
Gengs plis banget ye jangan di skip. aku mau promo novelnya Gabby. SAMPAI TAMAT di NOVELTOON DENGAN
Judul Novel Dokter meets Ceo
Bab di judul dokter meets Ceo udah banyak. Aku di sini tulis 8 bab, jadi kalau kalian masih penasaran lanjutannya, kalian ke sana aja ya.
Udpate Gabriel besok pagi ya.
Inget ya judulnya DOKTER MEETS CEO
Bab 1 Kisah Gebby Josepin dan Natanael Geerry Beecher
Selamat membaca.
Gaby melihat kesana kemari, berharap orang yang ditunggunya segera datang. Beberapa kali ia melihat kearah jam yang melingkar di tangannya. Tapi sayangnya suaminya belum juga datang. Padahal Ia sudah menunggu suaminya selama 2 jam.
“Dokter Gabby!” Panggil seseorang dari belakang, membuat Gabby menoleh.
“Hai ishika,” jawab Gabby pada perawat yang memanggilnya.
“Anda belum pulang dok?” tanya Isika, Gabby menggeleng. “Aku menunggu suamiku,” jawab Gaby.
“Kalau begitu, Saya permisi Dok. saya akan pulang duluan,” pamit Isika, Gabby pun mengangguk-anggukan kepalanya.
Setelah Isika pergi, Gaby merogoh tasnya. Kemudian mengambil ponsel lalu nelpon Arsen, suaminya. Beberapa kali Gaby mencoba menelepon suaminya tapi suaminya sama sekali tak bisa dihubungi, membuat Gaby mengusap wajah kasar.
Gaby berjalan ke dalam rumah sakit, kemudian ia berjalan ke ke ruangan khusus miliknya. Rumah sakit itu adalah milik sang ayah, Stuard josepin. Gabby menjadi dokter ahli bedah saraf di rumah sakit milik ayahnya.
Gabby Josepin, adalah seorang putri dari konglomerat. Sebenarnya ia tak perlu repot-repot menjadi dokter, karena keluarganya sudah sangat kaya.
Tapi menjadi dokter adalah cita-citanya. Hingga walaupun ia bergelimang harta. Tapi ia tetap mengejar mimpinya sebagai dokter. 2 tahun lalu Gaby menikah dengan seorang Arsen Mikail. seorang lelaki tampan yang sudah berpacaran selama 12 tahun dengannya.
Belakangan ini, Gaby merasa ada yang aneh dengan suaminya. Ia merasa suaminya berubah. Tapi setiap ia bertanya, suaminya selalu meyakinkannya bahwa tak ada yang berubah dari hubungan mereka, Arsen selalu berkata bahwa dia masih sama Tapi tetap saja, Gaby merasakan Arsen menyembunyikan sesuatu darinya.
Saat sampai di ruangan khusus miliknya, Gebby mendudukkan diri di sofa. Ia melihat ke arah langit-langit. Tak lama, ponselnya berdering menyadarkan Geby dari lamunannya.
Dengan semangat, ia melihat ponselnya berharap yang menelpon adalah suaminya. Tapi ternyata, yang nelepon adalah nomor rumah sakit dari bagian IGD. Rupayanya, ada pasien darurat yang membutuhkan pertolongannya .
Gebby bangkit dari duduknya kemudian keluar dari ruangannya lalu menuju IGD.
“Apa sudah ada ctscan pasien?” tanya Gebby ketika sampai di IGD, suster menggangguk. kemudian ia menyerahkan hasil CT Scan pada Gebby.
Suster itu mengangguk, kemudian memperlihatkan hasil ctscan tersebut.
Gebby melihat hasil ctscankan itu dengan seksama, kemudian ia melihat ke arah pasie Seorang wanita muda yang mengalami tabrak lari.
“ pasien ini mengalami perdarahan, siapkan ruang operasi, aku akan mengoperasinya,” ucap Geby. Setelah mengatakan itu, Gebby berbalik kemudian berjalan dengan cepat untuk mengganti pakaiannya dengan pakaian operasi.
Setelah bersiap, Gebby melihat ponselnya sejenak, berharap suaminya sudah membalas pesannya. Tapi nyatanya tidak, suaminya tidak menjawab pesannya. Ahirnya Geby mengirimi lagi pesan pada Arsen.
[Aku ada jadwal operasi, jika kau sudah sampai di rumah sakit tunggu aku] tulis Gebby di dalam pesannya. Setelah itu, Gebby menaruh ponselnya kemudian keluar dari ruangannya lalu berjalan ke ruang operasi.
Sedangkan di sisi lain.
Kedua insan saling bergumull, melakukan
kegiatan panas, mereka saling menjerit, mereka tidak memperdulikan hal lain, yang mereka pedulikan adalah mengejar kepuasan bersama. Setelah sekian lama bergumull, akhirnya mereka berdua mencapai puncaknya bersama-sama, sehingga tubuh si wanita itu tumbang di dada seseorang lelaki yang tak lain adalah Arsen suami dari Gaby.
