Uncle Bram

Uncle Bram
103



Keinya tersenyum. "Jika sikembar sudah besar, aku ingin berbulan madu berdua denganmu," ucap Keinya.


Bram mencium punggung tangan Keinya, ya dia melupakan bulan madu mereka. "Apa pun untuk mu sayang ... kau ingin berbulan madu kemana?"


"Aku akan memikirkannya nanti papih."


Selesai berbicara, pintu terbuka. Dan perawat yang masuk. Perawat masuk untuk membawa Keinya keruan perawatan.


••••


Aska dan Aysel sudah berada diluar ruangan bayi. Mereka sudah melihat kedua cucu mereka secara langsung, tapi tetap saja rasanya tidak cukup, mereka memutuskan untuk tetap melihat cucu mereka dari luar ruangan.


Aska dengan setia merangkul bahu Aysel.


"Yank!"


"Hmm."


"cucu-cucu aku cantik banget ya."


"Kamu sekarang ngaku mas, kalau udah jadi kakek-kake," ledek Aysel.


"Ih, udah dibilangin, aku Popa yank ... Popa!"


Aysel memutar bola matanya jengah. "Popa apaan sih mass!?"


"Ah kamu, suka nonton korea masa ga tau Popa."


Aysel mencerna ucapan suaminya, dia berpikir apa hubungannya dram korea dengan panggilan Popa. Lalu tak lama dia mengerti, Aysel langsung mencubit gemas perut suaminya.


"Ishhh sakit yank."


"Kamu tuh ada-ada aja sih mas, dikorea Oppa tuh buat kaka laki-laki, sedangkan kamu udah jadi kakek-kakek."


Aska hanya nyengir "Makannya aku tambahin jadi popa, aku kan mau jadi kake-kake hot, kake yang masih hot walau udah punya cucu 3."


Aysel memutar bola matanya jengah. "Udah ah, yu kita liat Keinya dulu!" ajak Aysel. "Lila sama Raffa kemana ya?"


"Tuh, mereka!" Aska menunjuk Lila dan Raffa yang sedang berjalan sambil membawa makanan.


"Lila, Raffa, ayo kita melihat mamih kei!" ajak Aysel.


"Lila, panggil aunty aysel Momma ok," ucap Aska.


Sedangkan Aysel sudah jengah mendengar kenarsisan suaminya. "Ayo Lila, jangan dengarkan kakek mu," ucap Asyel, dia menggenggam tangan Lila dan berjalan mendahului Aska dan Raffa.


"Ayo, Raff kita melihat kaka mu?"


mereka pun mulai melangkah.


"Daddy, apa kakak akan pindah ke Indonesia?" tanya Raffa.


"Ia, mereka membeli rumah dekat dengan rumah kita ... Lila juga akan sekolah disekolahmu, dan kau harus menjaga Lila oke."


"Tentu, aku akan jadi paman yang hebat untuk melindungi semua keponakan ku," ucap Raffael dengan menepuk dadanya.


"Good. Kau memang putra daddy."


Aska mengacak gemas rambut Raffa.


Saat Lila dan Aysel masuk keruangan, Aysel buru-buru menutup mata Lila, karna ternyata Bram dan Keinya sedang berciuman.


Keinya meringis merasakan, sakit yang amat luar biasa dibagian bawah perutnya. Dan Bram ber'inisiatif mencium bibir istrinya dengan lembut agar bisa membuat tubuh Keinya sedikit rileks. Dan untuk kedua kalinya tingkah Bram disaksikan oleh mertuanya.


"Ekhemm." Aysel berdehem, agar menyadarkan dua orang yang tengah uwu-uwu🤣🤣.


Bram dan Keinya, langsung melepaskan tautan mereka. Bram langsung tersenyum kikuk, sedangkan Keinya memalingkan


wajahnya karna malu.


"Mamih!" panggil Lila saat Aysel melepaskan tangannya dari mata Lila.


Keinya tersenyum, kemarilah sayang," ucap Kienya. "Apa kau sudah melihat kedua adikmu?"


"Tentu, mamih mereka sangat cantik sepertiku," jawab Lila. Lila lebih mendekat kearah Keinya dan langsung mencium pipi keinya. "terimakasih mamih, telah memberiku adik-adik yang sangat cantik. Aku akan menjaga mereka selamanya."


"Terimakasih sayang," ucap Keinya.


Aysel memandang putrinya penuh haru. Dia tak menyangka bahwa Keinya bisa sangat bersikap dewasa.


Satu part lagi malam ya.