
Langit sudah mulai berubah menjadi oren,matahari yang juga mulai bersiap siap menyelesaikan tugasnya hari ini dan bertukar tempat dengan sang rembulan.
Tap...tap...tap...suara langkah kaki terdengar nyaring dikoridor Galaxy,
suara itu berasal dari seorang pria dewasa dengan setelan jas hitam dipadukan dengan kemeja putih.Beliau adalah tuan Abi Sanjaya,papanya Karen.Pria yang berstatus sebagai salah satu pengusaha besar berpengaruh ini baru saja selesai menemui kepala sekolah dan kini berniat pulang.Langkah kaki masih terdengar namun tiba tiba terhenti,
langkah tuan Sanjaya terhenti karena kemunculan sosok remaja yang kini berdiri didepannya.Tuan Sanjaya menatap remaja yang bisa dibilang sangat dirinya kenali ini dengan tatapan yang sulit diartikan,dirinya ingin bersuara namun berhadapan dengan remaja didepannya itu membuat mulutnya selalu otomatis terkunci.
"Lama tak bertemu"
Remaja itu bersuara,menampilkan sebuah senyuman yang tuan Sanjaya artikan sebagai bukan sesuatu yang bagus.
"Karena saya tak mau membuang waktu berharga saya untuk orang seperti anda,maka dari itu saya akan langsung to the poin saja...,"gadis itu menjeda sejenak "Anda pasti taukan kalau besok hari apa?hari pengumuman hasil UTS Galaxy.Jadi sebelum anda nanti terlanjur kesenangan jika mendapat kabar bagus dari putra kesayangan anda,maka saya hari ini akan memberi sebuah peringatan dahulu...,"lagi lagi gadis itu mengambil jeda dalam perkataannya "Ujian kali ini adalah pemanasan bagi saya jadi berhati- hatilah,ujian selanjutnya maka saya akan mulai melangkah.Kalau hari itu tiba,maka putra kesayangan anda harus siap jadi pecundang lagi"
Setelah mengatakan itu,remaja itu langsung melangkah pergi melewati tuan Sanjaya yang masih terpaku ditempat karena sedang berusaha mencerna perkataan remaja itu.
Tap...tap...tap..suara yang ditimbulkan oleh langkah kaki dari remaja itu semakin lama terdengar semakin jauh.
Kedua tangan tuan Sanjaya mengepal kuat,perasaan pengusaha sukses nan ternama itu kini mulai gelisah dan takut ditambah perasaan perasaan lainnya yang kembali muncul campur aduk menjadi satu.Setelah menghela nafas beberaa kali,tuan Abi Sanjaya mekanjutkan langkahnya kembali.
Skip__
Hari senin,banyak yang tak begitu menyukai hari yang satu ini. Alasannya karena jika hari senin tiba maka itu sama artinya satu minggu penuh kesibukan akan segera dimulai.
Suasana di Galaxy internatiola High School senin pagi ini nampak sedikit berbeda,terlihat keramaian murid murid dibeberapa titik mading digital yang menyebar disekolah ini.Namun titik yang paling ramai adalah tempat dimana mading utama sekolah ditempatkan,sebuah mading digital dengan LED dengan ukuran cukup besar terpasang diatas koridor utama sekolah.Kerumunan murid-murid itu kini tengah menunggu detik detik hasil kerja keras mereka selama pekan pekan UTS ditampilkan dilayar LED itu,tak sedikit yang nampak berdoa sembari menunggu hasil UTS dikeluarkan oleh pihak IT sekolah.
"Sudah keluar,sudah keluar"
"Jangan desak desakan!"
Heboh murid murid itu saat apa yang mereka tunggu akhirnya terpampang jelas dilayar LED besar didepan atas mereka.
Ada murid yang terdengar mengucap syukur,ada yang terlihat sedih,ada yang menghela nafas lega maupun berat,bahkan ada yang mengumpat, sangat bermacam macam reaksi yang ditimbulkan oleh para murid itu.
Disatu titik terlihat tiga siswi IAS dan seorang siswa ISAS yang ikut bergabung dalam kerumunan itu,mereka menatap hasil ujian masing masing.
"Peringkat gue lumayan lah"Lexa yang melihat namanya berada dijajaran angka seratus sekian akhir.
"Gue juga lumayan,syukur bukan peringkat akhir"Rona turut mengomentari peringkatnya yang berada sepuluh nomor dibawah Lexa dan itu artinya berada diangka dua ratus-an.
"Kayaknya temen kita ada yang balik jadi mode MVP"komen Lexa yang kini terfokus kepada peringkat nomor 6 dari total 292 murid di Galaxy(11 kelas dikali 25 murid + 17 murid kelas utama).Lexa menoleh kearah Keyra yang nampak tenang disebelahnya
"Gak berpura pura jadi orang bodoh lagi bestfriend?"tanyanya pada sang sahabat.
"Emangnya sejak kapan gue berpura pura jadi orang bodoh,lo lupa kalau gue yang berada dipuncak IAS selama ini.Lagi pula sebagai leader IAS yang baik,gue gak akan biarin nama sekolah kita jelek karena gak ada satupun anak IAS yang berada diposisi sepuluh besar pararel"saut Keyra berujar dengan tenang.
Rona melihat peringkat nomor 6 dan 3 lalu menoleh kearah Keyra dan Kevin.
"Maksud Lexa itu,lo enggak pura pura bodoh lagi soal akademik Key.Btw selamat buat Kevin yang berhasil ada diperingkat tiga pararel"ujar Rona kepada keduanya.
"Terima kasih Rona"ucap Kevin datar dengan tambahan sedikit kesan dingin,itu ciri khasnya bukan.
"Gue sama Rona gak akan terkejut sama peringkat lo Key,tapi kayaknya yang lain bakal terkejut"ujar Lexa sambil menggerakkan dagunya menunjuk kearah kelompok teman sekelas mereka yang baru saja datang bergabung dalam kerumunan.