“Darling, ponselmu terus berdering,” ucap Kristin, Arsen hanya menoleh sekilas, kemudian....
bab 2
“Kenapa kau tidak mengangkatnya Darling?” tanya Kristin saat Arsen hanya menoleh sekilas pada ponselnya.
“Biarkan saja, itu pasti Gabby yang memintaku untuk menjemputnya.”
Kristin yang masih berada di atas tubuh Arsen merebahkan kepalanya di dada Arsen, kemudian ia membelai dada kekasihnya.
“Darling, apa kita tidak terlalu jahat padanya?” tanya Kristin, Arsen terdiam. Kemudian menggeleng. “Selama dia tidak curiga, maka kita akan baik-baik saja,” jawab Arsen.
Ada rasa bersalah menyusup di diri Arsen karena telah menghianati Gebby yang sudah bertahun-tahun bersamanya.
Tapi jujur saja ia, jenuh dengan hubungan bersama Gebby. 13 tahun berpacara dan 2 tahun menikah dengan Gebby, membuat hati Arsen sedikit goyah dan jenuh. Hingga 1 tahun lalu, bertemu Kristin, rekan sesama pengacara, dan di situlah hubungan terlarang itu terjadi.
Ya, Arsen bukan dari kalangan pengusaha atau pemimpin perusahaan. Tapi dia adalah pengacara. Dulu, Arsen menjadi pengacara Stuard, ayah Gebby. Itu sebabnya, Arsen bisa mengenal Gebby.
Lambat laun, mereka mulai dekat dan akhirnya mereka memutuskan untuk berpacaran, dan hubungan mereka berjalan mulus, hingga mereka berpacaran selama 13 tahun lamanya.
Selama 13 tahun, Arsen begitu setia dengan Gebby, mereka berkomitmen untuk tidak menikah terburu-buru dan setelah 13 tahun berlalu, akhirnya mereka memutuskan menikah.
Namun setelah 1 tahun menikah, rasa Arsan pada Gebby mulai berubah. ia mulai jenuh dan ia mulai bosan dengan kehidupan pernikahannya.
Bagi Arsen, kehidupan bersama Gebby begitu menonton, dan saat dia bertemu Kristin ia merasakan gairahnya kembali bangkit. Ia seperti menemukan warna yang lain di hidupnya, Itu sebabnya, ia menghianati Gebby
Aksen hanya berpikir, toh awal-akhir ia akan kembali pada Gebby dan Kristin hanya sebagai hiburannya saja.
Ia tahu, keluarga istrinya bukan keluarga main-main. Ia bisa saja dibunuh jika ketahuan menghianati Gebby. Tapi tentu saja, Arsen tidak ceroboh itu. Ia selalu bermain hati-hati.
Ia selalu memutar otak untuk memberikan alasan pada Gaby jika iya telat pulang atau pun telat menjemput Gebby.
“Apa kau akan ke rumah sakit sekarang?” tanya Kristin, Arsen pun mengangguk.
“Aku akan pergi sekarang.” Setelah itu, Katrine bangkit dari tubuh Arsen, kemudian disusul Arsen yang bangkit dari berbaringnya, lalu berjalan ke kamar mandi.
•••
Operasi yang dipimpin Gabby selesai, operasi itu berjalan sukses. Gebby berhasil menyelamatkan pasien tersebut. Ia pergi ke ruang bilas untuk membersihkan tangannya lalu pergi ke ruangannya.
Saat ia masuk ke ruangan, ia tersenyum ternyata Arsen sudah menunggu di ruangannya.
“Kenapa kau susah sekali dihubungi?” tanya Gebby ketika masuk.
Arsen yang sedang duduk menoleh kemudian tersenyum. Lalu ia bangkit dari duduknya, kemudian merentangkan tangannya pada Gebby.
“Maaf, tadi aku ada klient yang harus aku tangani dan kasusnya cukup berat jadi aku tidak sempat membuka pesanmu," dusta Arsen saat Gebby memeluknya.
Arsen mengayun-ayunkan tubuh Gebby yang sedang memeluknya. Hingga Gebby terseyum karena pelukan Arsen begitu nyaman.
“Kau sudah makan?" tanya Arsen, Gebby menggeleng.
“Kalau begitu, ayo kita makan di luar,” ajak Arsen. Gebby menggangguk dalam pelikan Arsen.
“Ttunggu sebentar, aku akan bersiap.”
•••
“Kita akan makan siang di mana Ar?” tanya Gebby saat mereka sudah berada di dalam mobil.
“Bagaimana jika di restoran favorit mu?” tanya Arsen.
“di mana saja, aku sudah lapar aku juga ingin segera pulang dan beristirahat di rumah,” jawab Gebby.
Tiba-tiba, Gebby mengernyitkan keningnya saat melihat wajah Arsen yang terlihat segar.
“Arsen, kau sudah mandi?” tanya Gebby.
