanannya dan pergi keluar. Karna ternyata diam-diam Keinya mengirimkan pesan menyuruh Bram keluar agar Keinya bisa berbicara dengan Alana.
Klik. Keinya pun masuk kedalam mobil.
"Kau sudah selesai berbicara dengannya sayang?" tanya Bram ketika Keinya masuk mobil.
"Sudah, aku bahkan memberinya uang agar dia kembali ke Malaysia," ucap Keinya santai sambil memakai seatbelnya.
"Kau memberinya uang cash?" tanya Bram.
"Semua uang di dompet aku berikan padanya."
"Kau memberinya uang sebanyak itu?" tanya Bram kaget.
"Anggap saja aku membeli harga dirinya, karna dia telah berani menganggu miliku." Keinya mencebikan bibirnya karna masih kesal dengan Alana.
"Kau memang wanita hebat sayang." Bram mengelus rambut Keinya.
"Hubby, ayo kembali ke Apartemen!"
"Ta-tapi pekerjaan ku?"
Mau tak mau Bram pun mengikuti keinginan istrinya.
▪▪▪▪
"Papih ayo kekamar!" titah Keinya dengan suara serak menggoda.
Dengan linglung Bram menuruti semua keinginan istrinya. Bram mengernyit heran ketika sikap Istrinya berbeda.
"Sayang apa yang kau lakukan?" tanya Bram saat dia duduk di ranjang dan Keinya menutup matanya menggunakan kain.
"Tunggu sebentar kau akan sangat menyukainya," ucap Keinya. Dia mengambil paperbag yang dia sembunyikan dan membawa paperbag itu kekamar mandi. Di dalam paperbag itu berisi lingerie yang pernah di berikan Hana. Perkataan Alana yang membahas soal ranjang bersama suaminya benar-benar mengganggu pikirannya. Dia menyingkirkan rasa malunya untuk memakai Lingrie karna dia ingin membuktikan pada suaminya bahwa dia bisa memuaskan suaminya. Dan tak di pungkiri sebagai wanita yang mendengar ucapan mantan suaminya soal ranjang naluri Keinya sebagai istri bangkit. Naluri yang ketakutan jika suaminya akan pergi ketika dia tak bisa lagi memuaskan suaminya.
Dengan menahan malu dia keluar memakai lingerie. Dengan sekali gerakan dia mendorong Bram sampai Bram telentang.
"Sa-sayang ap-apa yang ahhhh ... " Bram mendesah saat Keinya memainkan miliknya dengan tangan. Keinya membuka penutup mata yang di pakai oleh Bram. Dan Bram hanya bisa melongo takjub saat melihat Keinya memakai lingerie. Ketika Bram akan membuka mulutnya untuk bicara. Dengan cepat Keinya mencium bibir Bram. Dan dengan senang hati Bram meladeni tingkah istrinya. Keinya menjamah semua tubuh suaminya tanpa terlewat. Bram mendesah hebat ketika keinya memainkan miliknya yang tengah menegang dengan mulut. Saat Merasa Bram sudah diambang batas karna permainan mulutnya. Dia pun bangkit dan kembali menindih tubuh suaminya.
"Katakan papih, Siapa yang lebih memuaskanmu. Dia di masa lalu atau aku dimasa sekarang?" tanya Keinya berbisik di telinga Bram.
Dan sekarang Bram sadar kenapa istrinya tiba-tiba berubah. Dengan perlahan dia membalikan tubuh istrinya. Dia memposisikan tubuhnya di samping Keinya.
"Apa dia mengatakan bahwa dulu aku pernah tidur dengannya?" tanya Bram sambil membelai pipi Istrinya.
Bukan menjawab Keinya memalingkan tatapannya karna malu. Dia meraih selimut yang berada di atasnya untuk menutupi tubuhnya yang hanya memakai lingerie. Dengan sekali gerakan Bram menyingkirkan selimut yang Dikenakan keinya.
"Katakan sayang!" ucap Bram sambil mengoda Keinya dengan tangan yang mulai berada di area faforitnya. Dan ..
Dan part ena-enanya ada di next bab hahahaha cie udah ngehayal tapi ga jadi hahahaha.