Uncle Bram

Uncle Bram
58



Klik.


"Lu lama banget si Leo."Gerutu Bram saat dokter pribadi ayahnya datang.


"Lha lu nge dadak,untung aja om Hendra naruh saham di rumah sakit tempat gue kerja,kalau ga mana mau kepala rumah sakit ngijinin gue pergi cuman karna mau ngobatin orang demam,"jawab Leo yang juga teman SMA Bram dan di jadikan Dokter pribadi oleh Ayah Bram.


"Berisik lu,cepet periksa bini gue"


"Tya demam?"tanya Leo yang menghentikan langkahnya.


"Bukan,gue udah pisah sama Tya,gue baru nikah 2 hari kemarin."


"Dimana bini lu"


"Kamar tamu"


Mereka pun berjalan menuju kamar tamu dimana Kienya di baringkan.


"Stop" Teriak Bram saat Leo akan membuka pintu kamar.


"Tunggu dulu disini,jangan dulu masuk!" Perintah Bram pada Leo.


Bram pun masuk ke kamar untuk memastikan tubuh Keinya tak ada yang terbuka,dia tak rela jika Keinya dilihat oleh orang lain.


"Sayang,"Lirih Bram pada Keinya.


" Ya Hubby?"jawab Keinya lemas.


"Dokter akan memeriksa mu sayang ku."


"Keinya pun hanya mengangguk"


"Masuk" Titah Bram pada Tyo.


Dan Leo pun masuk,langkah ya terhenti saat melihat wanita cantik terbaring di kasur.


"Ekhemmm" Bram berdehem sambil menatap Leo dengam tajam.


Dan akhir nya Leo pun meneruskan langkah nya.Tapi saat dia tiba di dekat Keinya,dia pun di buat terkejut lagi karna melihat Wanita yang tengah berbaring itu sangat cantik jika dilihat dari dekat.Dan lagi lagi Bram harus berdehem untuk menyadarkan Leo.


Setelah memeriksa keadaan Keinya dengan penuh Drama karna Bram tak mengijinkan tubuh Keinya di sentuh oleh Leo.Leo pun bisa langsung menyimpulkan apa penyebab Keinya demam.


"Sayang aku akan mengantar Dokter nya keluar dulu,"ucap Bram,lalu dia mengajak Leo untuk keluar dan mereka memutuskan untuk mengobrol dulu di sofa.


"Bini gue demam kenapa"?tanya Bram saat mereka duduk si sofa.


"18 tahun."


" Lu jadi fedofil Bram,"ledek Leo yang kaget,bahkan usia Keinya tak setengahnya dari usia Bram.


"Brisik lu,jadi bini gue kenapa tiba tiba demam?"tanya Bram penasaran,dia melihat Leo dengan tatapan tidak sabar.


"Bini lu kecapean Bram,dia masih muda Bram,lu seharus nya jangan terlalu maksa dia buat layanin lu,dia masih muda bisa aja dia sedikit belum siap sampai tubuh nya kaget dan itu juga bisa jadi penyebab dia demam."Leo pun memandang Bram yang terlihat kaget mendengar penjelasan Leo.


"Terus sekarang gue harus gimana?"Tanya Bram sambil mengusap wajah nya frustasi,dia benar benar mengutuk dirinya sendiri yang selalu hilang akal saat berdekatan dengan Keinya yang menyebabkan wanita yang dicintai nya sampai merasakan sakit.


"Gue tulis resep lu tinggal tebus di Apotek,kalau bini lu ga membaik juga dalam 3 hari bawa dia ke rumah sakit!"perintah


Leo sambil menuliskan resep.


Setelah Bram mendapat resep dari Loe,Bram pun dengan cepat pergi ke Apotek, dalam hati dia benar benar menyesal telah egosi karna tak memikirkan kondisi Keinya dan malah mementingkan nafsu nya sendiri.


Tak butuh waktu lama,Bram pun kembali ke Apartemennya dia menuangkan bubur ke mangkok yang telah di beli nya sambil menenus obat.


"Sayang kau sudah bangun?"tanya Bram saat masuk dan melihat Keinya sudah duduk menyenderkan punggung nya di ranjang dengan wajah pucat di sertai keringat dingin yang keluar dari sekujur tubuh Keinya.


"Hubby apa yang kau bawa"


"Ini bubur,kau harus makan dulu sebelum minum obat!"jawab Bram lalu dia mengambil satu sendok untuk di suapkan pada Keinya.


"Hubby ini pait."


"Sayang,makan sedikit saja sebelum kau memakan obat nya!"perintah Bram sambil kembali menyendokan bubur nya.


Dan setelah beberapa sendok masuk ke mulut Keinya,Bram pun langsung memberikan obat untuk Keinya minum.


"Sayangku maafkan aku yang telah menyebabkan mu seperti ini,"Ucap Bram yang merasa bersalah,dia memegang tangan Keinya dan mengecup nya.


"Kau bicara apa Hubby,aku baik baik saja,"Jawab Keinya menenangkan Bram.


"Sayangku,kau harus nya tak perlu berpura pura baik baik saja,hingga kondisi mu jadi seperti sekarang,"sesal Bram kemudian dia kembali mengecup tangan Keinya.


"Jangan menyalahkan dirimu sendiri Hubby,aku baik baik saja."jawab Keinya sambil mengelus pipi Bram.


dua part lagi malam, siap kan hati kalian karna next eps mengandung bawang wkwkwk


Oh ia banyak yang nanya eps nya ada yang ilang sebelum pengumuman itu di karnakan di hapus langsung oleh pihak mangatoon, adegan nya terlalu vulgar,maaf ya