Seketika tubuh Arsen menegang, dia lupa, saat di apartemen Kristine, ia membasahi rambutnya.
Arsen ...
Scroll gengs
Bab 3
Arsen tampak berdehem menetralkan kegugupannya, kemudian ia menoleh lalu tersenyum. “Tadi, sebelum kau datang, aku mandi di kamar mandi di ruanganmu, karena tubuhku begitu gerah,” jawab Arsen.
Gabby pun mengangguk-anggukan kepalanya, karena dia percaya dengan apa yang diucapkan Arsen, membuat Arsen menghela nafas lega.
Setelah melewati perjalanan yang cukup panjang, akhirnya mobil yang dikendarai Arsen sampai di restoran favorit Gebby. Ia turun dari mobil terlebih dahulu lalu membukakan pintu untuk Gebby.
“Terima kasih, Ar,” ucap Geeby, setelah itu Arsen mengulurkan tangannya dan menggenggam tangan Gebby, lalu masuk ke restoran tersebut.
Saat masuk, tak sengaja Gebby, menabrak tubuh seorang lelaki. Hingga Gebby mengaduh kesakitan.
Mata Arsen membeliak tajam ketika melihat siapa yang menabrak istrinya, ternyata dia adalah Natanael Gerry Beecher, atau lelaki yang akrab di sebut Nael, mantan clientnya.
Ya, dulu, Arsen adalah pengacara Nael. Namun karena satu dan lain hal, Nael memberhentikan Arsen secara sepihak. Dan sampai sekarang, Arsen tidak terima, karena Arsen merasa Nael telah mencoreng harga dirinya sebagai seorang pengacara. Al hasil, sampai sekarang, Arsen masih membenci Nael.
Dulu, Arsen sudah mati-matian menolak client lain untuk membela Nael, Tapi saat ia sudah bergabung bersama Nael, Arsen telah di berhentikan sepihak oleh Nael, dengan alasan yang tak jelas.
Saat Arsen menatap tak suka pada Nael, Nael menatap Arsen dengan santai, kemudian ia menoleh kearah Gebby.
Tanpa berkata satu patah katapun, Nael keluar dari restoran tersebut, bahkan ia tak meminta maaf pada Gebby, karena menurut Nael , Gebby lah yang menabraknya.
Saat Nael berlalu meninggalkan mereka, Gebby bersungut-sungut. “Apa dia tidak diajarkan sopan santun!” omel Gebby.
“Sudahlah, Geb. Ayo kita masuk!” ajak Arsen dan mereka pun masuk ke dalam restoran.
Arsen menarik kursi untuk Gebby, kemudian setelah Gebby duduk. Ia mendudukkan diri di sebelah Gebby. Lalu, ia memanggil pelayan untuk memesan makanan.
Saat ia sudah memesan makanan, tiba-tiba ada yang manggil Arsen dari belakang, membuat Arsen dan Gebby menoleh.
“Tuan Arsen," ucap seseorang dari belakang. Ternyata, yang manggil Arsen adalah Kethrine, rupanya. Setelah mereka bertemu di apartemen. Kethrine merasakan perutnya lapar. Hingga ia pergi ke restoran dan ia tak menyangka, ia akan bertemu Gebby dan Arsen.
Tiba-tiba pikiran nakal terpikirkan olehnya. sepertinya seru menghampiri kekasihnya yang sedang bersama istrinya.
“Tuan Arsen!” panggil Ketrine lagi.
Arsen bangkit dari duduknya, “Ah, nona Ketrine, ternyata anda disini juga,” tanya arsen, debaran jantung Arsen tak menentu. Tiba-tiba, wajah Arsen memucat, kemudian ia menoleh pada Gebby.
“Gebby, perkenalkan ini pengacara yang bekerja di kantor yang sama denganku.” ucap Gebby pada Arsen.
“Nona ketrine, perkenalkan ini istriku,” ucap Arsen.
Gebby bangkit dari duduknya, lalu menjabat tangan ketrine. “Aku tidak menyangka, kita akan berjumpa di sini. Kalau begitu sampai jumpa Tuan Arsen, Nona Gebby!” pamit Kristine membuat Arsen menghela nafas. Setelah meninggalkan Arsen dan Gebby, Kristine, berjalan ke meja lain dimana ia bisa memperhatikan Arsen.
“Arsen kau tidak apa-apa?” tanya Gebby saat melihat wajah Arsen yang pucat.
“Aku tidak apa-apa, aku ingin pergi ke kamar mandi sebentar. Kau tidak apa-apa kan menunggu sendiri?” tanya Arsen, Gebby pun menggangguk. “Pergilah! tapi jangan lama-lama,” jawab Gebby, setelah mendapat persetujuan dari Gebby, akhirnya Arsen bangkit dari duduknya untuk berjalan ke kamar mandi
Saat ia berada di kamar mandi, ia langsung merogoh saku, kemudian mengambil ponsel lalu mengirim pesan pada Kriatine menyuruh catering untuk datang ke kamar mandi.
