Uncle Bram

Uncle Bram
59



Setelah 3 hari beristirahat,Keinya sudah pulih dari demam nya, Bram dengan penuh kasih sayang merawat Keinya yang sedang sakit.


mereka harus nya kembali ke London dua hari lalu, tapi karna Kondisi Keinya sedang sakit, Bram terpaksa menunda keberangkatan mereka. Dan Bram mengatakan pada Aysel bahwa dia dan Keinya sedang berbulan madu ke Bali, jika dia jujur pada Aysel dia pasti akan di ceramahi oleh mertuanya habis habisan.


Dan kini mereka baru saja tiba di Apartemen milik Keinya di London. Mereka memutuskan untuk tinggal di Apartemen Keinya karna rumah mewah Bram sudah di tempati oleh keluarga Zoya.


Sebenarnya Apartemen Keinya itu adalah milik Bram, Saat Keinya akan kuliah di London


Aysel meminta Bram untuk mencarikan Apartemen untuk Keinya, dengan kata lain Bram lah yang membayar nya dan sampai sekarang Aysel sama sekali belum mengganti nya.Ntah itu karna lupa atau memang kebiasaan dari dulu, yang menganggap Uang Bram adalah uang nya dan Uang Hana.


"Sayang ber istirahtlah dahulu!" titah Bram yang melihat Keinya membereskan koper nya setelah tiba.


"Hubby, ini pakaian Lila, ini harus cepat dikirim ke Laundry, jika tidak akan banyak bakteri di dalam nya," jawab Keinya tanpa mengalihkan pandangan nya.


"Mamih Lila lapar," rengek Lila yang datang ke kamar Bram dan Keinya.


"Bagaimana jika kita pesan pizza," Saran Keinya karna dia masih membereskan koper.


"Sayang biar aku yang memasak," sahut Bram yang sedang membuka laptopnya.


Mendengar Bram yang menolak keinginan Keinya, Keinya pun langsung melihat ke arah Bram.


"Hubby," panggil nya kesal karna Bram melanggar janji nya.


"Baiklah Baiklah," jawab Bram, dia mengalah karna melihat tatapan memohon istri nya.


➿➿➿➿


"Lila sayang, waktu nya tidur, Mamih akan mengantarkan susu ke kamar mu," Ucap Keinya pada Lila yang sedang menonton tv.


"Mamih, buatkan Lila sosis untuk bekal besok," rengek Lila sebelum berjalan ke kamar nya.


"Sayang bahan di kulkas habis, bagaimana jika besok mami buatkan pasta."


"Sayang apa Lila sudah tidur?" tanya Bram saat Keinya masuk ke kamar nya. Lalu dia menutup Laptop nya dan menaruh nya diatas nakas. "Kemarilah!" titah nya lagi pada Keinya sambil menepuk sisi tubuh nya.


"Hubby aku harus mencuci muka dulu," jawab keinya kemudian dia melangkahkan kaki nya ke kamar mandi.


"Sayang kau yakin tak ingin menggunakan jasa pembantu," tanya Bram saat Keinya merebahkan dirinya di sisi Bram.


"Hubby, Kau bisa menyuruh Maid di rumah mu untuk datang kesini seminggu dua kali, untuk mencuci dan menyetrika, sisa nya biar aku yang membereskan nya."


"Sayang Apartemen ini luas, bagaimana kau bisa mengurus nya sendiri," protes Bram yang tidak suka usul Keinya, dia tak ingin Keinya repot repot mengurus Apartemen yang tentu akan menguras tenaga nya.


"Hubby, aku tak punya kegiatan apa apa,aku akan bosan jika tak melakukan apa apa, mulai besok memasak, mengurusmu dan mengurus Lila adalah tanggung jawab ku."


"Terimakasih sayang ku, Aku sangat beruntung mendapat kan mu," lirih Bram sambil mencium bibir Keinya sekilas.


" Hubby."


"Ya sayang ku?"


"Boleh aku bertanya?"


"katakan sayang ku!"


"sudah 4 hari kau tidak menyentuhku, apa kau bosan pada ku?tanya Keinya dengan malu, dia bukan ingin di sentuh hanya saja dia heran dengan suami nya yang tak lagi menyentuh nya semenjak keinya sakit, Keinya terlalu banyak membaca artikel yang mengatakan jika suami bosan akan mencari pelampiasan di luar, apalagi dengan wajah Bram yang tampan dan tubuh yang atletis pasti akan banyak yang mengejar ngejar Bram, dan keinya tak akan membiarkan Bram pindah ke lain hati hanya karna Keinya tak bisa memuaskan Bram.


"Sayang ku apa yang ada di pikiran mu?kau yang terbaik sayang, kenapa aku harus bosan dengan mu, kau istriku sayang ku kau akan jadi ibu dari anak anaku, sayang sebenar nya aku sangat tersiksa tak bisa menyentuh mu, tapi kondisi mu lebih penting dari keinginan ku, kemarin kau jatuh sakit karna aku terlalu mementingkan keinginan ku hingga mengabaikan kesehatan mu, dan sekarang aku akan menunggu hingga kondisi mu benar benar pulih."


"Hubby aku mencintai mu," ucap keinya sambil memeluk dan menyusupkan wajah nya pada dada bidang Bram.


"Tidurlah sayang ku."


➿➿➿➿