Uncle Bram

Uncle Bram
Extra part 6



"Mamihhhhhh!" teriak Vania dari arah luar.


Keinya yang baru saja akan menyusul kedua putrinya. langsung berlari kearah luar. Dia mengehembuskan napas kasar saat melihat kedua putrinya yang sudah berusia 4 tahun saling menjambak rambut.


"Vania, Tania!" panggil Keinya.


Vania dan Tania pun bangun dan mengampiri Keinya, mereka berlari kearah Keinya untuk mengadu.


"Mamih, Tania mengambil mainanku, dan menjambak rambutku!" Vania menangis histeris saat menghampiri Keinya.


Sedangkan Tania malah mencibir kakanya. "Dasar, anak cengeng," desis Vania.


Vania yang mendengar itu langsung kembali menjambak rambut adiknya.


"A-Ahh. Mamihhhh!" teriak Tania.


Sebelum Keinya memisahkan, Bram yang baru saja tiba setelah menjemput Lila, langsung menghampiri istri dan kedua putrinya.


"Papih!" teriak Tania, dia lanngsung mengahampiri Bram dan Bram langsung menggendong putrinya.


Lalu Bram berjongkok sambil menyetarakan diri dengan Vania, sambil menggendong Tania.


"Kenapa kedua putri papih bertengkar?" tanya Bram.


Tania yang sedang dalam gendongan Bram menjulurkan lidahnya mengejak pada kakanya.


"Tania, Vania, ayo berbaikan?" titah Bram pada kedua putrinya.


"Dia yang seharusnya minta maaf, papih. Dia mengambil mainan ku," ucap Vania.


Bram menoleh ke arah Tania.


"Baiklah, maafkan aku Vania." Tania pun turun untuk menghampiri Vania. Namun, bukannya meminta maaf, Tania malah mendekat dan menjambak rambut Vania, lalu dengan cepat dia berlari kedalam rumah.


"Papih!" Vania menangis, dan Bram langsung menggendong Vania.


"Papih, ayo makan siang!" ucap Keinya saat Vania sudah tenang dipangkuan Bram.


"Aku belum lapar, aku akan pergi membawa Vania kerumah mommy," ucap Bram yang langsung pergi tanpa mendengar lagi jawaban Keinya.


Keinya menghembuskan napas kasar, sudah 3 hari sikap Bram berbeda padanya. Bram memang tidak terlalu berubah. Namun, Keinya tau sikap suaminya sedikit berubah.


Tanpa Keinya sadari, Bram telah merasakan cemburu.


Setelah, Drama Keinya melepaskan kontrasepsinya. Bram, keesokan harinya Joenathan datang ke Indonesai. Dan saat Joe pergi kerumah Keinya ditemani Aysel. Dengan polosnya Keinya berlari dan memeluk Joe, membuat Bram cemburu.


Bram mencoba bersikap biasa sajak. Namun, tak dipungkiri dia sedikit kecewa dengan istrinya.


Dan polosnya Keinya tidak menyadari bahwa suaminya sedang cemburu.


"Mamih!" panggil Lila membuyarkan lamunan mamihnya.


Keinya mencium kening putrinya. "Bagaimana, hari mu di sekolah?" tanya Keinya.


"Aku sedikit lelah mamih," balas Lila.


"Kalau begitu ayo kita makan."


"Aku sudah kenyang mamih, sebelum pulang papih mengajak ku makan diluar."


Mendengar jawaban putrinya, hati Keinya sedikit teriris, ini sudah ketiga harinya suaminya tak makan dirumah dan selama 3 hari itu pula Bram selalu menghindari makan bersama keluarganya.


"Kalau begitu ayo mandi dan segera istirahat," ucap Keinya pada Lila.


"Bram!" panggil Aysel dari arah belakang.


Bram yang sedang duduk di ayunan menoleh kearah belakang. " Pa'an." jawab Bram tanpa minat.


Aysel mendekat dan duduk disebelah Bram.


"Lu, lagi ada masalah Bram sama Keinya?" tanya Aysel.


"Gak, gue ga ada masalah," jawab Bram tanpa minat.


"Bram lu gak lupa, kan, lu nikah sama abg?" tanya Aysel.


Bram yang awalnya mendengarkan tanpa minat langsung menoleh kearah mertuanya. "Maksud lu?" tanya Bram mengernyit heran.


masih ada bab lain ya jadi trus scroll