Saat Ketrine berada di kamar mandi, Arsen menarik tangan kristine untuk masuk, tentu saja setelah memastikan kamar mandi aman.
“Kenapa kau menyapa aku di depan istriku?” tanya Arsen. Namun Kristine malah menyudutkan Arsen ke dinding, kemudian membelah dada arsen.
“Bukankah menyenangkan, jika kita bermain di sini dan membiarkan istrimu menunggu di sana.” ucap Kristine
Arsen ....
Bab 4
Gaby melihat jam di pergelangan tangannya. Sudah 20 menit, Arsen meninggalkannya di meja makan, makanan yang ia pesan pun sudah tersaji di depannya. Tapi, Arsen belum juga datang.
Gabby merogoh saku, kemudian mengambil ponsel lalu menelepon Arsen. Namun, Arsen tidak menjawab panggilannya. Gebby yang khawatir pada suaminya langsung bangkit dari duduknya, kemudian berjalan untuk menyusul Arsen ke kamar mandi.
Namun, saat ia akan berbelok menuju kamar mandi. Langkahnya terhenti saat hampir saja menabrak Arsen.
“Gebby, kau mau ke mana?” tanya Arsen dengan menahan gugup yang luar biasa. Gebby meneliti penampilan Arsen dari atas sampai bawah, yang terlihat berantakan.
“Arsen, kenapa kau berantakan sekali? apa yang terjadi di kamar mandi?” tanya Gebby membuat jantung Arsen berpacu dua kali lebih cepat.
“Maaf, perutku melilit jadi aku menghabiskan waktu lebih lama di kamar mandi. Ayo kita makan!" ajak Arsen. Ia menarik tangan Gebby agar Geby tidak terus bertanya tentang apa yang terjadi di kamar mandi. Padahal jelas-jelas, Ia melakukan hal yang tak semestinya dilakukan bersama Kristine.
saat sampai di meja, Arsen langsung menarik kursi untuk Gebby, dan setelah Gebby duduk, ia mendudukkan diri di sebelah Gebby.
Saat sudah duduk, mata Arsen tak sengaja melihat Kristine dari arah kamar mandi dan berjalan untuk ke meja yang tadi ditempatinya. Hingga kini, posisi Arsen dan posisi Kristin berhadap-hadapan, sehingga mereka leluasa saling melihat satu sama lain.
•••
“Arsen, kenapa kau tidak menghabiskan makananmu?” tanya Gebby, ketika Arsen tak menghabiskan makanannya, dan tampak tak bersemangat.
“ Aku lelah Gebby, Dan aku juga kenyang. Bagaimana jika kita langsung pulang saja,” usul Arsen. Bagaimana tidak lelah, jika dia dan Kristine, sudah bermain di kamar mandi. Walaupun kilat. Namun, mampu membakar gairah keduanya, hingga Arsen merasa lelah.
Gebby pun bangkit dari duduknya, disusul Arsen, lalu mereka pun keluar dari restoran untuk pulang ke ke rumah mereka.
Saat sampai di rumah, Gebby menyipitkan matanya ketika melihat mobil di depan rumahnya, ternyata itu adalah mobil sang ayah.
“Gebby, apakah itu mobil Daddy?” tanya Arsen Gebby pun mengangguk. “Kau masuk duluan, aku akan membereskan mobil terlebih dahulu!” titah Arsen.
Gebby turun dari mobil kemudian berjalan mendahului Arsen, sedangkan Arsen masih menyiapkan dirinya.
Saat tahu, mertuanya ada di rumahnya. Ia langsung bercermin merapikan tampilannya. memastikan tak ada yang mencurigakan. Mertuanya terkenal dengan kejelian yang luar biasa dan ia harus pintar untuk menyembunyikan apa yang telah ia lakukan bersama Kristine.
Setelah memastikan bahwa tampilannya tak ada yang mencurigakan, Arsen pun turun dari mobil, kemudian berjalan ke arah rumah dengan berusaha tenang.
Jujur saja, saat ini, ia begitu gugup. Apalagi barusan ia bertemu dengan Kristine dan bermain dengan selingkuhannya di kamar mandi.
“Mommy ... Daddy!” pekik Geeby saat masuk. Ternyata, kedua orang tuanya sedang menunggu di sofa. Ia langsung mendudukkan diri di tengah-tengah Simma dan Stuard. Lalu, memeluk Sim.a dan Stuart secara bergantian.
“Kenapa kalian tidak memberitahukan ku bahwa kalian akan kemari?” tanya Gebby. Ia masih mendudukkan dirinya di tengah-tengah Stuard dan Simma. Lalu memeluk Simma. Sedangkan Stuard langsung mengelus rambut putrinya.
“Kami merindukanmu. Kau terlalu sibuk belakangan ini. Bahkan, kau sudah jarang mengunjungi Mommy dan Daddy," ucap Stuard.
“Mana Arsen?” tanya Stuart.
