
"Selama itu anak gue diemin lu?" tanya Aysel sambil tertawa. Aysel tak ingin terlalu mencampuri urusan rumah tangga anak dan menantunya. Tapi yang membuat Aysel ingin tertawa adalah nasib Bram selalu buruk ketika berhadapan dengan wanita.
"Heem." Jawab Bram. Dia berdecih ketika dijadikan bahan tertawaan oleh mertuanya. Untung saja tak ada Hana, kalau Hana ada, Habis lah si Bram di olok-olok oleh kedua wanita yang selalu merepotkannya sejak dulu.
"Bram, jelasin secepatnya sama anak gue, gua gak tenang aja kalau Keinya belum tau. Umur dia masih muda banget. Kalau si Alana ngomong macem-macem sama anak gua, dia pasti langsung percaya." ucap Aysel. Dia kembali berbicara tegas.
"Lu tenang aja napa Bell, gue juga bakal jelasin dan kasih tau semua."
"Lu kasih tau semua sama anak gue, dia pasti ngetawain kebodohan lu di masa lalu." Aysel tertawa lagi, dia mengingat masa lalu Bram saat mengejar Alana sampai Malaysia namun selalu ber'akhir dirumah sakit. Dan itu tidak hanya sekali melainkan berkali-kali.
"Berisik lu." Bram berdecih kembali ketika di jadikan bahan tertawaan oleh mertuanya.
"Bram, inget ya kalau lu sampai selingkuhin anak gue sama Alana atau siapa pun. Gue bakal bawa pergi anak gue, dan lu juga pasti tau sekarang gue lebih kaya dari lu. Jadi ga susah buat gue nyembunyiin Keinya dari lu." Aysel berkata penuh penekanan.
"Cih... lu lupa? Sebelum lu jadi kaya, gue yang nanggung lu?" balas Bram tak kalah sengit.
"Kapan? emang pernah?" tanya Aysel tanpa dosa. Padahal jelas-jelas memang dimasa lalu mereka ber dua sangat merepotkan Bram. "Dah ah, ga guna gue bahas ginian sama lu." ucap Aysel. Lalu dia pergi kekamarnya meninggalkan dapur.
"Lah tu bocah." gerutu Bram. Dan berakhirlah percakapan Unfaedah antara menantu dan mertua tersebut.
Bran pun kembali membaringkan dirinya disebelah istri kecilnya. Dia begitu takjub saat memandang kecantikan Keinya.
"Sayang, Kau memang bukan yang pertama bagiku, namun akan ku pastikan kau yang terakhir dalam hidupku, Selamanya hanya ada aku, kau, anak-anak kita." Bisik Bram pada Keinya yang sedang tertidur. Kemudian dia mematikan lampu. Saat Bram mematikan lampu, Keinya pun tersenyum dalam tidurnya.
➿➿➿➿
"Hubby, Aku masih mengantuk." Gerutu Keinya saat merasakan Bram ada diatasnya.
"Tidurlah sayang, biar aku yang bekerja," ucap Bram. Dia terus menghentakan dirinya sambil mendesah.
Karna Keinya sudah tak bisa lagi memejamkan matanyanya, dia pun memandang Bram yang sedang berada diatasnya.
"Maafkan aku sayang membangunkan mu." ucap Bram sambil terus menghentakan dirinya.
Mau tak mau Keinya pun membalas setiap gerakan dan sentuhan yang diberikan oleh suaminya.
"Hubby, kau keterlaluan! ini baru jam 1 malam dan kau sudah membangunkan ku," gerut Keinya.
"Maaf sayang, aku sudah melakukannya selembut mungkin agar kau tidak terbangun," Jawab Bram sambil terkekeh. Dia memberikan satu tangan nya untuk dijadikan bantal oleh istrinya.
"Hubby, buatkan aku makanan! anakmu kelaparan didalam sini," ucap Keinya sambil menuntun tangan Bram agar menyentuh perutnya.
"Dengan senang hati papih akan membuat makanan untuk kalian" Bram mencium kening Keinya, kemudian dia bangkit dan memakai pakaiannya.
Tak lama Bram kembali dengan sepiring nasi goreng dan segelas jus mangga. Beruntung Keinya tak mengidam hal aneh, dia hanya selalu ingin memakan masakan khas Indonesia.
"Sayang bangunlah!" titah Bram saat melihat Keinya berbaring memegang ponselnya.
"Hubby, aku ingin disuapi." Rengek Keinya dengan manja. Saat keinya sudah bangun Bram dengan perlahan membenarkan gaun tidur istrinya yang telah dia koyak saat percintaan mereka barusan. Lalu dia dengan telaten menyuapi Istrinya hingga suapan terakhir.
"Hubby, kemarikan dompet mu!" perintah Keinya saat Bram kembali dari dapur untuk menaruh piring kotor.
"Untuk apa?" tanya Bram sambil menyerahkan dompetnya.
Tanpa menjawab ucapan suaminya, Keinya menarik uang cash yang ada didompet Bram, dia hanya menyisakan beberapa lembar di dompet suaminya.
"Hubby, mulai besok jika kau butuh uang cash aku yang akan memberikannya, dan aku meninggalkan kartu kredit di dompetmu dan aku akan memantau untuk apa saja kau memakai kartu kreditmu!" ucap Keinya sambil mengembalikan dompet ke tangan Bram.
"Lakukan yang menurutmu baik sayang." Bram mengacak rambut Keinya gemas. "Ayo kita lanjutkan tidur!" ajak Bram kemudian dia membawa Keinya ke pelukannya.
"Hubby, bolehkah aku bertany?"
"Katakanlah!"
"Hubby .... "
boleh dong aku minta vote.
terimakasih untuk onty online yang sudah mendoakan aku dan debay dari jauh. kiss sayang dari kami untuk onty online diluar sana.