
Setelah drama Bram yang menangis tersedu-sedu serta Lila yang tak mau melepas tangan Keinya, mereka pun tiba dirumah sakit.
Dan disinilah mereka. Keinya baru saja menyelesaikan pemeriksaan sebelum operasi. Keinya akan dioperasi 3 jam lagi. Bram dengan setia menggenggam tangan Keinya, sedangkan Lila mengelus-ngelus perut Keinya.
Sungguh saat ini Keinya ingin sekali tertawa terbahak-bahak melihat wajah suaminya yang pucat. Bahkan sangking gugupnya Bram sampai mengeluarkan keringat dingin.
"Papih!" panggil Keinya.
"Ya. Sayang."
"berhentilah untuk gugup, ak tidak apa-apa." Bram langsung bangkit dari duduknya berniat mencium istrinya untuk menghilangkan kegugupannya, namun niatnya batal mendengar ucapan Lila.
"Papih masih ada aku disini," ucap Lila, gadis itu kembali menatap perut Keinya dan mengelusnya.
Bram pun hanya tersenyum kikuk. Seseorang membuka pintu ruang rawat Keinya. Dan ternyata Aska lah yang datang.
"Daddy," ucap Keinya senang. Bram langsung bangkit untuk memeluk Aska dan bersalaman ala lelaki dewasa. Disusul Lila dibelakangnya. Dia mendekati Aska dan mencium tangan Aska.
"Hai, Uncle!" sapa Lila.
Aska membelai rambut Lila, "Lila, panggil uncle Popa oke," ucap Aska, dia sungguh enggan cucu-cucunya memanggilnya kake atau grandad.
"Popa?" lila mengernyit heran, dia masih bingung dengan perkataan Aska.
Sedangkan Bram hanya memalingkan wajahnya menahan senyum, mendengar ucapan mertuanya.
"Cucu-cucu uncle harus memanggil popa, Lila kan juga cucu uncle."
Lila pun tersenyum. "Baik popa."
"Mana Bella?" tanya Bram.
"Diluar sama Raffa," jawab Aska.
Setelah Bram dan Lila keluar. Aska mendekati Keinya, dia mendudukan dirinya dikursi dekat ranjang Keinya.
"Bagaimana kabarmu kei?" tanya Aska. Dia berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh.
"Daddy, apakau tidak akan memeluku?"
Mendengar ucapan putrinya, Aska Bangkit dia berdiri. Keinya langsung memeluk pinggang Aska, menaruh wajahnya pada diperut Aska.
Aska mengelus rambut putrinya. Matanya terus berkaca-kaca. Dan tak lama dia tak sanggup lagi menahan air matanya.
Keinya, mengangkat kepalanya dan melepas pelukannya, dia mengernyit heran melihat Aska yang terisak. "Daddy, kenapa daddy menangis?" tanya Keinya.
Aska langsung mengelap air matanya dan kembali duduk.
"Apa daddy mengangis karna mengkhwatirkan ku yang akan dioprasi?" tanya Keinya.
Aska menggenggam tangan keinya dan mengagguk.
"Ya ampun daddy, aku hanya dioprasi selama satu jam, kenapa daddy lebay sekali," ucap Keinya sambil tertawa. Tapi percayalah meskipun Keinya tertawa sesungguhnya dia juga sedang merasa takut dan gugup. Siapa yang tidak takut akan melakukan operasi. Keinya hanya berpura-pura tenang didepan Bram dan Lila. Dia tak mau membuat Bram semakin merasa bersalah dan akan menambah kegugupan suaminya.
mendengar ledekan Keinya, Aska kembali berdiri dan memeluk Keinya, Aska tau betul jika sekarang putrinya tengah ketakutan, melihat mata putrinya saja Aska sudah tau tentang apa yang putrinya rasakan.
"Jika kau ingin menangis, menangislah
Ada daddy disini," ucap Aska. Selama ini memang Keinya selalu menangis dipelukan Aska.
Keinya tak mampu lagi menahan air matanya. "Da-dady, ak- aku takut," lirih Keinya dengan terisak.
Ya ampun, bener deh aku nangis waktu nulis part Keinya meluk Aska sambil nangis😭😭terharu banget. seneng bet dah kalau dapet bapa kaya Aska. huhuhu