“Aku di sini, Dad,” sahut Arsen dari arah belakang, membuat Stuard dan Simma menoleh. Tiba-tiba, hati Stuard merasakan tak nyaman ketika melihat menantunyanya.
Scroll lagi gengs. Tinggali komen biar semangat.
Bab 5
“Oh, ayolah, Mom. Aku bukan anak kecil lagi!” protes Nael, Umur Nael sudah dewasa dan sang ibu masih terus protektif kepadanya.
Grisella menggeleng saat melihat tingkah Nael. putranya memang lain daripada yang lain, Nael cenderung dingin, bahkan sangat dingin dan begitu acuh.
“Sayang, kau kenapa?”. Tanya Greey dari arah belakang. Greey adalah ayah dari Nael.
“Seperti biasa, anakmu Dad ....”
“Sayang, kau tidak perlu lagi bertanya lagi, dia kan sudah dewasa,” jawab Greey, memotong ucapan Grisella. Ia mendudukkan dirinya di sebelah istrinya, kemudian menaikkan pahanya lalu membaringkan diri dan menjadikan paha Grisella sebagai bantal.
Mendengar ucapan Suaminya, Grisella mencebikan bibirnya. Lalu, mengelus rambut Greey. “Dia seperti dirimu saat muda!” ucap Grisella sambil mencubit pipi Greey.
“Apa dulu aku sedingin itu?” tanya Greey, membuat Grisella berdecih. Jelas-jelas sikap Dingin Greey dulu lebih dinginnya lebih dari Nael, Grisella tak menjawab ucapan suaminya, ia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
.•••
Saat membuka pintu kamar, Nael menghela nafas kemudian mengusap wajah kasar ketika ada Letisia di kamarnya, adik perempuannya ini memang hobi memakai barang-barang di kamar Nael.
“Letisya, Kenapa kau ada di kamar kaka?” tanya Nael. Letisya yang sedang duduk di sofa sambil memakan camilan menoleh. Kemudian, ia hanya tersenyum menampilkan deretan gigi rapihnya.
Letisya tak menjawab. Ia menunjukkan snack yang sedang dipegangnya. “Letisya, kenapa kau makan itu!” protes Nael. “Kaka membelinya di luar negeri!” sambung Nael lagi.
“Kau seorang pemimpin perusahaan, apa kau tidak mampu membeli lagi?” tanya Letisya yang membalikkan ucapan sang kakak, membuat Nael berkacak pinggang
“Keluar dari kamar kakak!” titah Nael. Namun, Gracia menggeleng. “Tdak, tidak mau Aku sedang menonton!” jawab Nael, Nael menekuk kakinya, Kemudian setengah berjongkok lalu ia menggendong Letisya secara paksa dan berjalan ke arah luar
“Kaka!” teriak Letisya. Nael tak menggubris teriakann adiknya, ia angsung masuk ke dalam lalu menutup pintu kamarnya.
“ Kakak buka!” teriak Letisya. Namun sepertinya Gerry enggan peduli.
“Awas saja, akan aku bunuh dia jika membukakan pintu!” setelah mengatakan itu, }Letisya kembali ke kamarnya untuk meneruskan tontonan yang ia tonton sebelumnya.
•••
“Dad,” ucap Arsen saat mendekat ke arah sofa. Stuard tersadar.
“Kalian berdua lembur?” tanya Stuard. Arsen pun mengangguk, kemudian mendudukkan diri di sofa tunggal lalu menatap keluar Stuard. “Ya, Dad. Kami lembur,” jawab Arsen.
“Mommy, apa Mommy dan Daddy akan menginap di sini?” tanya Gebby. Namun Stuard, menggeleng.
“Tidak, Gabby. kami harus pulang,” jawab Stuard.
Gabby memegang tangan sang ayah. “Ayolah, Dad. menginap saja di sini. Sudah lama kalian tidak menginap di sini!” pinta Gebby, Stuardn dan Simma saling pandang. Kemudian, mereka sama-sama mengangguk. “Baiklah! kami akan menginap di sini,” jawab Stuard.
Tiba-tiba, Stuard teringat sesuatu. “Arsen, Daddy, ingin bicara denganmu,” ucap Stuard. Tubuh Arsen menegang. saat mendengar apa yang akan ditanyakan oleh mertuanya. Namun, sebisa mungkin, ia tetap berusaha untuk tenang.
“Baik, Dad. aku akan membersihkan diriku terlebih dahulu,” jawab Arsen. Setelah mengatakan itu, Arsen pun bangkit dari duduknya, kemudian berjalan ke kamarnya. hl
Ini bentar lagi ketauan kok kalau si Arsen selingkuh. Jadi enggak kaya sinteron ikan terbang 🤣
Yok komen yok
Gabriel up aga siangan ya
Bab 6
Sebelum baca isi bab, kalian baca dulu ini ya.
Hai Gengs, jadi gini karena banyak yang bingung namanya semua dari huruf G jadi aku mau ganti nama Gerry jadi Nathanael karena nama panjangnya Gerry tuh Natanael Geery Beecher. Nah, aku juga mau ganti nama adiknya Gerry.
