
Bram dengan setia memandang istrinya yang tengah tidur siang. Dia mengamati setiap inci wajah Keinya dan menatap kagum.
Bram teringat ketika dia menjemput Keinya di bandara saat Keinya akan kuliah. Dia benar-benar tak menyangka wanita yang dulu memanggilnya uncle kini menjadi istrinya. Dia juga mengingat saat Keinya kecill ingin menikah dengannya dan siapa sangka ucapan Keinya terwujud.
"Papih, kau kenapa?" tanya Keinya saat membuka mata namun dia melihat suaminya sedang melamun dan tersenyum.
"Apa aku membangunkan, mu?" tanya Bram satu tangannya tergerak mengelus pipi istrinya.
Keinya tersenyum, "Tidak. Aku sudah terlalu lama tertidur," jawab Keinya. "Apa, Vania dan Tania masih dirumah mommy?"
"Mommy, membawa mereka untuk menjemput, Lila dan Raffael, disekolahnya."
Keinya tersenyum, dia lebih mendekatkan dirinya pada suaminya satu tangannya memeluk pinggang suaminya.
"Kau, belum menjawab pertanyaan ku tadi, kenapa kau tersenyum saat aku tidur?"
"Aku hanya teringat saat aku menjemputmu di Bandara. Saat kau akan kuliah di London.
Saat itu aku bahkan takjub melihat kecantikanmu," jawab Bram sambil mengucup kening istrinya.
"Apa saat itu kau sudah jatuh cinta padaku?" tanya Keinya menggoda suaminya.
"Mungkin, belum. Prasaanku pada mu tumbuh saat pertama x kau membuatkanku bekal ... Lalu sejak kapan kau mulain mencintaiku?" tanya Bram.
Keinya tampak berpikir, lalu dia menjawab. "Saat kau mencuri ciumanku, aku mungkin sudah jatuh cinta padamu. Tapi saat itu aku masih ragu. Terlebih lagi saat itu kau masih ber'istri. Tapi saat kau menjauhi ku dan mengusirku, aku menyadari bahwa aku telah jatuh cinta padamu."
"Kau, tau, kan, alasan aku melakukan itu?"
"Ya, tapi apapun itu, bagaimana pun proses kita dulu, aku bahagia sekarang karna kau telah menjadi, suamiku, menjadi imamku, dan menjadi ayah dari anak-anaku." Jawab Keinya sambil membelai dada suaminya.
Bram menangkap tangan Keinya yang sedang memainkan dadanya.
"Jangan memainkannya, sayang, kau berhalangan jika kau terus memainkannya aku akan tersiksa," ucap Bram yang mulai terangsang karna istrinya membelai dadanya.
"Mana mungkin aku tidak mengiginkannya, ak sudah tiga hari tak menyentuhmu," balas Bram sambil memejamkan matanyan, menikmati apa yang telah istrinya lakukan.
"Jika, kau mau, aku bisa membantumu dengan cara yang lain," bisik Keinya diteling suaminya.
Tanpa pikir panjang, Bram langsung.
Langsung bayangin masing-masing aja ya 😂😂😂😂😂.
••••
"Mamih!" panggil Lila yang baru saja masuk kedalam rumah setelah pulang sekolah. Dia langsung menghampiri Keinya yang sedang duduk disofa sambil menonton televisi.
"Kemari, sayang," balas Keinya sambil merentangkan satu tangannya agar putrinya memeluknya.
"Bagaimana hari pertama mu disekolah?" tanya Keinya sambil mengelus rambut Lila yang sedang memelukny.
"Sekolahku, sangat menyenangkan. Teman-teman baruku juga baik kepaadaku."
"Apa kau sudah makan?" tanya Keinya.
Lila melepaskan pelukannya. "Mamih, tadi moma dan popa mengajak ku makan diluar bersama Vania dan Tania."
"Lalu, sedang apa, sekarang Vania dan Tania dirumah moma?"
"Moma bilang, moma ingin memandikan dulu Vania dan Tania. Mamih dimana papih?" tanya Lila.
"Papih, sedang istirahat. Sayang, masuklah kekamarmu, mandi dan istirahatlah. Mamih akan menjemput Tania dan Vania dirumah moma."
"Baiklah, mamih." Lila pun bangkit dan mencium pipi Keinya lalu pergi untuk kekamarnya.