
"Emm ... aku." Bram tampak ragu untuk mengatakannya. Dia khawatir jika Keinya malah takut padanya.
Keinya pun mengangkat wajahnya untuk melihat Bram. "Aku menyuruhmu bercerita Hubby. Bukannya melamun," ucap Keinya yang melihat Bram melamun. Sebenarnya Bram bukan melamun, dia hanya merangkai kata yang tepat untuk memberi tau semuanya pada istrinya.
"aku akan bercerita padamu. Tapi kau harus berjanji untuk tidak takut pada ku!" ucap Bram. Keinya pun mengangguk. Bram menghela napas sejenak sebelum dia berbicara.
"Sayang, aku mengurung Tya di gudang saat dulu kau diculik."
"Hubby, bagaimana mungkin kau tega mengurungnya disana?" tanya Keinya dengan Kaget. Dia langsung menatap Bram tajam.
"Sayang, ini pertama kalinya aku mengotori tangan ku sendiri, tapi aku sudah memindahkannya ke tempat yang lebih baik."
"Hubby, kau tidak menyiksanya kan?"
"Tidak sayang. Aku hanya mengurungnya, aku tidak pernah melukai fisik wanita sayang."
"Kau berbohong! kau bilang kau tidak pernah melukai fisik wanita. Tapi ini?" Keinya menunjukan kakinya pada Bram. Meski luka nya sudah memudar tapi tetap saja kulit Keinya yang sangat putih membuat Luka itu msaih sedikit terlihat.
"Maaf sayang." Bram menatap sendu ke arah Keinya. Dia kemudian bangkit dari tidurnya, lalu dia mengelus telapak kaki Keinya. Dan detik selanjutnya dia mulai mencium semua telapak kaki Keinya dengam mesra.
Melihat Bram sedang mencium kaki nya, Keinya bergidik ngeri. Keinya tau jika selanjutnya bukan hanya telapak kakinya yang akan diciumi oleh suamiya melainkan semua tubuhnya pasti takan luput dari ciuman dan jamahan suaminya.
"Hubby, Apa yang kau lakukan?" tanya Keinya. Dia manarik kakinya dari tangan Bram, tapi Bram menahannya hingga kaki Keinya tak bisa lepas dari gengaman tangannya.
"Aku sedang mengobati lukamu sayang." Bram menyeringai penuh isyarsat.
Keinya pun membelalakan matanya. Hari ini badannya sungguh lelah karna malam sebelumnya dia hanya tertidur beberapa jam. "Apa kau ingin bermain?" tanya Keinya polos.
Bram pun mengangguk mantap.
"Hubby aku lelah. Bisakah kau biarkan aku tidur lebih awal?"
Bram pun tersenyum samar. Dia memang tak akan menyentuh istrinya karna dia tau istrinya butuh istirahat. Dia hanya berpura-pura, agar Keinya tak membahas lagi kesalahanya. Jika Bram ingat kejadian saat dirinya memarahi Keinya Bram selalu mengutuk dirinya sendiri dan selalu merasa bersalah pada istrinya.
Bram pun duduk menyenderkan punggung nya di ranjang, keinya pun bangun dari duduknya dan duduk bersila di sisi Bram.
"Jadi kau mengurung tanteu Tya dimana?" tanya Keinya yang masih penasaran. Tidak, Keinya tidak kejam. Tapi pengakuan Lila tentang apa yang di lakukan Tya pada Lila membuat Keinya ingin mencakar muka Tya. Jadi sekarang dia tidak kaget jika suaminya mengurung Tya.
"Tidak, aku tidak terkejut. Hubby kau pasti telah memikirkankannya secara matang sebelum kau bertindak," jawab Keinya. dia mengubah posisi duduknya sama seperti Bram. Menyenderkan punggungnya para ranjang dan menselonjorkan kakinya.
"Sayang, apa kau tidak mengidam hal yang Aneh-aneh?"
"Ntahlah. Aku hanya selelu ingin memakakan masakan Indonesia. Apa jika aku mengidam hal yang aneh kau akan mengabulkannya?" tanya Keinya. Kemudian Keinya menyadarkan kepalanya pada bahu Bram, dan dia menautkan jari-jarinya pada jari-jari suaminya.
"Tentu sayang, aku selalu menunggu momen itu." Memang benar Bram selalu menunggu momen dimana Keinya ingin sesuatu, dia selalu ingin seperti calon ayah pada umumnya yang mencari sesuatu untuk istri yang sedang mengidam. Tapi sayang Keinya malah hanya ingin selalu memakan masakan Indonesia yang mudah sekali untuk dibuat.
"Apa kau ingin melihat aku memakan junkfood seperti ngidam mommy mu dulu?" tanya Bram lagi.
Keinya yang mendengar ucapan Bram langsung bangkit dan mulai duduk di Pangkuan Bram.
"Hubby, sungguh aku tak ingin apa-apa. Jangan memakan junkfood lagi walau hanya sedikit!" Keinya mengelus pipi Bram dan menghadiahi Bram dengan kecupan di bibir.
"Kenapa?" tanya Bram yang heran karna Keinya melarangnya memakam junkfood.
"5 taun lagi aku akan ber usia 23, dan kau akan ber usia 50 tahun. Aku ingin kau tetap tampan dan yang terpenting kau tetap sehat agar kau bisa terus disisi kami!" ucap Keinya dengan memamerkan senyum termanisnya.
" Aku akan lebih memperhatikan kesehatanku agar bisa terus mendapingi kalian."
Bram mengecup pipi Keinya. "Diamlah sayang!" perintah Bram saat Keinya akan bangkit dari pangkuannya. Ya apalagi jika bukan tubuh bawanya sedang menegang.
"Hubby, bukan kah kau mengijinkan aku ber'istirahat dengan cepat?" tanya Keinya sambil memutar bola matanya jengah.
"Aku tak akan memintanya sayang. Tapi biarkan begini sebentar saja," ucap Bram yang tengah menggesekan tubuhnya yang sedang menegang..
Dan hanya mereka yang tau apa yang akan terjadi selanjutnya.
Minal Aidzin wal Faidzin mohon maaf lahir dan batin untuk semua para Reader pecinta Uncle Bram.
Sebanarnya ini part bonus ya. karna biasanya aku libur up hari minggu. Dan maaf Alana akan dimunculkan besok saja karna aku takut akan merusak mood kalian ketika berlebaran hahahahahahaha. Si Lila kasian banget ternyata di perlakukan buruk sama si Tya. Dan besok juga Keinya akan Nyamperin si Tya buat kasih pelajaran karna si Tya udah ngelakuin hal buruk ke Lila. kan the power Keinya yang baru 19 tahun ππ
Aku sedih banget yang komen makin dikittttπππππ