Karena nama lengkap adiknya itu Letisia Grasia Beecer jadi aku sebut nama adiknya Gerry Letisiya. aku udah ubah semuanya dari awal jadi nanti nggak akan ada yang namanya Gerry lagi dan ga ada yang namanya Gracia.
Jadi nama Gerry di ubah Jadi Natanael nama adiknya Geerry Letisia. Tapi orangnya tetep sama ya.
Nael anaknya Greey sama Grisella
Kenapa di ganti. karena saudara kembar Gabby sama adik bungsunya Gabby semua awalannya dari G jadi nanti bingung wkkwkw
Jadi di sini aku cuman ganti nama panggilan nama pemerannya aja ya.
Semoga di pahami ya. Selamat membaca.
••••••
Arsen berjalan kemari kesana-kemari. Ia merasakan gugup yang luar biasa. Pikirannya melanglang jauh, membayangkan apa yang akan dibahas oleh ayah mertuanya.
Setelah, Stuard memintanya untuk berbicara berdua. Arsen langsung pergi ke kamar untuk mengganti pakaiannya. Entah kenapa, Arsen merasakan tatapan ayah mertuanya berbeda dari biasanya, seolah telah mencurigai sesuatu.
Ia menjambak rambutnya kebelakang, memikirkan akibat yang akan ia tanggung jika ayah mertuanya tahu tentang apa yang ia lakukan.
Awalnya, Arsen mencintai Gabby, memang murni karena Gebby adalah Gebby, bukan karena Gebby seorang dari Putri Seorang Josephine.
Tapi setelah menikah, Arsen menyadari sesuatu. Bahwa pengaruh Stuard begitu hebat kepadanya. Perlahan, nama Arsen semakin dikenal, pamor Arsen semakin naik kala menjadi seorang menantu dari Stuard Josepin.
Jika saja, ia sampai ketahuan bermain gila di belakang Gebby, bukan hanya hidupnya saja yang tamat, maka karirnya pun akan tamat. Arsen bergidik membayangkan itu terjadi.
Tidak, ia tidak akan sanggup untuk kehilangan semuanya. Sepertinya, Arsen harus menghindar dari Kristine dan berhenti bermain gila, setidaknya untuk sementara.
Setelah cukup lama terdiam di kamar, akhirnya Arsen keluar dari kamar, kemudian menghampiri istri dan kedua mertuanya yang sedang duduk di sofa.
“Gebby ... Daddy ingin berbicara berdua bersama Arsen, kau tidak keberatankan?” tanya Stuard pada Gebby ketika Arsen datang menghampiri mereka.
“Mommy, ayo ke kamarku!” ajak Gebby, Simma pun bangkit dari duduknya, disusul Gebby.
Setelah Sima dan Gebby pergi, Stuard mengambil gelas yang berisi teh. Lalu menyeruputnya. Tatapan lelaki itu begitu kalem. Namun bagi Arsen, tatapan itu begitu menusuk.
“Kenapa kau gugup, Ar?” tanya Stuard saat Arsen terlihat salah tingkah. Arsen berdehem.
“Tidak, aku tidak gugup. Aku hanya bingung, kenapa tiba-tiba, Daddy ingin berbicara denganku,” jawab Arsen.
“Rekan bisnis Daddy, pernah melihat kau bersama seorang wanita keluar dari hotel? siapa dia?” tanya Stuard.
Saat tadi melihat Arsen masuk kedalam rumah, perasaan Stuart dilanda tidak nyaman, dan seketika itu juga, mengingat rekan bisnisnya yang pernah melihat Arsen dan seorang wanita keluar dari hotel dan sekarang, ia langsung menanyakannya kepada menantunya.
Jantung Arsen berdetak dua kali lebih cepat. bahkan, ia merasa jantungnya akan keluar dari rongga dadanya, ia tak menyangkan, mertuanya berkata demikian. Ia lupa, ia pernah beberapa kali check out bersama Kristine di hotel.
“Kenapa kau tak menjawab pertanyaan Daddy?” tanya Stuard. ia kembali meneguk teh kemudian, menatap menantunya dengan tatapan tanda tanya.
“Aku sedang berusaha mengingat-ingat, Dad,” jawab Arsen, bola matanya, memutar seolah dia sedang mengingat-ngingat. Padahal, ia sedang mencari jawaban yang pas.
“Beberapa kali aku bertemu clientku di hotel. Mungkin teman Daddy melihatku dengan rekan pengacaraku,” jawab Arsen. Ia berusaha berbicara tenang. Padahal hatinya ketar-ketir.
Stuart mengangguk-nganggukan kepalanya pertanda dia percaya kepada Arsen. “Kau tahu bukan, bagaimana konsekuensinya jika kau melukai Gebby?” ucap Stuard. Nadanya terdengar sangat ramah. Namun, didalam keramahan tersebut, tersirat suatu peringatan yang membahayakan bagi Arsen.
