TREE ANGLES

TREE ANGLES
Chapter 100



"Jadi ben..Kenapa kamu ngelaporin hal itu ke papa?!kamu gak tau kalau akibatnya bikin semuanya jadi kacau!"ujar Karen,ada api emosi yang terlihat pada kedua bola mata pemuda itu.


Keyra tak langsung menjawab,sorot mata gadis itu kembali terarah pada Tania dan juga kini semua teman sekelasnya yang menampilkan wajah bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi.


"Kau sudah mendapatkan bunga mawar merah yang dibagi bagikan dibawah sana?"


"Kenapa kamu malah menanyakan mawar merah itu Ra,itu tidak penting sekarang.Yang terpenting sekarang kamu menjawab pertanyaanku dulu"


*Karendra bodoh!apa dia tak sadar dengan apa yang baru diucapkan?!* umpat Gery dalam hati,pemuda itu terus menatap Karen dan Keyra.


"Bunga mawar itu penting Rendra!Kau benar benar lupa dengan hari ini?!"


Keyra terlihat marah mendengar perkataan Karen,gadis itu menatap nyalang Karen.


"Apa maksudmu?Kenapa bunga mawar itu penting?"


Ups!Karen tak sadar pertanyaannya ini benar benar menjadi pemantik didekat bensin.


"KARENA BUNGA MAWAR ITU ADALAH BUNGA KESUKAAN MAMAKU,INI HARI ULANG TAHUNNYA RENDRA ASAL KAU INGAT ITU! hah...hah..."Karen berteriak dengan emosi yang meledak.


Teriakan itu membuat semua yang berdiri didekat pintu rooftop langsung menatap bunga mawar ditangan masing masing,secara umum mereka menyadari sekarang kenapa hari ini mereka memperoleh bunga itu.Terutama para sahabat sealmamaternya Keyra,setelah lebih dari dua tahun mereka akhirnya mengetahui kalau pemberian bunga mawar merah ini pada tanggal saat ini setiap takunnya dikarenakan merupakan hari peringatan ulang tahun dari mamanya Keyra.Dalam artian lain hari ulang tahun dari anak pemilik yayasan sekolah mereka.


Karen membulatkan matanya terkejut, lalu merutuki dirinya sendiri kenapa lupa salah satu hari penting seperti ini.


"Maaf Ra,aku lup..."ucap cowok itu terpotong.


"Gak usah minta maaf,bukannya lo emang gitu Rendra.Lo emang selalu melupakan segalanya didunia ini, karena yang ada dibenak lo itu cuma cara gimana lo mendapat tujuan lo jadi pewaris papa lo yang bajingan itu...,"Keyra merapikan anak rambutnya yang sedikit berantakan karena angin.


"Lo bahkan gak pernah gak minta maaf dan gak mau mengakui kesalahan lo setelah ngancurin dunia gue saat itu"lanjut Keyra dengan suara rendah penuh penekanan.


Karen menghela nafas berat lalu mendongak menatap Keyra


"Jadi kamu lakuin ini semua demi balas dendam Ra,gak gini caranya Ra.


Kalau gini caranya kamu bukannya nyakitin aku tapi Tania,kamu tega bertindak sejahat itu ke Tania yang jelas jelas baik sama kamu?!aku gak pernah ngelakuin hal kayak gini ke kamu"ujarnya.


Bukan Keyra yang menyaut tapi Gery yang berada tak begitu jauh dibelakang punggung Karen.


Karen sontak menoleh kebelakang dan alangkah terkejutnya dirinya saat melihat semua teman sekelas termasuk kelasihnya sendiri ternyata ada disana.


*Sejak kapan mereka semua ada disini?*batin pemuda itu,Karen bahkan sempat beradu tatapan dengan kekasihnya namun ia teralihkan dari sana saat Gery kembali bicara.


"Gue seharusnya tetep diem dan biarin lo sama Key buat membahas masalah kalian,tapi karena perkataan lo yang terakhir tadi maka gue gak bisa nahan diri buat gak ikut campur"ujar Gery menatap langsung Karen.


"Maksud lo apa Ger?gue gak ngerti maksud lo apa"ujar Karen membalas tatapan Gery.


"Lo tadi bilang lo gak pernah lakuin hal yang sama?Lo lupa atau gimana Rendra,gara gara lo!rencana perjodohan dan pertunangan gue sama Keyra batal! Gara gara permintaan lo selepas kejadian buruk waktu itu pula,Key gak mau nemuin gue,dia nyaris benci dan bahkan membatasi komunikasi dengan gue selama bertahun tahun! Itu lebih parah tau gak!Itu semua gara gara lo!"ujar Gery pada Karen.


"Perjodohan dan pertunangan apanya?


Gue bahkan belum pernah menyatakan kesetujuan gue atas perjodohan kalian berdua itu,bukankah itu memang seharusnya batal!"Karen tak mau kalah.


"Persetujuan lo gak penting buat gue!"balas Gery.


Melihat situasi yang mulai memanas antara Karen dan Gery,Kevin memberikan kode kepada nona mudanya untuk mengakhiri hal ini untuk sementara waktu.Selain itu mereka sudah hampir terlambat untuk pergi ketempat lain.Melihat kode dari kak Kevin,Keyra melangkah melewati Karen dan mendekati Gery.


"Udahlah Ger,percuma ngomong ke bajingan pecundang kayak dia.Yuk,


lo jadi ikutkan ketempat itu?"ujar Keyra pada Gery.


Gery mengalihkan pandangannya dari Karen menjadi menoleh pada Keyra


"Jadi kok,yuk"Gery menggandeng Keyra untuk beranjak dari sana,tak lupa pula dirinya merangkul Kevin untuk ikut pergi meninggalkan rooftop.


Kepergian ketiga orang itu dari sana menambah kebingungan semua orang disana kecuali Karen,cowok itu menatap Tania kekasihnya dengan perasaan gusar.


"Tan..."


"Jangan temui aku untuk sementara waktu Karen"ujar Tania memotong perkataannya,kemudian sang kekasih melangkah cepat pergi dari sana disusul Raya dan Rani.