Uncle Bram

Uncle Bram
64



"Lila, kenapa kemarin Lila gak bilang ke Papih, kalau mamih Tya bohong"? tanya Bram kaget.


Dia mengutuk dirinya sendiri karna memarahi wanita yang dicintai nya karna hasutan dari orang yang pernah mengkhianatinya. Dulu saat bersama Tya, Bram masa bodo dengan apa yang dilakukan Tya, karna saat itu rasa nya untuk Tya telah pudar. Tapi saat mendengar bahwa Keinya membohongi nya, darah Bram langsung mendidih dia tak terima jika wanita yang dicintainya membohonginya. Dan sekarang hal itu malah jadi boomerang untuk dirinya sendiri.


"Lila takut pih, liat papih marah kemarin," jawab lila yang masih enggan menatap Bram.


jika Keinya bisa dewasa berkat didikan Aysel, berbeda dengan Lila. Walaupun umurnya baru 10 tahun dia sudah bisa berpikir dewasa, karna bisa dibilang dia hidup tanpa kasih sayang seorang ibu, dan itu membuat dirinya mau tak mau harus bersikap dewasa sebelum waktunya.


Bram pun mengusap wajah kasar, dia berpikir jika Lila saja takut melihat amarah Bram yang bahkan sudah Bram tahan saat di depan Lila, lalu bagaimana dengan Keinya yang jelas-jelas menerima kemarahan dari dirinya.


"Sayang." lirih Bram. Kemudian dia berlari dengan cepat menuruni tangga dan langsung memacu mobil nya dengan cepat menuju Apartemen.


"Argggrhhh!" teriak Bram frustasi saat dia sedang memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Klik


"Sayang ... sayang!" teriak Bram saat masuk ke Apartemen. Kemudian dia berlari mencari Keinya di setiap kamar. Namun sayang Keinya tak ada di kamar manapun. Dia kemudian kembali lagi ke kamarnya, memeriksa lemari Keinya, memastikan jika pakaian Keinya masih ada dan kemudian dia membuka laci yang berada dilemari miliknya, dia pun bisa bernapas lega karna pasport dan dokumen milik Keinya masih ada. Saat dia akan menutup lemarinya matanya menangkap sebuah kotak yang terletak diatas pakaiannya. Dia pun duduk mengambil kotak itu.


Dan.


Deg


Deg


Deg


seketika dia menjatuhkan isi kotak itu yang tak lain adalah tespek yang menunjukan garis dua. seketika Bram terdiam kaku, dengan cepat dia membuka surat kecil yang ada dikotak tersebut.


itu adalah surat yang Keinya tulis dan dia menyelipkan nya dikotak yang berisi tespek.


Bram pun terduduk kaku diatas ranjang, dia menelusupkan wajah nya ke 2 tangan nya sambil meneteskan air mata, dan dia pun tak sengaja menjatuhkan salep yang pernah Keinya pakai untuk mengolesi luka melepuh nya. Dan dia juga baru teringat bahwa saat dia menarik tangan Keinya dengan kasar, Keinya sedang memegang gelas yang berisi susu panas. Dan dia baru tersadar bahwa saat dua hari dia tak pulang ke Apartemen, Keinya juga sudah tak pulang karna melihat kamar nya yang berantakan. Sedang Bram tau bahwa Keinya akan selalu membuat kamar nya rapih.


"Sayang ku maafkan aku, ada dimana kamu sekarang?" lirih Bram sambil meneteskan air mata. Tangan nya terus menggenggam surat yang Keinya tulis. Lalu dengan cepat dia menelpon seseorang.


📞"Lacak keberadaan istriku lewat gps yang ada di mobilnya, aku memberikan mu waktu 10 menit dari sekarang," titah Bram pada seseorang di sebrang sana. Dia mematikan panggilnnya tanpa mendengar jawaban dari orang yang ditelponnya.


hanya kurang dari 10 menit dia sudah mendapatkan kabar dimana keberadaan Keinya dengan cepat dia langsung menuju alamat yang di sebutkan.


➿➿➿➿


"Laura, kau tak perlu memakai taxi untuk pergi kekampus, kau bisa memakai mobilku," ucap Keinya saat mereka sedang sarapan.


"Kei bukan kah kau akan pergi kerumah sakit"? tanya Laura sambil menyuapkan makanannya.


"Apa kau tidak keberatan bila aku meminta mu untuk mengantarkanku dulu ke rumah sakit? ... setelah itu kau bisa memakai mobilku." Keinya berkata sambil menyuapkan makanannya, dia tak berani untuk mengemudi mobil nya sendiri.


"Jika aku memakai mobil mu, lalu bagaimana kau akan pulang kesini?"


" Laura, aku bisa menaiki taxi!" ujar Keinya sambil tersenyum. Dia sangat bersyukur bisa bertemu dengan Laura, setidak nya walau dia tak bisa menceritakan masalahnya. Dia masih punya teman yang ada disampingnya saat dia terpuruk.


next nanti siang ya. lagi ngerasaian drama bumil nih. tekan vote comen dan like .