“Aku sudah bersama dengan Gebby selama 15 tahun, mana mungkin aku berani macam-macam padanya,” jawab Arsen disertai kekehan di belakangnya.
Scroll gengs
Bab 7
“Baguslah jika kau tidak berniat untuk menyakiti Gebby," ucap Stuar lagi. “Tapi kau tahu kan, Di dunia ini, Daddy hanya percaya pada istri Daddy. Jadi tetaplah waspada
Apapun yang kau lakukan, Daddy bisa melihatmu, walau tidak secara langsung.”
Nafas Arsen kembali tercekat di tenggorokan ketika mendengar peringatan ayah mertuanya. Padahal, barusan ia sudah menghela nafas lega karena Stuard terlihat percaya padanya.
Namun, kelegaanya hanya bertahan beberapa detik, karena setelah itu, Stuard memberi ultimatum yang sangat tegas.
Dan pada akhirnya, Arsen berhasil mengalihkan pembicaraan dan tidak membahas lagi kecurigaan Stuard. Hingga setelah dua jam berlalu, Arsen pamit ke kamar, begitu pun Stuard yang juga pergi ke kamar yang selalu ia tempati ketika menginap di rumah Gebby.
Saat Arsen masuk kedalam kamar, Gebby sedang berbaring sambil meringkuk dan sedang memainkan ponselnya. Arsen datang, ia mendekat, kemudian mendudukan dirinya di sebelah Gebby, kemudian mengusap kepala Gebby, membuat Gebby mengalihkan tatapannya pada Arsen.
“Kau mengobrol apa bersama Daddy?” tanya Gebby, Arsen menggeleng. “Hanya soal pekerjaan saja. Tidak ada yang serius,” jawab Arsen. Namun, Gebby menyipitkan matanya.
“Kau berbohong. Daddyku tidak akan membahas pekerjaan Jika di rumah,” tebak Gebby, Arsen membaringkan tubuhnya di ranjang. Hingga kini, tubuhnya berhadap-hadapan bersama Gebby.
“Memang apa lagi yang aku bahas bersama ayah mertuaku,” Jawab Arsen lagi membuat Gebby terkekeh. ia mencium bibir Gebby sekilas, lalu memejamkan matanya.
“Arsen, kau ingin langsung tidur?” tanya Gebby dengan tatapan kecewa. Sudah dua minggu ini Arsen tidak menyentuhnya. Tak di pungkiri, sebagai seorang istri, ia rindu cumbuan Arsen
Namun, selama dua minggu ini, Arsen tidak menyentuhnya sama sekali.
“Aku mengantuk Gebby, besok aku ada sidang ,” dusta Arsen. Padahal, tadi siang ia sudah melakukannya bersama Kristine.
Gebby menelan kecewa. Tapi mau tak mau, ia memaklumi suaminya. Akhirnya, ia menyimpan ponselnya lalu mulai terlelap bersama Arsen.
•••
“Anda akan pergi ke rumah sakit sekarang, tuan?” tanya Erick, asisten pribadi Nael.
Nael mengangguk, kemudian Ia memakai jasnya kembali. “Aku harus memeriksakan kondisiku pada dokter. Kau yang menyetir karena tanganku sedang gemetar sekarang! Jangan beritahu kondisiku kepada Mommy dan Daddy. Jika kau beritahu mereka, akan kuadukan kau pada pacarmu, karena kau berselingkuh dengan 3 wanita sekaligus,” ucap Arsen lagi pada sekretarisnya.
Setelah itu, ia keluar dari ruanganannya, kemudian mereka pun pergi ke rumah sakit
Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh. Akhirnya ,Erik dan Nael sampai di rumah sakit.
Seperti biasa, Erik berjalan dibelakang Nael membuat semua mata memandang dan Erik dan Nael tanpa berkedip.
“Kau sudah membuat janji dengan dokter?” tanya Nael, Erik pun mengangguk, kemudian mengarahkan Nael untuk ke ruangan dokter.
Dan akhirnya, mereka sampai di ruangan dokter yang sudah membuat janji dengan Erik. Erik mengetuk pintu, saat terdengar sahutan dari dalam, Erik membuka pintu tersebut, kemudian masuk ke dalam ruangan.
Saat Nael masuk, langkahnya terhenti ketika melihat siapa dokter yang akan memeriksanya. Dokter itu adalah Gebby, dokter yang kemarin ia tabrak di restoran.
Begitupun Gebby, ia menatap Nael tanpa berkedip, Gebby kembali mengingat saat Nael menabraknya tanpa meminta maaf.
Ia menghela nafas, kemudian berusaha menetrkan ekpresinya. Bagaimanapun, ia adalah seorang dokter.
“Silakan duduk, Tuan," ucap Gebby. Ia berusaha memaksakan senyumnya. Tapi dalam hatinya. Ia benar-benar kesal, apalagi sekarang, ekpresi Nael yang sangat dingin, bahkan cenderung seperti orang yang sombong.
