
Flashback onn
Sebelum berangkat ke Hotel.
Saat Bram sedang mandi, Keinya sibuk berkutat dengan pikirannya sendiri. Dia juga ingin memberi hadiah untuk suaminya. Tapi karna dia tak tau menau tentang resepsi yang akan dilakukan suaminya, dia pun tidak sempat untuk menyiapkan apa-apa.
Dia berpikir apa yang paling disukai semuanya, kemudian dia terpikir bahwa suaminya saat senang jika dia memakai Lingerie. Dan akhirnya Keinya memutuskan untuk memakai lingerie dibalik gaun yang akan dikenakannya. Tanpa sepengetahuan Bram, Keinya membeli beberapa model lingerie yang berbeda-beda.
Dia pun masuk ke walk in closet untuk bercermin, menimang-nimang lingerie mana yang akan dikenakannya. Setelah memilih yang cocok dia menyimpan lingerienya kedalam tas untuk dipakai dihotel nanti.
Tanpa Keinya sadari, Bram sudah keluar dari kamar mandi dan melihat semua yang Keinya lakukan. Bram pun tersenyum penuh isyarat.
Flashback off.
"Aku juga punya kado untukmu," ucap Keinya lagi.
"Apa kau perlu bantuan untuk mempesiapkan kejutan untukku mamih?" tanya Bram dengan nada menggoda.
"Memang kau tau hadiah apa yang akan aku berikan?" tanya Keinya dengan senyum yang amat menggoda.
"Bukankah sesuatu yang amat aku sukai," Jawab Bram berbisik di telinga Keinya. Kemudian tangannya bergerak membuka sleting dibelakang gaun Keinya. Setelah membuka sletingnya Bram dengan perlahan menurunkan gaun yang dipakai oleh istrinya. Saat menurunkannya dia berlutut untuk membantu gaun Keinya keluar dari kakinya.
Saat kembali bangkit, Dia kembali melingkarkan tanganya pada pinggang Keinya. Matanya sangat berbinar-binar melihat istrinya hanya memakai lingerie.
"Apa kau tidak ingin membantuku juga?" tanya Bram kembali berbisik.
"Bagaimana kalau kita lanjutkan di ranjang?" Keinya berjinjit untuk berbisik dengan nada tak kalah menggoda.
Bram langsung menuntun Keinya untuk keluar dari lilin, Saat sampai diranjang Bram membuka Jasnya. Dan tangan Keinya langsung membuka satu persatu kemeja Bram. Saat kemeja Bram sudah terlepas, Keinya berjongkok untuk ....
Setelah melewati beberapa ronde, akhirnya mereka pun berhenti untuk bermain. Saat ini
Keinya berbaring membelakangi Bram dan Bram memeluknya dari belakang, tangan Bram tak henti-hentinya mengelus perut Keinya, berharap bayinya bisa bergerak lagi sehingga dia bisa merasakan pergerakan bayi didalam kandungan istrinya.
"Sayang?"
"Hmm."
"Terimakasih kau mau menerimaku apa adanya, menerima kekuranganku, dan selalu mengerti diriku," ucap Bram sambil mengecup punduk Keinya.
Keinya pun membalikan tubuhnya, dan kini mereka berhadap-hadapan.
"Aku juga berterimakasih kau telah memberiku kebahagiaan yang sangat sempurna. Kau menuruti setiap keinginanku dan memberi aku, Lila dan sikembar yang terbaik. Kami mencintaimu papih." Keinya mencium bibir Bram sekilas. Kemudian tangannya mengelus pipi suaminya.
"Apa kau sungguh bahagia menikah dengan lelaki tua sepertiku?"
"Walau kau tua, tapi kau sangat tampan. Dan pasti diluar sana juga banyak wanita seumuran ku yang menginginkanmu, tapi akulah yang beruntung mendapatkan mu."
"Sayang, sudah lama aku memikirkan ini, bagaimana jika setelah si kembar lahir kita kembali menetap di Indonesia?" tanya Bram.
"Kenapa?"
"Karna sudah terlalu lama aku disini, aku merindukan saat-saat aku tinggal di Indonesia, kita bisa memindahkan sekolah Lila di Indonesia."
Maaf telat up, jadi aku tuh kerumah nenek. eh pas pulang kunci rumahku hilang dan terpaksa harus ngebongkar pintu. duplikatnya didalam rumah jadi baru sempet ngetik sekarang. sebagai permintaan maaf besok aku akan dobel up ya terimakasih.