
"Kandungan istri anda baik-baik saja, istri anda mengandung anak kembar, " jawab si dokter. Dokter sempat heran melihat Keinya tiba tiba terdiam saat suami nya datang.
Mendengar itu mata wajah Bram berbinar binar, dia merasa sangat bahagia, dia kemudian melihat ke arah Keinya, namun hati nya mencelos ketika melihat Keinya hanya diam menunduk dan meremas tangannya.
" Tapi ... Di usia yang masih 18 tahun akan sedikit beresiko jika mengandung bayi kembar. Yang hanya bisa saya sarankan, Usahakan supaya kondisi istri anda jauh dari setres,jangan terlalu lelah dan juga wajib mengkonsumsi makanan bergizi. " jawab si Dokter sambil memandang Bram.
Baru saja dia merasakan bahagia karna akan mendapat bayi kembar, perkataan dokter dokter selanjutnya membuat Bram bagaikan tertusuk ribuan jarum. Dia mengingat saat istrinya dengan semangat ingin cepat- cepat mengandung, dan kini harapan istrinya terkabul, namun dia malah mengatakan hal yang menyakitkan pada istrinya yang bahkan sudah rela mengandung kedua anaknya.
" Saya resepkan vitamin untuk nona Keinya, silahkan menebusnya di bagian Farmasi," ucap si dokter sambil menyerahkan kertas resep pada Bram.
" Terimakasih dokter. "
Bram pun bangkit dari duduknya, dia memberanikan diri menyentuh tangan Keinya. Karna keinya tak menolak akhir nya Bram menautkan jari jemari nya pada Keinya dan mengajaknya untuk keluar.
Hening
Hening
Hening
hanya ada suara deru mesin di mobil, Keinya hanya memalingkan wajah nya dan melihat ke arah luar, sedangkan Bram sesekali dia melirik ke arah Keinya. Ingin rasanya dia mencium dan memeluk keinya tapi dia masih malu untuk melakukannya karna dia sadar kesalahannya tak mudah untuk dimaafkan.
Saat tiba di basement Apartemennya. Keinya dengan cepat turun dari mobil Bram, meninggalkan Bram yang memandangnya dengan tatapan sendu.
Saat Bram masuk dia langsung pergi ke dapur untuk mengambil air dingin. Dan betapa terkejutnya dia saat melihat Cake buatan Keinya ada di kulkas dengan tulisan bahwa dia sangat mencintai Bram.
Awalnya Bram berencana akan memberi Keinya waktu untuk sendiri, namun kali ini dia tak bisa menahan diri lagi, dia ingin memeluk dan meminta maaf pada Keinya sekarang juga.
Sedangkan Keinya, dia sebenarnya tak ingin melihat Bram lagi, dia sudah berniat untuk menjauhi Bram tapi ternyata keinginan nya tak bisa terkabulkan karna ternyata Bram lebih dulu menemukan dirinya.
Setelah masuk ke Apartemennya Keinya pun memutuskan untuk langsung ke kamar Lila, dia tak ingin kembali kekamar nya karna belum siap bertatap muka lagi dengan Bram.
Namun lagi-lagi keinginan Keinya tak bisa terwujud karna nyata nya Bram malah menghampiri nya di kamar Lila.
Sebenarnya Bram sedikit ragu untuk menghampiri Keinya di kamar Lila, tapi dia sudah tak bisa menahan diri. Dengan perlahan dia masuk ke kamar Lila. Dia melihat jika Keinya sedang duduk di ranjang dengan kaki yang menjuntai kebawah.
" Sayang." Lirih Bram.Bram berlutut di hadapan Keinya, sambil berlutut dia memeluk pinggang Keinya dan menaruh wajahnya pada perut Keinya.
"Sayang maafkan aku, aku berdosa kepadamu," Lirih Bram sambil terisak. dia tak bisa lagi menahan air matanya rasa bersalah nya semakin besar saat Keinya bersikap dingin padanya.
"Maaf." Jawab keinya dengan pandangan kosong.
" Ti-tidak sayangku aku yang meminta maaf, aku berdosa padamu dan pada kedua anak kita.
" Maaf,karna aku mengandung terlalu cepat, Pulangkan saja aku pada Daddy dan Mommy. Dan kau bisa kembali menikah dengan wanita yang bisa menjadi ibu yang baik bagi anak anakmu." Keinya menjawab dengan berlinang air mata, rasanya sesak ketika dia harus mengucapkan yang barusan dia katakan.