“Bisa beritau apa keluhan anda?” tanya Gebby.
Namun Nael tak menjawab, ia hanya memperlihatkan tangannya yang gemetar pada Gebby.
Gebby ....
Tinggalin komen biar semangat 😭😭
Bab 8
Nael menunjukkan tangannya yang gemetar pada pada Gebby, kemudian Gebby menarik laci dan mengambil kertas beserta pulpen.
“Bisakah anda mencoba untuk menulis di sini?!” titah Gebby, membuat Nael mengerutkan keningnya.
“Kenapa aku disuruh menulis disini?” tanya Nael, membuat Gebby menahan nafas, karena ekpresi Nael benar-benar menyebalkan.
Gebby tersenyum kesal, ia menarik lagi kertas dan pulpen lalu menyimpannya ke laci. Kemudian menatap Nael kembali. “Apa anda sudah lama mengalami ini?” tanya Gebby.
Nael tanpa berpikir, kemudian mengangguk-anggukan kepalanya. “Pokoknya sudah sejak lama," jawabnya lagi, membuat Gebby mengatupkan bibirnya.
“Apa ada gejala lain yang yang anda rasakan atau gejala yang lebih parah dari ini, jika ada, mungkin kami harus melakukan pembedahan di otak anda, karena bisa jadi, ini bagian dari saraf otak anda,” ucap Gebby lagi. Ia terlalu malas untuk bertanya pada Naell. Karen Nael menjawab pertanyaannya dengan asal.
Mata Nael membulat ketika mendengar otaknya akan dibedah. “Yang bermasalah tanganku, bukan otakku!” jawabnya lagi.
Gebby memencet tombol untuk memanggil suster, kemudian suster masuk ke ruangan Gebby.
“Tolong arahkan Tuan ini untuk melakukan pemeriksaan lanjutan,” ucap Gebby lagi
Rupanya ia lebih memilih untuk menyuruh Nael melakukan pemeriksaan ctscan otak.
“Silahkan Tuan l!ikut saya,” ucap suster tersebut, membuatnya menoleh.
“Kita tidak jadi berkonsultasi?” tanya Nael.
“Lebih baik anda langsung diperiksa saja Tuan,” jawab Gebby lagi. Seketika itu juga, Nael bangkit, lalu mengikuti langkah suster.
“Kenapa dia menyebabkan sekali?” omel Gebby. Tak lama, ponsel Gebby berdering. Satu pesan masuk dari Arsen, ternyata Arsen mengajaknya makan siang bersama di restoran yang tak jauh dari rumah sakit.
Gebby tersenyum, kemudian ia bangkit dari duduknya, lalu membuka jas dokter lalu keluar dari ruangan.
Saat sampai di restoran, kening Gaby mengerut saat melihat Arsen sedang duduk bersama Kristin. Ia pun menghampiri Arsen lalu menarik kursi hingga Arsen terpanjat.
“Bukankah kau mengajakku makan bersama?” tanya Gebby, saat menghampiri Arsen. Ia menatap tak suka pada Kristin.
“Maaf, nona Gaby. Kebetulan saya bertemu tuan arsen di sini, dan saya ingin memberikan berkas pada tuan Arsan,” dusta Kristin. Padahal, jelas-jelas Ia datang bersama Arsen.
Tiba-tiba, Gebby merasa bersalah karena telah menatap Kristin dengan tatapan kesal.
“Maafkan saya Nona Kristin, kita akan berdiskusi di kantor. Saya ingin makan bersama istri saya," ucap Arsen, membuat Gebby merasa bersalah.
“Tidak, tidak, apa-apa, kau bergabung saja di sini!” jawab Gebby membuat Arsen menyeringai diam-diam.
Ia sedang bersandiwara di hadapan Gebby, karena Arsen, ingin membuktikan seolah Gebby lebih penting daripada segalanya. Padahal tentu saja tidak begitu.
“Tidak Gebby, aku ingin makan siang berdua denganmu,” jawab Arsen lagi membuat Gebby tersentuh.
“Kalau begitu, saya permisi!” pamit Kristine.
“Arlrsen kau tidak seharusnya mengusir dia!” ucap Gebby.
“Tidak apa-apa, aku hanya ingin makan berdua denganm. Aku akan mendiskusikan pekerjaan nanti di kantor," jawab Arsen lagi. “Gebby, aku ingin pergi ke kamar mandi dulu, kau tidak apa-apa aku tinggal sendiri,” ucap Arsen. Gebby pun mengangguk.
“Jangan lama-lama, Ar. Setelah mengatakan itu, Arsen bangkit dari duduknya, kemudian saat Arsen pergi ke kamar mandi, ponsel arsen berdering. Ternyata Arsen melupakan ponselnya di meja.
“A-apa ini." Mata Gebby membulat saat melihat isi pesan itu yang berisi ..
Yang penasaran kelanjutannya Tinggal cari aja ya jdulnya Dokter Meets CEO