
Hana pun menggenggam tanga Keinya. "Kei, Rafael akan baik-baik saja. Doakan dia."
Keinya pun mengangguk, tangannya mengusap air matanya, dia tak ingin suaminya melihat jika dirinya sedang bersedih.
"Mamih!" teriak Lila. Lalu lila pun berlari dam langsung memeluk Keinya.
Keinya pun membalas pelukan Lila dan mengelus rambut Lila. "Mana Aunty Zoya?" tanya Keinya.
"Aunty Zoya sedang bersama uncle nab dan papih diluar."
Hana sungguh takjub melihat keakraban Keinya dan Lila. "Kei apa kau ingin aunty membuatkan sesuatu untukmu?"
Keinya pun tampak berpikir. "Aunty, bagaimama kalau kita membuat seblak?" ucap Keinya berbisik. Karna jika Bram mendengarnya, Bram takan mengijinkan Keinya memakan makanan yang diolah dari kerupuk.
"Kei, Zoya sepertinya tidak mempunyai kerupuk yang khusus untuk seblak."
Keinya pun menghembuskan napas kasar. Dia begitu ingin makanan khas bandung tersebut.
"Bagaimana kalau kita menggantinya dengan mih dan telur?" tawar Hana yang merasa kasihan dengan Keinya.
Keinya pun mengangguk.
Lila pun dibuat heran dengan nama makanan yang disebut Keinya. "Mamih bolehkah aku mencobanya?" tanya Lila.
"Jangan!" ucap Hana dan Keinya berbarengan. pasalnya Hana akan membuatnya dengan sangatpedas.
"Apanya yang jangan!" sahut Bram yang berjalan kearah mereka.
Untung saja Lila peka. " Mamih hanya melarangku memakan ice cream papih," jawab Lila berbohong.Dari cara mamihmya berbisik-bisik saja Lila sudah tau bahwa mamihnya ingin makanan yang akan dilarang oleh papihnya. Tak mungkin dia mengatakan bahwa mamihnya ingin memakan makanan yang tidak sehat.
Dan akhirnya gagal lah rencana Hana dan Keinya untuk memakan seblak.
Setelah beres bercengkrama dirumah Zoya. Bram mengajak anak istrinya untuk pulang karna Austin dan Sofia akan berkunjung ke Apartemen Bram.
Tak terasa waktu berjalan dengan sangat cepat. Kandungan Keinya sudah memasuki usia 9 bulan dan esok hari, Keinya akan melakukan operasi sesar.
Malam hari.
"Papih kaki ku sudah tidak terasa pegal. Jadi berhentilah memijitnya" ucap Keinya yang kesekian kalinya. Dari tadi Keinya sudah menyuruh Bram untuk berhenti memijit kakinya, namun Bram sama sekali tak menggubrisnya. Bram merasa tak tega saat melihat kaki istrinya yang membengkak.
Bram pun menatap istrinya. "Apa benar, sudah merasa lebih baik?" tanya Bram.
Keinya pun mengangguk. Lalu dia menepuk sebelah sisinya. Bram pun duduk disebelah Keinya. Dia megusap-ngusap perut Keinya sampai si Kembar menendang. "Sayang, anak-anak papih, besok kalian akan keluar dari perut mamih. Sekarang biarkan mamih tidur dengan nyenyak oke," ucap Bram sambil
mendekatkan wajahnya keperut istrinya. Sejak perut Keinya membesar, Keinya sudah tak bisa tidur dengan nyenyak dan itu membuat Bram merasa Khawatir.
"Baik papih." Keinya menirukan suara anak kecil.
Gays. 5 episode lagi Uncle Bram akan tamat. dan akan langsung diteruskan oleh season dua yang aku kasih judul. "Cinta suci Zalila."
Bram dan Keinya masih akan tetap ada di season dua.
Beberapa part yang di cerita Lila.
Setelah menemukan keberadaan Lila. Bram dan Keinya menyusul Lila ke kota M
Saat mereka tiba. Hati Bram dan Keinya terasa mencelos melihat kondisi Lila. Lila yang sekarang sangat berbeda dengan Lila 3 tahun lalu.
Saat Lila membawa Bram dan Keinya keruangannya.
Lila, tiba- tiba berlutut.
"Papih mamih maafkan aku, A-aku telah membuat kalian kecewa," ucap Lila, tanganya bergerak dengan gerakan memohon air mata pedih Lila tak bisa dibendung lagi.
Bram dan Keinya yang mash berdiri terkejut dengan apa yang dilakukan Lila.
Bram pun ikut berlutut membawa Lila kepelukannya. " Kau tidak bersalah sayang, maafkan papih yang tak bisa menjagamu."
Keinya pun ikut meneteskan air mata. "Rafael, aku bersumpah tak akan membiarkanmu menyentuh dan melukai putriku lagi." geram Keinya dalam hatinya.
nyesek abis deh pokonya. tapi diakhir baperin banget.